"Jadi, kau telah mendapatkan jawabannya, Alexa?" tanya Paul dengan wajah penuh harap. Mereka sudah berada dirumahku sejak 10 menit yang lalu. Perkataan Dad setelah sarapan membuatku yakin dengan keputusanku.
"Aku menyetujuinya." Ucapku tegas. Seketika wajah Paul dan paman Mark berubah menjadi gembira. Sedangkan Dad tersenyum seraya meremas lembut pundakku. Aku balas tersenyum pada Dad.
"Terimakasih, Alexa. Kami benar – benar tidak tahu apa yang harus kami lakukan jika kau tidak menyetujuinya." Ucap Paul tulus. Aku hanya balas tersenyum kecil.
"Paman sangat bangga padamu, Lex. Terimakasih, Alexa." Ucap paman Mark tak kalah tulusnya.
"Tapi aku punya beberapa syarat." Ujarku.
"Apapun yang kau minta akan kami berikan, Alexa." Ucap Paul.
"Ya, apa syaratnya, Lex?" tanya paman Mark. Aku berdehem sekali. Membersihkan tenggorokanku yang terasa begitu berat mengeluarkan suara.
"Aku meminta waktu latihan selama 1 hari. Di sebuah lapangan tembak yang di tangani oleh pihak Royal Marine. Karna aku hampir 2 tahun tidak memegang senjata." Ucapku.
"Latihanmu adalah hari ini. Besok aku akan menjemputmu untuk ikut dengan kami ke London. Dan tinggal di 1D Mansion bersama kami, beberapa crew penting dan the boys tentunya. Kau setuju?" tanya paman Mark. Aku menelan ludah ketika mengetahui aku akan tinggal satu mansion dengan the boys. Itu artinya, juga dengan Zayn.
"Setuju. Dan aku masih punya satu hal lagi." Ucapku menginterupsi kelegaan diwajah paman Mark dan Paul.
"Apa itu?" tanya Paul.
"Well, jujur aku bukanlah fans dari One Direction. Tapi segala berita yang tersebar diberbagai media hanya directioners yang tahu banyak. Dan aku tidak. Kalian harus mengizinkanku membawa seorang fans jikalau aku membutuhkannya." Ujarku. Paman Mark mengerutkan keningnya. Raut wajah Paul berubah dan mereka saling bertatapan.
"Apa yang kau maksud adalah Jessica?" tanya Dad. Aku mengangguk.
"Siapa itu Jessica?" tanya Paul.
"Jessica Anderson. Sahabatku sejak junior high school. Dan dia adalah seorang penggemar berat One Direction. Dia memfollow beberapa fanacc yang mengupdate berita tentang One Direction. Dia juga menjadi owner disalah satu fanacc. Dia sering menceritakan padaku apa yang tidak banyak diberitakan di media. Aku rasa aku akan membutuhkannya untuk membantuku menjalankan misi ini. Kalian bisa mempercayainya. Dia tidak akan dengan bodohnya memfoto artis kalian hanya untuk kepentingan fanacc yang dia kelola. Kalian bisa memegang kata – kataku. Dan aku bisa menjamin semua yang kukatakan. Bagaimana?" ujarku. Aku merasa aku akan membutuhkan bantuan Jess. Mengingat ia tahu banyak tentang Mr.X yang kemarin ia ceritakan. Aku akan membutuhkannya.
"Tenanglah, aku mengenal dengan baik Jessica dan keluarga Anderson. Aku juga akan ikut menjamin apa yang dikatakan oleh Alexa." Ujar Dad membantuku meyakinkan paman Mark dan Paul. Tak lama aku melihat paman Mark menganggukkan kepalanya pada Paul.
"Baiklah, syarat kedua diterima. Apa ada lagi?" ucap Paul. Aku tersenyum puas.
"Mungkin hanya itu yang kubutuhkan saat ini." Ucapku seraya tersenyum pada Paul. Dan Paul pun mengangguk.
"Jika ada lagi yang kau butuhkan, kau bisa menghubungiku atau Paul." Ucap paman Mark seraya tersenyum lebar. Aku mengangguk.
"Berangkat latihan sekarang?" ujar Paul. Aku mengangguk kemudian berlalu kekamarku untuk mengambil barang – barang yang kubutuhkan.
Nah, sekarang Alexa udah menyetujui 'pekerjaan barunya' nih. Kira – kira gimana ya ekspresi Zayn pas bertemu Alexa? Next Chap!
Jgn lupa vomment!xx
KAMU SEDANG MEMBACA
BODYGUARD [ OneDirection ] - ON HOLD-
Fanfiction"ini mendesak. Mereka dalam bahaya." Alexandra Victoria Wills hidup berdua dengan ayahnya sejak kepergian ibunya saat ia berusia 5 tahun. Sejak saat itu Alexa benci menangis. Karna akan mengingatkannya pada kepergian ibunya. Namun seorang pria angg...
![BODYGUARD [ OneDirection ] - ON HOLD-](https://img.wattpad.com/cover/47156597-64-k418881.jpg)