{ s i x t e e n }

558 50 3
                                        

MAAF BARU UPDATE YAAA MAKASIH YANG UDAH NUNGGUIN DAN MASIH SETIA BACA

-author

***

Sesampainya diruang meeting, aku mengambil tempat disebelah Jess. Disana sudah ada paman Mark, Paul, Jess dan Ben. Jess menyenggol bahuku. Aku menoleh kepadanya. "Ada apa?" ujarku. Jess mendekat. "kau berhutang cerita padaku tentang apa yang terjadi semalam antara kau dan Zayn." bisiknya. Aku membelalakkan mataku. Dan Jess tertawa seraya menutup mulutnya. Aku memperhatikan sekitar dan kini semua orang telah memasuki ruangan. Jadi aku memukul pelan bahu Jess. 'Not now, Jess.' Ucapku tanpa suara. Jess hanya mengangguk dengan sisa tawanya. Aku menggeleng kecil. Dan mataku bertatapan dengan mata hazel milik Zayn. Aku tersenyum kecil menghilangkan kecanggungan ini. Dan ia balas tersenyum.

"So, Alexa. Apa rencanamu selanjutnya?" ujar Paul menamparku kedunia nyata. Aku berdehem sekali.

"Ekhem. Aku akan pergi ke Littlehampton. Mencari keberadaan Josh. Bagaimanapun juga aku membutuhkannya." Ujarku tegas. Ben menggeleng tidak percaya.

"I've told you, Lex. Tolong jangan keras kepala." Ujar Ben. Aku menghembuskan nafas panjang.

"Ben Anderson, aku tahu siapa yang akan kuhadapi dan bagaimana cara menghadapinya. Jadi terserah kau setuju atau tidak aku akan tetap memasukkannya kedalam timku. Paman Mark, jam berapa kita berangkat ke Littlehampton?" ujarku dengan tegas.

"Tunggu. Kau bahkan bukan ketua dalam tim ini, Lex." ujar Ben. Aku memasang tampang kesal pada Ben.

"Aku ketuanya Ben. Aku yang memasukkanmu dalam timku. Apa maksudmu?" ujarku. "Ben, she's the leader." Ujar paman Mark membelaku. Aku tersenyum penuh kemenangan. Sementara Jess tertawa.

"Jadi kita akan berangkat?" ujar Paul. Aku menganguk. "Ya, bagaimana kalau kita berangkat pukul 10 pagi ini?" ujarku. Jess, paman Mark dan Paul mengangguk.

"Kau ikut?" tanyaku pada Jess. Dan ia mengangguk. Aku berdiri diikuti Jess. "Aku akan bersiap – siap." Ujarku dan berjalan keluar ruang rapat.

[Author's POV]

"Alexa yang keras kepala." Ujar Mark seraya tertawa kecil. "Ben, ikutlah. Mengalah saja padanya. Kau tahu, itu memang sifatnya." Ujar Mark.

"Gadis keras kepala yang menyebalkan. Namun bisa menjadi gadis yang menyenangkan." Ujar Ben diikuti tawa darinya, Paul dan Mark.

"Baiklah, kau ikut? Lebih baik kau bersiap – siap." Ujar Mark.

"Tentu, aku akan menjaga dua anak – anak itu. aku akan bersiap – siap." Ujar Ben. Paul mengangguk dan Mark tersenyum.

"Ide yang bagus. Kami duluan." Ujar Paul seraya meninggalkan ruang meeting bersama Mark.

"Ben? Kurasa aku butuh bicara denganmu sebentar. Bisa?" ujar seorang pria keturunan pakistan itu menahan Ben untuk pergi.

"Aku? Ayolah. Kau ingin membicarakan apa?" ujar Ben seraya duduk didepan Zayn.

"Kita bicara diluar saja. Bisakan?" ujar Zayn. ben memasang muka serius yang agak kaget kemudian tersenyum dan mengangguk.

"Baiklah." Ujar Ben kemudian menyusul Zayn keluar dari ruang meeting.

[Zayn's POV]

Aku berusaha menenangkan pikiranku. Agar ku tahu sebenarnya apa yang terjadi antara ia dan Alexa. Aku melangkah kearah kolam renang diluar. Diikuti dengan langkah kaki dari Ben. Aku duduk di sebuah bangku pinggir kolam.

BODYGUARD  [ OneDirection ] - ON HOLD-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang