Mark menghentikan Range rovernya didepan sebuah rumah yang cukup luas dengan cat putih yang sederhana. Matahari sudah tenggalam. Jam ditangan kirinya menunjukkan pukul 7. "Sepertinya rumah ini kosong, Mark." Ujar Paul.sementara Mark masih melihat – lihat apakah ada orang didalam rumah tersebut.
"Lebih baik kita tunggu saja." Ujar Paul lagi. Mark setuju dan mengangguk. Tak lama kemudian sebuah mobil chevrolet cruze datang dan terparkir tepat didepan range rover milik Mark. "Sepertinya itu dia." Ucap Mark. Paul mengangguk dan mereka berdua turun dari mobil. Setelah Mark menutup pintu mobilnya seorang lelaki turun dari chevrolet cruze itu dan wajahnya seketika berubah excited setelah melihat mark.
"Holy shit! Mark Jarvis!" ujar Rob. Kemudian mereka berdua berpelukan ala lelaki. "oh, yeah!. Robert Wills!" ujar Mark. Setelah melepaskan pelukannya Rob menoleh pada Paul.
"I'm Paul. Paul Higgins. Senang bertemu dengan anda, Mr.Wills." ujar Paul seraya mengulurkkan tangannya kearah Rob. Rob menjabat tangan Paul.
"it's nice to meet you too, Mr. Higgins. Tapi panggil saja aku, Rob." Ujar Rob seraya tersenyum dan melepaskan jabatan tangannya pada Paul.
"Masuklah, dan aku akan buatkan kopi favoritku." Ujar Rob. Kemudian Paul dan Mark mengikuti Rob.
"Buat diri kalian nyaman, aku akan segera kembali." Ujar Rob kemudian meninggalkan Paul dan Mark di ruang tamu.
Mark duduk diatas sofa putih yang nyaman. "Sudah lama aku tidak kembali kesini." Ujar Mark pada dirinya sendiri. Paul tertarik pada beberapa foto yang dipajang diatas bupet. Melihat dengan teliti satu persatu foto disana.
"Inikah orang yang kau maksud?" ujar Paul seraya menyerahkan sebuah foto berbingkai putih. Dalam foto tersebut ada Rob dan Alexa yang memeluk Rob dari belakang. mark mengambil foto tersebut. Kemudian memperhatikan foto tersebut dan tersenyum.
"Percaya atau tidak, terakhir kali aku melihatnya, tingginya masih sepinggangku." Ujar Mark seraya tertawa kecil. Paul tersenyum lebar.
"Dia tumbuh sangat cepat, Mark." Ujar Rob yang datang dari dapur dengan 2 cangkir kopi ditangannya. Kemudian Rob berjalan meletakkan dua cangkir ditangannya diatas meja. Kemudian duduk dikursi yang bersebrangan dengan sofa yang Mark duduki. Sementara Paul masih asik melihat-lihat foto diatas bupet.
"Kemana dia?" tanya Mark.
"Bekerja. Dan akan pulang sekitar pukul 8." Jawab Rob.
"Bagaimana kabarmu? Dan bagaimana kabar Alexa?" ujar Mark.
"Baik, Alexa pun baik. Bagaimana denganmu? Seorang Mark Jarvis tentunya sangat sibuk saat ini." Ujar Rob seraya tertawa kecil.
"Seperti yang kau lihat, aku tidak begitu sibuk, Rob. One Direction sedang libur selama 1 bulan sebelum kembali melanjutkan tournya." Ujar Mark. Rob mengangguk. Paul akhirnya duduk setelah puas melihat beragam foto keluarga Wills diatas bupet.
"Kau tahu, putrimu sangat cantik, Mr. Rob." Ujar Paul. Mark dan Rob tertawa.
"Persis seperti ibunya." Ucap Rob disela tawanya.
"Aku tak yakin jika putrimu pernah menjadi penembak jitu dalam pasukan Royal Marine." Ujar Paul seraya tertawa kecil.
"Oh, kau belum tahu. Waktu berusia 7 tahun ia berani memukul seorang teman prianya sampai bibir anak lelaki malang itu berdarah karena lelaki itu menghina sahabatnya. Anak yang hebat bukan?" ujar Mark.
"Oh, kau masih meningatnya, Mark. Kau sungguh paman yang baik. Dan kau tak boleh lupa bahwa ia pernah mendiamkanku diulang tahunnya yang ke-10 hanya karna aku tak memenuhi permintaannya untuk menonton pertandingan tim sepakbola kesayangannya." Ujar Rob
"Kau bercanda? Seorang gadis berusia 10 tahun sudah memiliki kecintaan pada sepakbola? Sungguh putrimu sangat mengejutkan, Rob!" ujar Paul.
"Dan akhirnya Rob dan putri kecilnya pergi menonton Manchester United melawan Chelsea 3 hari kemudian. Sungguh ayah yang baik." Ujar Mark.
"Aku hanya tak sanggup jika Alexa tidak berbicara padaku terus menerus. Maka aku mengalah." Ujar Rob.
"Apakah ia masih menggilai tim sepakbolanya seperti dulu? Atau kini sudah berubah menjadi putri cantik dan anggun idaman banyak pria?" ujar Paul.
"Yea, dia tak pernah ketinggalan menonton siaran langsung di televisi bahkan kadang menontonnya secara langsung bersamaku atau bersama teman-temannya. Dan, ya dia menjelma menjadi putri cantik yang digilai teman-temannya. Bahkan ketika masih dalam pasukan Royal Marine beberapa pria datang padaku untuk menjadi kekasihnya. Walaupun tak pernah ada satupun yang ia terima." Ujar Rob seraya tersenyum lebar.
Perbincangan ketiga pria tersebut masih berlanjut seraya menunggu Alexa tiba di rumah..
[ Alexa's POV ]
Ketika aku sampai dirumah, ada sebuah range rover hitam dihalaman rumahku. 'mobil siapa ini? Mungkin teman Dad.' Batinku. Aku masuk kedalam rumah. Dan terdengar suara beberapa lelaki. "Dad, aku pulang." Ucapku agak kencang seraya perlahan berjalan kkearah ruang tamu.
"Oh, ini dia keponakan kesayanganku!" ujar seorang pria yang aku sangat mengenalinya. Meskipun bukan paman kandungku, ia teman dekat dan dulu kerap kali mengunjungiku.
"Uncle Mark!" ujarku. Aku berjalan kearahnya kemudian ia berdiri memelukku. Lantas aku balas memeluknya.
"Kau benar-benar sudah dewasa sekarang." Ujar Paman Mark.
Aku hanya tersenyum dan merenggangkan pelukan. Mataku tertuju pada seseorang disamping Paman Mark. Aku tersenyum pada orang itu dan menjulurkan tanganku. "Alexandra Wills." Ujarku.
"Paul Higgins. Ayahmu bercerita banyak tentang mu, gadis sepakbola." Ujar Paul. Sementara Dad dan Paman Mark tertawa.
"Kau selalu menceritakan tentangku pada semua teman – temanmu, Dad." Ujarku seraya menghela nafas.
"Itu karna aku bangga memilikimu dalam hidupku, Lex." Ujar Dad. Aku hanya tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku akan kekamar beristirahat." Ucapku seraya tersenyum.
"Tunggu, Alexa." Ucap Paman Mark ketika aku hendak memutar badan.
"Ada apa, paman?" ujarku bingung. Seketika wajah Paman Mark dan Paul berubah serius. Dad terlihat bingung meski senyumannya tak lepas dari wajahnya. Ia sedang berfikir positif.
"Aku kemari selain untuk bertemu ayahmu, aku juga ingin membicarakan beberapa hal padamu. Dudukah.." ucap paman Mark berusaha terlihat tenang. Aku meletakkan bokongku diatas kursi yang berada disebelah Dad. Paman Mark menarik nafas panjang dan membuangnya. Ia menoleh ragu pada Paul. Aku merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. Firasatku tidak enak...
Hayoo ada apa ya Paul sama Mark dateng kerumah Alexa? Pasti kalian udah tau deh ^^
Please vomment ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
BODYGUARD [ OneDirection ] - ON HOLD-
Fanfiction"ini mendesak. Mereka dalam bahaya." Alexandra Victoria Wills hidup berdua dengan ayahnya sejak kepergian ibunya saat ia berusia 5 tahun. Sejak saat itu Alexa benci menangis. Karna akan mengingatkannya pada kepergian ibunya. Namun seorang pria angg...
![BODYGUARD [ OneDirection ] - ON HOLD-](https://img.wattpad.com/cover/47156597-64-k418881.jpg)