{ f i f t e e n }

623 49 3
                                        

HAAAAAIIIII SORRY FOR LATE UPDATE EVERYONE!!

AS YOU KNOW COLLAGE STUFFS IS MAKES ME ASDFGHJKL

WELL THIS IS LONG CHAPTER, ENJOY;)

::Zalexa moment::


* * * B O D Y G U A R D * * *


[ Zayn's POV ]

Aku refleks menghentakkan kakiku dengan keras ketika melihat Alexa dan Ben berpelukan mesra. Ya, setelah Louis, Liam dan Niall memutuskan untuk tidur. Sementara Jess dan Harry pergi kebawah entah sedang apa. Aku memutuskan untuk mengintip Alexa dan Ben. Percakapan mereka memang tidak terdengar jelas namun aku dapat melihat gerak - gerik mereka. Dan pemandangan manis itu terpampang jelas didepanku. Sarkas, aku tahu.

Aku sedang didalam kamar. Menahan emosiku. Sebenarnya aku bingung. Mengapa aku marah? Mengapa aku kesal? Aku bahkan baru bertemu dengan Alexa beberapa hari. Jadi mana mungkin aku.. Oh, itu tidak mungkin. Tidak akan mungkin. Aku melangkah mondar - mandir didepan ranjangku. Sial. Mengapa wajah Alexa terus terbayang diotakku? Dan mengapa suaranya seperti gema dikepalaku? Ugh, aku harus segera membuang Alexa jauh - jauh dari pikiranku. Aku mengambil sekotak rokok dan berjalan keluar kamar. Saat aku membuka pintu kamar, aku mendapati Ben sedang berjalan menuju lift. Itu tandanya pembicaraannya dengan Alexa sudah berakhir. Aku memutuskan pergi ke balkon. Dan ternyata, Alexa masih disana. Berdiri menatap lampu - lampu kota.

Tiba - tiba rasa kesalku menghilang saat melihat Alexa. Aneh bukan? Bisa kau tanya pada hatiku? Aku bahkan tak mengerti apa yang terjadi padaku. Tanpa pikir panjang, aku mendekati Alexa.

"A great view, right?" ucapku yang berhasil membuat Alexa menoleh kebelakang. Ia bernafas lega dan tertawa kecil. Membuatku refleks ikut tertawa. Entah mengapa mendengarnya tertawa membuatku lebih tenang. Eh? Lupakan. Aku berdiri disamping kanannya.

"Kau mengagetkanku, Z." Ujarnya. Aku hanya tersenyum. Ia kembali menatap lampu - lampu kota yang terlihat indah. Aku menyandarkan pinggulku pada pagar pembatas sehingga posisiku dan Alexa berlawanan. Aku menoleh kebelakang, ikut menatap lampu - lampu kota yang indah. Alexa menyadari sekotak rokok yang ada ditanganku.

"Kau merokok?" ujarku. Ia menggeleng. "Aku tidak suka rokok, aku benci asap rokok, dan kau tahu? Sebenarnya aku membenci orang yang merokok didekatku." Ujarnya.

"Kalau begitu, aku akan batalkan niatku untuk merokok." Ujarku seraya tersenyum setelah memasukkan kotak rokok yang ada ditanganku kedalam saku celanaku. Alexa tersenyum lebar.

"Terimakasih." Ujarnya seraya tersenyum. Aku menautkan kedua alisku.

"Untuk?" tanyaku. Ia tersenyum. "Untuk tidak merokok didekatku." Ujarnya masih dengan senyumannya yang kini membuatku betah menatap wajahnya lama - lama. Aku tertawa kecil dan mengangguk. Ia kembali menatap pemandangan indah dihadapannya. Keheningan sesaat tercipta diantara kami.

"Kenapa kau masih disini?" tanyaku. Ia mengangkat kedua bahunya.

"Tidak tahu. Hanya saja, berada disini membuatku nyaman." Ujarnya seraya tersenyum tanpa menoleh kearahku. Aku setuju denganmu, Lex. ini juga tempat favoritku. Terlebih denganmu disampingku. Oh, Zayn kau terdengar menjijikkan.

"Sudah hampir larut, Lex. Kembalilah kekamarmu." Ujarku seraya menoleh kearahnya. Ia menoleh kearahku, kemudian tertawa. Meskipun tawanya membuatku tersenyum lebar, aku masih bingung. Mengapa ia tertawa?

BODYGUARD  [ OneDirection ] - ON HOLD-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang