56

26 2 1
                                        

night 21:30

yoshi duduk melamun di atas tangga

mashiho hendak turun tapi melihat abangnya duduk termenung membuatnya menggelengkan kepalanya pelan

"oy, ngapa lu, kek pengemis ae"

"hah mulut sadis lu gua cium, nyaho lu"

"najis asw. minggir lu ngalangin jalan"

"gua lagi bingung"

mashiho ikut duduk di samping abangnya

"ngapa emang?"

"kemarin sahi habis main kuda kudaan sama si miskin"

plok

"mulut lu jan sembarang ngucap dong tolol"

"beneran, si jae yang bilang"

"salah denger paling"

"jae gak budeg, coba lu tanya ke sahi, siapa tau jawabnya valid"

"ok, lu tunggu sini, biar gua yang tanya" mashiho berdiri lalu ngacir ke kamar sahi

"gua lalai jagain adek, maafin yoshi yah bun" bisik yoshi pelan

kamar sahi

mashi masuk kamar adeknya

sahi rebahan sambil vc

"udah malam gini belum tidur?"

"hehe lagi vc sama taro"

"matiin dulu hp nya, abang mau ngomong nih" shiho duduk di kursi

sahi matiin vc nya lalu duduk

"mode waras, kebetulan banget nih" batin shiho

"gimana bang?"

"seru banget ngobrol ama taro, lagi bahas apa?"

"bahas posisi main"

"main apa?"

"kuda kudaan"

tubuh mashiho seketika kaku

mashiho berdiri lalu pergi

"kok pergi, padahal gua belum selesai ngomong" ucap sahi yang tidak didengar mashiho

mashiho kembali duduk di samping yoshi

"oy yoshit"

"gimana jawabnya?"

"sahi..."

"kenapa?"

"anu ketemu anu jadi...?"

"kentu"

"itu jawabannya"

yoshi langsung tergeletak di lantai

"jangan mati dulu dong kampret!" mashiho agak syok

"jadi beneran gak perjaka?"

"iya" jawab shiho lemas

"gua lalai jagain sahi, sahi di luar batas. gua harus gimana lagi mashiiii. otak gua capek mikirin sahi"

sahi keluar dari kamar

"abang kenapa rebahan di sini?"

"yaalaw sahiii gua lemes sa" yoshi masih lemes

mashiho mijit tangan yoshi

"abang sakit?" sahi jongkok di samping yoshi

"gara gara lu. elu bikin ulah apa sama taro?!"

"ulah apaan sih?" sahi bingung

yoshi duduk dan menghadap ke sahi

"elu tadi bahas apa sama kotaro?" tanya mashi

"posisi main"

"adek main apa sama taro" yoshi bertanya lembut

"kuda kudaan"

"posisinya gimana?" tanya yoshi

"taro di bawah, sahi di atas. tapi kalau main lagi, nanti sahi pengen di bawah. ganti posisi"

yoshi hampir mati dengar jawaban asahi

"udah udah gua nyerah, mau gak mau gua restui hubungan kalian berdua. ini udah terlanjur dalam" yoshi tak mau semakin rumit, ia memutuskan restu dadakan

"jadi gua boleh sama taro?" sahi tersenyum

"iya iya, besok pulsek suruh taro ke sini" berat rasanya mendengar penjelasan adeknya.yoshi hanya ingin adeknya bahagia

jika ini takdir, maka yoshi harus menyerahkan asahi pada kotaro nantinya

tubuh shiho lemas saat tau abangnya menyerah untuk pertama kalinya

hanya karna adeknya yang main terlalu dalam

"yeeeee makasih abang yoshiiiii. sahi sayang abang" sahi memeluk yoshi

yoshi mengusap punggung adeknya namun air matanya tak berhenti mengalir

mashiho mengusap air mata yoshi

"tahan dulu jangan nangis disini" mashiho memberi isyarat

yoshi mengangguk pelan

sahi melepas pelukan

"makasih abang. sahi seneng"

"i..iya. abang ke kamar dulu"

...

kamar yoshi

"sahi yang gua jaga setengah mati sekarang udah gede hiks hiks bentar lagi gua nyerahin sahi ke orang lain hiks hiks gua belum rela melepas sahi dari jangkauan gua hiks hiks"

mashiho mengusap punggung yoshi

"mau gimanapun kalau takdir sudah berkehendak, kita gak bisa ngerubah"

"sahi si kecil special udah milih pasangan, dia udah gede ternyata"

"gak kerasa, waktu cepet banget. baru kemaren gua gendong sahi di TK ehh sekarang udah SMA, lulus nanti bakal nikah" mashi terbayang masa kecil sahi

"tidur aja yuk, kepala gua pusing"

"gua temenin"

yoshi mengangguk

esok

di ruang tengah

junkyu mashiho jaehyuk asahi yedam dan doy ngumpul

sahi pagi ini ceria semangat 69

"seneng banget, ada cerita apa nih?" tanya jae ke sahi

"hubungan gua dan taro direstui abang yoshi"

"kapan?" junkyu

"pagi pagi masih mimpi lu?" jae

"halu nya ketinggian" yedam

"taro siapa?" doy ketinggalan berita

mashiho menunduk liat hp

"tadi malam, abang yoshi setuju. tuh saksinya abang mashi"

semua mata menatap mashiho

"iya dia bener" jawab mashiho singkat

"what the ffffff" mulut jae di bekep junkyu

"jan kebablasan pekak!" junkyu

jae mengangguk

"sejak kapan abang yoshi mau nerima orang miskin?" yedam

doy menatap mata sahi

yoshi baru saja turun dari lantai 2

"kok masih ngumpul disini, ayo berangkat, nanti telat" ucap yoshi sambil merapikan jas nya

mereka pada jalan menuju pintu utama

"bang sahi gak pintar jawab ternyata" batin doy



tbc...

yoshi dan 9 adiknya S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang