CHAPTERR 16 : Kotak Kardus Aneh.
***
Bel istirahat berbunyi dengan lantang, seorang cowo bermata elang itu membereskan bukunya berniat untuk pergi ke kantin. Sebagian murid dikelas itu sudah pergi untuk mengisi perut mereka yang keroncongan. Sedangkan Azel baru saja menyelesaikan membereskan meja, seorang cowok dengan badan yang putih pucat itu menghampirinya. Azel tentu saja langsung berdiri hendak pergi meninggalkannya, namun suara yang sangat familiar itu memasuki gendang telinganya yang mengharuskan cowok itu berhenti.
Azar, cowok itu, langsung mendekat kearah abangnya. Namun hanya gerak gerik gelisah yang Azar tunjukan, membuat Azel memutar bola matanya dengan malas.
Lama menunggu Azar untuk berbicara, akhirnya Azel memilih untuk pergi saja. Namun tangannya di tarik oleh Azar seolah tidak boleh pergi.
"Apaan sih?!" bentak Azel kesal.
"Tunggu, gue--"
"Apa? Lo nyuruh gue liatin lo yang nggak jelas ini?" Azel menyentak tangannya agar lepas dari genggaman tangan Azar.
Azar diam, ia makin bingung untuk meminta maaf kepada abangnya. Ia tau kalau Azel itu susah untuk memaafkan seseorang, apalagi adiknya sendiri. Azel pasti akan menolak mentah-mentah jika mendapatkan permintaan maaf dari kedua adiknya.
Memang susah untuk meminta maaf kepada Azel, tetapi setelah mendapatkan maaf dari cowok itu sudah dipastikan tidak akan pernah di bahas olehnya.
"Gue minta maaf, bang. Maaf kalo selama ini gue sama Pajero selalu bikin lo susah, tapi kita nggak bermaksud buat bikin lo susah, bang. Gue sama Pajero selama ini mati-matian buat nggak cari masalah tapi ada aja yang bikin gue sama Pajero emosi. Iya, gue tau harus kontrol emosi, tapi kalo dibiarin mereka semakin menjadi-jadi buat olok-olok keluarga kita. Gue minta maaf, bang. Gue harap lo bisa maafin gue sama Pajero, walaupun tuh anak belum minta maaf tapi gue yakin dia nyesel udah ngelawan lo kemarin." ujar Azar panjang dengan senyuman di akhir kalimat.
Azel mendengkus kesal sambil melirik sinis kearah Azar, namun saat ia membuang muka tersenyum sedikit.
"Lo maafin gue?" Azar membalikan tubuh abangnya agar menghadap dirinya.
Lantas Azel langsung memasang muka jutek seperti sebelumnya. Seperti biasa, anak pertama selalu gengsi apalagi seorang cowok.
"Nggak, gue belum maafin lo apalagi Pajero. Cuma gue rasa, gue juga salah sama lo berdua. Gue selalu emosian kalo ngadepin sesuatu, tapi gue lakuin itu supaya kalian mau dengerin gue aja, udah." Azel tertawa konyol saat mengingat dirinya selalu berbicara dengan kedua adiknya menggunakan nada tinggi.
Azar tersenyum sipit, "Gue tau kok, Bang. Cuma kalo gue kasih tau kalo gue tau, lo bakal ngamuk juga."
"Hah?"
"Heh."
"Apasih, nggak jelas."
Keduanya tertawa bersama.
"GUE NGGAK DI AJAK?!"
Sontak Azel dan Azar menoleh kearah pintu kelas. Disana, seorang cowok dengan tubuh yang lebih pendek dari keduanya itu berteriak. Bajunya dikeluarkan serta kacamatanya sudah hilang entah kemana.
Ya, Alfa. Ia berjalan menghentakan kakinya menuju kedua saudaranya.
"Dih, sape lo?" Azel memulai pembicaraan, nadanya sinis sambil merangkul adik kecilnya seolah tidak boleh di kubu Alfa.
KAMU SEDANG MEMBACA
A3
RandomIni bukan tentang geng anak sekolah yang terdiri dari tiga orang, melainkan tiga saudara yang memiliki nama yang huruf depannya A dan beragam sifatnya. ⚠️BUKAN BL/HOMO/GAY Start : 08/06/2023 End : -
