[ Romance ]
~ Cium Lagi ~
Suara ketikan keyboard mekanikal dan klik mouse mendominasi kamar yang diterangi oleh pendaran lampu LED RGB berwarna merah keunguan. Di depan dua monitor ultra-lebar, Halilintar duduk dengan postur tegap, mata rubynya fokus menatap layar. Headset gaming bertengger di kepalanya yang tertutup topi merah-hitam khasnya.
Di layar monitor utama, ia sedang berada di ronde penentuan dalam sebuah pertandingan game FPS kompetitif. Di monitor kedua, kolom chat live streaming-nya meluncur dengan kecepatan cahaya.
Halilintar adalah salah satu streamer muda yang sedang naik daun. Pembawaannya yang tenang, ketus, sarkastik, namun sangat jago bermain membuat jumlah penontonnya selalu stabil di angka puluhan ribu. Ia dikenal sebagai sosok yang dingin, tidak pernah flirting dengan penonton, dan sangat tertutup soal kehidupan pribadinya.
"Kananmu, flank dari kanan. Bodoh, jangan maju sendirian," gerutu Halilintar ke arah mikrofonnya, jemarinya bergerak lincah.
Headshot.
"Satu tumbang. Sisanya di site B."
[Chat] HaliGarisKeras: GILA AIM NYA BANG HALI!
[Chat] NoobMaster: Sedingin kulkas dua pintu seperti biasa.
[Chat] BebekGoreng: Bang, udah jam 11 malam nggak capek apa?
Halilintar melirik sekilas ke arah kolom chat saat ronde berakhir dengan tulisan VICTORY besar di layarnya. Ia menghela napas panjang, merenggangkan lehernya hingga terdengar bunyi gemeretak kecil.
"Satu ronde lagi sebelum aku off," ucap Halilintar datar ke arah kamera webcam yang merekamnya.
Di luar identitasnya sebagai streamer terkenal, Halilintar hanyalah mahasiswa semester akhir jurusan Teknik Komputer. Dan ia menyimpan satu rahasia besar yang dijaganya lebih ketat dari password perbankan manapun, ia sudah tinggal satu atap dengan kekasihnya selama setahun terakhir.
Kekasihnya bukan sembarang orang. Ia adalah mahasiswa paling bergengsi di kampus mereka, Bintang Fakultas Kedokteran, peraih IPK sempurna, dan incaran semua orang, Solar.
Cklek.
Suara pintu kamar yang terbuka dengan sangat pelan nyaris tidak terdengar, tertutup oleh suara dari headset Halilintar.
Namun, indera Halilintar menangkap aroma shampoo wangi citrus dan vanila yang sangat familiar merayap masuk ke ruangannya. Sebelum otak Halilintar sempat memproses situasi, sepasang lengan yang terbalut kemeja oversized abu-abu tiba-tiba melingkar di lehernya dari belakang.
Halilintar tersentak kaget. Matanya membelalak.
Sebuah dagu yang runcing bertumpu santai di bahu kanan Halilintar. Wajah Solar menelusup masuk ke dalam ruang pandang Halilintar, meski masih berada sedikit di luar frame webcam.
"Hali..." rengek sebuah suara yang teredam, luar biasa parau dan manja, tepat di dekat telinga Halilintar. "Aku capek nugas..."
Sistem saraf Halilintar rasanya seperti baru saja disambar listrik sepuluh ribu volt. Kepanikannya melonjak hingga ke ubun-ubun.
Sialan! batin Halilintar histeris. Kamera masih menyala!
Dengan gerakan kaku, Halilintar langsung memajukan tubuhnya ke arah meja, berusaha melepaskan diri dari jangkauan kamera sedapat mungkin dan menarik lengan Solar agar bersembunyi di balik punggungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teaser Star - Halisol
FanfictionKarena tidak peduli apa kata astrologi-bagi Halilintar, hanya satu bintang yang menggoda cukup dalam untuk menghancurkannya. Dan itu adalah Solar. Disclaimer - Oneshoot - bxb - Ship Halisol -🍋🔞
