13. keadilan II

0 0 0
                                        

Tampak sebuah gedung bertingkat 6 yang didominasi berwarna gading. Gedung itu memanjang dengan bagian teras diberi pembatas tembok setinggi 1 meter.

Tap
Tap
Tampak seorang pria gemuk seberat 80+ kg berjalan melewati koridor dengan keramik putih tsb, pria itu mengenakan seragam coklat khas seragam guru, perutnya membuncit tampak seperti perut ibu hamil.
Pria itu melangkah sembari menaruh kedua tangannya di belakang pinggangnya, dengan kumis yang tebal serta kebotakan yang tampak di area keningnya.

"Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1900-an bahkan sebelum bangsa asing datang dan membuat perjanjian dengan Thailand. Oleh karna itu, beberapa bangunan sekolah memiliki karakteristik yang menyerupai arsitektur eropa. Selain ruang kelas, sekolah juga menyediakan gedung asrama yang masih berada dalam lingkungan sekolah untuk para siswa. "ucap pria parubaya itu berbicara sembari terus melangkah.

" setelah kelas selesai kamu bisa pindah ke asrama malam ini "ucap pria itu lalu melirik keara seorang pria yang sedari tadi hanya mengikuti punggungnya.

Disana terdapat seorang anak laki laki yang terus mengikuti langkanya.
"Khab"jawab laki-laki itu sembari mengangguk.

Anak itu memiliki rambut hitam ikal, matanya tampak begitu lebar dengan pupil mata hitam.
Bulu matanya tampak begitu tebal dan lentik sangat kontras dengan kulitnya yang tampak begitu putih hampir menyerupai susu.

"Di karenakan sejarah awal berdirinya, sekolah ini menjadi salah satu sekolah dengan siswa-siswi paling berprestasi di seantero Chiang mai, oleh karna itu kebanyakan anak keluaran sekolah ini akan menjadi orang besar di masa depan"ucap pria itu terus memuji sembari menatap anak di belakangnya.

Anak itu mengganggu sembari tersenyum manis sampai matanya menyipit.
"Guru khab, kita sudah melewati kelas sedari tadi namun mengapa saya sama sekali tak menemukan siswa perempuan di gedung ini?"tanya anak lelaki tsb tampak bingung.

"Astaga apa saya lupa menjelaskannya?"tanya guru itu teringat.
"Gedung kelas untuk siswa laki-laki dan perempuan terpisah, lain kelas. Para siswa laki-laki juga hanya akan di ajar oleh guru laki-laki dan begitupula sebaliknya"ucap guru tsb.

Anak itu mengangguk singkat.
"Baik saya mengerti"jawab anak itu sembari tersenyum.
Ketika kami sampai di lantai 4, tepatnya di depan kelas bertuliskan VII 1 langkah kaki pria itu terhenti.

Pria itu tampak mengetuk pintu yang memang sedikit tersingkap.
Setelah ketukan itu terdengar tampak seorang pria keluar dari dalam kelas.
Pria itu tampak sangat tinggi, sampai-sampai pria gemuk itu harus mendongak untuk menatapnya.
Pria itu memiliki rambut berwarna abu-abu tua sama seperti warna pupilnya.

"Swaddi khab, kepala sekolah Munt"ucap pria itu sembari menyatukan kedua tangannya kepada pria gemuk itu.

"Swaddi cha, swaddi cha guru Talay, saya mengantarkan murid pindahan yang akan menetap di kelas anda mulai hari ini"ucap pria gemuk itu sembari tersenyum.
Mata guru itu perlahan melirik keara anak laki laki di samping kepala sekolah.
Anak itu perlahan menyatukan kedua tangannya.
"Swaddi khab, guru "ucap pria itu tersenyum sangat manis.

"Swaddi khab"jawab guru tersebut tersenyum.
"Baiklah, anda bisa menyerahkannya kepada saya sekarang. Terimakasih karna sudah mengantarnya kepala sekolah"ucap guru Talay
"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Aku percayakan murid ini kepada anda, guru Talay"ucap kepala sekolah beranjak pergi.
"Khab"jawab guru itu mengangguk sedikit.

Dua orang lelaki itu lalu masuk kembali kedalam ruang kelas.
"Semuanya perhatian, hari ini kita mendapatkan murid baru"ucap guru Talay membuat para murid yang awalnya sedang sibuk dengan buku mereka langsung menghadap keara papan tulis.

Anak laki-laki itu lalu menyatukan tangannya.
"Swaddi khab, perkenalkan namaku Vino, mari kita saling mengenal"ucap vino tersenyum dengan mata yang terpejam.

"Baiklah, vino. Kau bisa duduk di bangku pojok kanan yang berada di barisan terakhir"ucap guru Talay.
Vini mengangguk

"Ketua kelas, tolong bantu vino untuk pindahan ke asrama nya nanti"ucap guru Talay sembari menatap seorang murid yang memakai kacamata.

"Khab, pak guru"jawab anak lelaki itu mengangguk.
Vino lalu melangkah melewati guru Talay sana mendekati bangku tempatnya duduk.
Tampak pria lain sudah duduk di samping bangku tempat duduknya, pria itu tampak tidur di kelas dengan buku yang menutupi wajahnya.

Vino duduk di samping lelaki tsb.
"Hei vino, perkenalkan namaku Phone aku ketua kelas disini. Jika kau punya pertanyaan, kau bisa langsung bertanya padaku"ucap pria berkacamata berambut hitam dengan poni yang hampir menutupi kacamata nya.

Vino mengangguk singkat dengan senyuman.
"Salam kenal, phone"jawab vino singkat.
Lalu pelajaran berlanjut.
Sampai bel istirahat berdenting.

"Vino ayo cepat, aku akan mengajakmu berkeliling sekolah"ucap phone antusias.
"Baik, tunggu sebentar"ucap vino mengangguk sembari menaruh beberapa buku di meja kedalam laci meja.

Mata vino tampak memperhatikan pria yang sejak tadi terus tidur di sampingnya sekarang telah menghilang dalam sekejap.
...
"Ini adalah kantin sekolah kita, kau bisa membeli makanan berat bahkan makanan ringan disini"ucap phone menjelaskan.
Vino mengangguk.
" Menu paling favorit disini adalah semur babi buatan bibi pah, mari kita akhiri pengenalannya disini. karna jika tidak bergegas kita akan kehabisan jatah semur"ucap phone sembari menarik tangan vino keara satu kios.

Setelah memesan sepiring nasi dengan semur diatasnya, mereka berdua kembali bingung mencari tempat duduk yang kosong.

"Phone..."tiba tiba ada suara memanggil dari bangku yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Di sana tampak 5 pria sedang berbagi meja yang sama.
Phone tampak ragu-ragu untuk meninggalkan vino.
"Pergilah, vino bisa mencari tempat sendiri"ucap vino mengangguk.

Pupil mata vino lalu menjelajahi seluruh kantin, lalu menemukan meja yang hanya di isi oleh 1 orang.
Vino melangkah lalu duduk di bangku panjang yang berhadapan dengannya.

Pria itu melirik singkat keara vino, lalu kembali fokus pada piringnya yang sudah habis setengah.
Vino memperhatikan pria didepannya singkat, lalu ..
"Hei, kau orang yang duduk di sampingku kan?"ucap vino dengan senyuman.
"Perkenalkan namaku Vino, aku baru pindah hari ini"ucap vino mulai berbicara.

Pria itu sama sekali tak menggubris kata-kata vino dan hanya fokus pada piringnya.
"Lalu namamu siapa?"tanya vino tersenyum lebar.
Tangan yang awalnya bergerak seketika terhenti, matanya menatap tajam keara vino yang tampak tak mengerti dengan tatapan tajamnya.

"Asher!"ucap pria itu singkat.
"Salam kenal Asher, mari kita berteman mulai sekarang okey"ucap vino terus bicara.
Asher tak menjawab lalu langsung pergi setelah nasi di piringnya kosong meninggalkan vino yang sama sekali tak menyentuh nasi di piringnya.

Ting Ting
Setelah hari yang panjang bel pulangpun tiba.
"Vino maaf yah, aku tak bisa mengantarmu ke asrama. Aku harus mengikuti latihan club ku"ucap phone tampak begitu menyesal.
"Tak apa"ucap vino singkat.

Mata vino bergerak menatap pria di sampingnya yang akhirnya terbangun dari tidur panjangnya.
"Asher, kau mau kemana setelah ini?"tanya vino membuka obrolan.
Asher tak menjawab dan hanya memasukan buku yang berada di atas meja masuk kedalam laci.

Setelah selesai memasukan buku kedalam laci, Asher berangkat dari bangku dan meninggalkan kelas.
Vino juga ikut bangkit dan mengikuti langkah Asher.
"Asher, apa kau akan pergi ke club hari ini?"tanya vino bertanya.
"....."

"Jika kau tidak pergi ke club, apa kau akan langsung kembali ke asrama?"tanya vino lagi.
"...."

"Aku dengar dari phone, di sekitar sekolah kita ada restoran BBQ yang enak, apa kau mau pergi?. Vino traktir"ucap vino terus melangkah tepat di belakang Asher.

Bruk
"Owh!"
langkah Asher terhenti seketika, hingga vino tak sempat mengerem sehingga membuat wajahnya menabrak punggung Asher.

"Asher, kenapa kau berhenti tiba tiba?"ucap vino sembari menggosok-gosok hidungnya yang tadi menabrak punggung Asher.

"Tinggalkan aku sendiri!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

From Another (BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang