' apa aku pingsan? Tapi kenapa? Mungkin aku terlalu lelah. Aku lapar' gumamku, " ayo kita makan, sepertinya kamu kelaparan" kata ghani sambil menggandeng tanganku dengan cepat aku melepaskan genggaman tangannya dan aku menyerangnya dengan arogan entah apa yang sudah merasukki tubuhku, aku mengicar jantungnya aku mengangkat tanganku dan siap untuk menusuknya " MATI KAU!!!!!" kataku dengan kesal " hei kau sudah gila ya?" Kata ghani dengan memegang tanganku yang ada pisaunya aku kaget Karena dia nisa menangkis seranganku " iya, aku memang sudah gila" kataku dengan senyum jahatku dan aku melepaskan genggamannya, " hei aku tau kau adalah seorang pembunuh, tapi kau harus menghentikannya" kata ghani dengan memegang pundak kiriku aku langsung menolehkan kepalaku " kau ini siapa? Beraninya memerintahku" kataku dengan tatapan sinisku.
Aku mengambil tasku dan membuka tas tersebut, 'What!! Kosong!! Dimana isi tasku' gumamku dan menolehkan wajahku ke arah pria tersebut aku menatapnya tajam " dimana pisau pisauku ? Kau kemanakan pisauku" kataku dengan emosiku yang sudah tidak terkendali aku menyerang pria tersebut dengan sekali lagi. 'Apa!! Dia bisa menangkis seranganku lagi, hmm qku incar saja lengannya' gumamku dengan memfokuskan mataku ke arah lengan kiri pria tersebut dengan cepat aku mengarahkan pisauku. " kau tidak membunuhku karena aku sudah tau semua gerakanmu" kata pria tersebut dengan menggenggam tanganku dengan erat sampai membuat tangan merah, aku melepaskan genggamannya dan terdiam sejenak " sebenarnya kau ini siapa? Kenapa kamu bisa tau tentangku?" kataku dengan menaruh pisauku kembali.
" aku sudah mengenal dirimu sejak lama"
" apa? Kenapa bisa"
" kau tidak perlu tahu, dan tugasku adalah untuk menghentikan perbuatanmu"
" kau ini siapa? Berani beraninya menyuruhku seenaknya saja"
"Kau tidsak perlu tau"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pada keesokkan harinya aku pergi untuk membunuh targetku
Selanjutnya dan keluar dengan mengendap- endap dan menuju pintu depan ' apa!! Kenapa pintunya terkuci' gumamku,aku harus bisa keluar dari rumah ini aku harus membunuh targetku selanjutnya aku memutar otakku dan melihat sekeliling apakah ada celah untuk aku keluar.
Nah itu dia jendela yang tidak di kunci ternyata pria itu sangat ceroboh, aku langsung menuju ke arah jendela tersebut dan melihat situasi yang ada ' ternyata dia sangat ceroboh dalam hal ini, aku harus cepat cepat pergi dari sini' gumamku dan membuka jendela tersebut dengan hati hati.
Setelah berhasil keluar melalui jendela aku membalikkan tubuhku dan apa yang aku lihat sangat membuatku terkejut.
########################################################
Hai readers, maaf ya membuat kalian menunggu chapter ini hehehehe semoga suka
