CHAPTER 21

28 2 3
                                    

Pria tersebut memberikan obat " ini gunakan untuk lukanya, oleskan ke daerah luka" kata pria tadi dan pergi meninggalkannya di depan rumah, Ghani pun menjauhi rumah tersebut dan kembali ke tempat Flo berada.

Tok...Tok...Tok... Aku membukakan pintu dan menyuruhnya masuk, "ini ada obat untuk lukamu,oleskan obat itu di perutmu" kata Ghani yang sedang mengeluarkan obat tersebut dan mengolaskanya tepat di lukaku " kamu mendapatkan obat ini dari mana?" tanyaku dan Ghani hanya terdiam saja setelah selesai aku kembali kekamarku di bantu oleh Ghani " kamu harus banyak istirahat" kata Ghani sembari meninggalkan kamarku.

*skip*

Malam telah tiba bintang-bintang telah bermunculan dan suara di malam hari sangat tenang ' aku tidak boleh berdiam diri di sini' kata batinku, aku mengambil pisauku dan karung yang sudah tidak terpakai dengan cepat aku mengenakan masker untuk menutupi wajahku.

Aku keluar dari kamarku melalui jendela dan berlari ke dalam hutan yang lebat  di tengah perjalanan ada seseorang yang sedang mendekat dengan cepat aku bersembunyi di balik semak-semak belukar, langkahnya semakin mendekat aku menggenggam pisauku dengan erat.

"Flo, kau dimana? Aku yakin kau berada di sini" kata Catrin dengan memanggil namaku langsung ku berlari ke arahnya dan membawanya ke pohon besar yang berada di tengah hutan "ada apa kau memanggilku?" tanyaku sambil memainkan pisauku "aku ingin menawarkan sesuatu untukmu,dan aku hanya ingin kau membunuh seseorang" kata Catrin dengan memainkan rambut panjangnya yang berwana pirang " tapi aku memiliki syarat untukmu sebelum aku membunuh seseorang yang kamu maksud" kataku sambil melihat diriku menggunakan pisau " syaratku sangat mudah yaitu menjadikanmu sebagai asistenku" kataku dengan senyuman jahatku " baik, aku bersedia,jadi kapan kamu akan membunuh orang tersebut?" tanya Catrin dengan penasaran, aku melemparkan pisauku ke arah pohon yang berada di depanku " malam ini juga" kataku sambil mencabut pisau tersebut dari batang pohon tersebut.

Catrin menunjukkan arah, setelah sampai ternyata kita berada di halaman rumah yang di tuju oleh kami aku melihat satu keluarga yang sedang asik menyantap makan malam dan aku bisa melihat betapa hangatnya keluarga itu " itu adalah rumahku dan di dalamnya adalah keluargaku" kata Catrin dengan datar aku melihat ekspresi raut wajah Catrin aku melihat dari raut wajahnya dia menyimpan kepedihan yang mendalam di sertai dendam.

############################

Selesai sudah part ini

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 07, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

my gloomy worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang