chapter 16- austin and kristen marriage.

1K 69 0
                                        

" what the fuck! Mengapa aku tak mempunyai satupun dress Yang kupunya untuk kugunakan ke pernikahan kristen dan austin! Ah wanita macam apa aku ini!" Rutuk ku pada diriku sendiri .

" elle! Jangan berteriak! Kau membuat telingaku pecah" teriak skandar dan alice bersama an .

'Mereka kompak sekali. Ah! Sepertinya mereka berjodoh' pikirku.

" i don't care!" Teriak ku balik .

Tak sampai semenit , seseorang mendobrak pintu kamarku dengan keras. Aku kira dia monster, ternyata alice .

" kau ini kenapa ? Aku tak bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas kimia ku!" Kesal alice padaku.

Lalu, skandar masuk kedalam kamarku juga .

" jika kau berteriak lagi. Akan kubunuh kau sekarang juga!" Ancam skandar.

' kau tak akan melakukan nya' batinku .

" kata siapa! Sudahlah , aku sedang tak ingin bertengkar. Lagipula kau ini mengapa berteriak sekeras itu?" Tanya nya dengan kesal .

Aku menghempaskan nafas ku ,

" i just feel so confused! Aku tak punya satupun dress yang bisa kukenakan untuk menghadiri acara pernikahan austin dan kristen" ucapku pasrah.

Mereka berdua terkejut , kenapa? . Lalu menepuk dahi mereka. Sudah kubilang , mereka kompak.

" oh astaga! Kenapa aku bisa lupa !" Pekik skandar lalu berlari keluar dari kamar .

Oh, jadi dia kelupaan .. astaga , tumben sekali.

" dan kau alice , apakah kau juga melupakan hal ini?" Tanyaku.

Dia hanya mengangguk, lalu pergi . Sudah kuduga!

Sekarang, aku dibingungkan lagi .

" ahhh terus aku mau pake baju apa?" Tanyaku pada diriku sendiri.

" elle, kemarilah! Aku punya dress yang pantas untuk mu!" Teriak alice dari kamar nya .

Senyumanku mengembang , beruntung sekali aku hari ini.

Akupun berlari menuju kamar alice. Kulihat kamar nya berantakan sekali. Baju-baju yang tergeletak di mana-mana.

" astaga ! Alice! Apa yang kau perbuat? " tanyaku dengan mimik wajah terkejut.

" jangan banyak berkomentar! Tinggal pilih salah satu dress yang kau suka" ketus alice.

Oh , baiklah. Kurasa membuatnya emosi bukanlah suatu hal yang tepat.

Pandangan mataku menelusuri seluruh dress milik alice . Sampai tatapan ku terjatuh pada suatu dress bewarna biru muda. Pendek nya diatas lututku. Tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Jadi, aku tidak perlu khawatir kalau justin akan mengomeliku di pesta nanti.

Akupun langsung mengambil dress itu lalu lari ke kamarku. Aku harus segera bersiap, karena acaranya akan dimulai pukul 10 am . Sedangkan sekarang, pukul 9.30 am .

Eh iya , ngomong-ngomong , kemarin pagi aku tak bertemu dengan allie. Kira-kira dia dimana ya?
Dan mellisa , semua rasa curiga ku yang kulempar padanya hancur seketika. Karena aku tahu , dia mempunyai cahaya putih dalam dirinya. Aku tidak perlu khawatir lagi.

Aku memoleskan bedak dan lipgloss ke wajahku. Aku harus tampil secantik mungkin. Eh iya, aku baru teringat. Pasti disana ada keluarga justin dan kedua orang tuaku. Apakah aku harus menyamar? Tapi bagaimana ?

" jangan menyamar! Mereka harus tahu kalau kau masih hidup" ucap skandar yang telah berdiri di depanku. aku sedikit terkejut. Bagaimana tidak , tiba-tiba wajahnya tepat berada di depanku.

" but"

" no buts"

" skandar! Aku takut, jika aku membongkar penyamaran ku, maka rencana kita akan gagal"

" tak perlu khawatir. Tugas kita sudah selesai" balas skandar.

Aku terdiam ,
Memikirkan apa yang baru saja keluar dari mulut nya. Tugas kami telah terselesaikan ?

" skand-?" Belum selesai aku berkata, dia sudah memotong perkataan ku.

" aku sudah tahu siapa mereka . Dan mereka sudah tahu kita" sahut nya.

Aku hendak berkata, tapi dia memotong perkataanku lagi.

" buka sedikit tirai jendelamu , mereka sedang mengawasi kita" ucap nya.

Aku berjalan perlahan ,
Membuka sedikit tirai jendelaku.
Aku terbelak , menganga seketika..
Aku tak percaya ini .

' katakan kalau ini adalah sebuah kesalahan. Mereka berdua mempunyai cahaya hitam' batin ku .

------------

Hayo... kira-kira siapa ya? Ayo.. sedikit lagi mau terbongkar. Masak yang dimaksud elle itu mellisa? Tentu saja bukan ,
Bukan nya tadi elle bilang, kalau mellisa mempunyai cahaya bewarna putih.

Tuh kan! Ayo tebak ....

BACK TO YOU -MHIAV THIRD SEQUELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang