Derap langkah kaki terdengar jelas saat ia melewati koridor sepi. Berjalan dengan langkah besar menuju perpustakaan untuk mengambil beberapa buku untuk referensi skripsinya. Sudah beberapa hari ini ia mengurus skripsi hingga tidak sempat menemui Hailee lagi.
Luke membuka pintu perpustakaan hingga suhu ruangan yang dingin menusuk kulitnya, ia berjalan pelan menuju rak-rak buku yang besar dan menjulang ke atas. Tidak ada debu sedikit pun yang menempel, baik pada rak itu sendiri maupun bukunya. Jari-jarinya menelusuri setiap rak mencari hal yang sama dengan isi skripsinya.
"Ini kali ya?" Buku dengan kertas halaman yang cukup banyak itu ia angkat, membulak-balikkannya untuk melihat lebih jelas. Setelah merasa buku itu adalah pilihan yang tepat, Luke membawanya ke depan untuk di stampel tanda peminjaman perpustakaan.
Baru kakinya berjalan beberapa langkah, matanya menangkap sosok wanita cantik dengan tubuh mungil. Matanya bulat dengan pupil berwarna biru muda, bisa terlihat dari jarak yang tidak jauh maupun dekat itu. Rambut ovalnya menutupi sebagian wajahnya. Tangan putih dan kecilnya itu sedikit susah membawa tumpukan buku yang cukup banyak.
Luke melihat jengah wanita itu, kenapa mesti bawa banyak sih? Emang gak bisa apa bawa satu-satu?
Ia berjalan mendekati wanita itu dan tanpa aba-aba langsung ia bawa dan berjalan lebih dulu di depannya.
"Tunggu, kamu mau bawa kemana bukunya? Kan punya aku!"
Luke terus berjalan tanpa menoleh. "Mau di taro dimana?"
Wanita itu bergumam pelan lalu menunjuk kursi dekat jendela. Luke menaruh buku itu semua di meja dengan sigap ia langsung membalik tubuhnya berniat langsung keluar dan membawa buku pinjamannya. Tapi salah, ia berbalik justru menabrak tubuh wanita itu.
"Eh, maap!"
"Iya gapapa. Makasih ya."
Luke terdiam tidak menjawab. Tidak sengaja ia tadi menatap mata wanita itu, tanpa sadar ia telah masuk terlalu dalam. Rasanya ia seperti melihat mata milik Hailee. Meskipun berbeda warna pupil, tapi sosok Hailee seolah mengikut pada diri wanita itu.
Wanita itu, ah mungkin lebih enak di dengar jika disebut dengan nama aslinya, Elena.
"Kok bengong?"
Luke mengerjapkan matanya seolah ucapan tadi membangunkannya. "Gak, yaudah gue duluan ya."
Elena mengangguk mantap lalu tersenyum tipis pada Luke. Selanjutnya ia membaca buku yang tadi dia bawa.
×
×
×
Luke : ton
Ashton : oit
Luke : anjir tadi gua nemu cewe
Ashton : lah cewe kan emng banyak-_-
Ashton : ogeb wkwa
Luke : maksud gua dia mirip hailee
Ashton : jgn2 dia kembaran hailee yang telah lama hilang???
Luke : eanjing lu kl diajak ngomong yak
Ashton : kita ngetik kale bkn ngomong...
Luke : DAMAT NJINK
Ashton : etwokwkwk yauda trus ceritanya gimana lagi
Luke : ya gitu cakep si tapi tetep aje hailee yang paling cakep setelah emak gua
Luke : cinta banget gua sama emak ama hailee
Ashton : yhaa anjir gua jones sat
Luke : lah terus cewe yang kmrn kmna
Ashton : gua kg dkt sama cewe oi
Luke : si dijjah yellow gimana maksud gua
Ashton : IDIH NAJI$ AMIT AMIT
Luke : wkwk bryana maksudnya
Ashton : au gua belom berani nembak
Luke : halah gembel lu nyali kea tai kucing
Ashton : cot
Ashton : oiye ntar mlm latihan
Luke : yah eek gua pengen kerumah hailee kan
Ashton : latihan dulu nyet
Luke : yaelah mau manggung dmna si
Ashton : ngisi acara ultah woi
Luke : lha bukan ultah anak umur 16-3th gitu kan?
Ashton : kagaklahh buset gua jg ogah
Ashton : anak sma cui cakep wkw gawl gt
Luke : yaudah dah ntar gua dtg
Ashton : iyakkkb
A/n
gabisa manjangin lg oi cuma sampe sgn jangan ngeluh ya maap:-((
KAMU SEDANG MEMBACA
Hemmings
Fanfiction"Aku memang tidak sesempurna lelaki lainnya. Tapi rasa sayangku lebih dari kata sempurna untuk membahagiakanmu." -Luke Hemmings.
