WARNING!!! Adegan 18+.KISSYA POV
Aku seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Karna aku tidak tau sekarang ada dimana dan apa yang sedang kulakukan disini.
Kulihat banyak orang menangis dan tanpa banyak tanya aku mencoba masuk dikerumunan. Semakin aku masuk kedalam kerumunan semakin histeris orang-orang itu menangis.
Kulihat tubuh orang yang sangat kusayang terbaring disana. Dan ada beberapa tubuh lainnya. Aku tak tau kenapa orang yang kuanggap sahabat sekaligus kakakku itu ikut-ikutan terbaring disana.
3 orang laki-laki dan 1 wanita. Otakku mendadak berhenti bekerja untuk mencerna keadaan yang sedang terjadi saat mataku menangkap kaki wanita yang terbentang paling dekat denganku itu berwarna kuning.
Saat kuedarkan pandanganku kearah tubuh-tubuh didepanku. Seketika pandanganku terfokus pada salah satu tubuh yang mempunyai paras yang tak asing dimataku. Tubuh dari seseorang yang selama ini mendekapku, menciumku penuh kasih sayang dan selalu menjagaku.
Kaki ini melangkah mendekat kearahnya. Tanganku bergetar tak menentu, badanku terasa sangat dingin seperti tak ada darah yang mengalir.
Aku membeku ditempat saat kulihat itu benar-benar Albert. Kupandangi tubuh-tubuh yang lainnya.
Laki-laki itu terlihat semakin menguning dan kaku. Begitu juga dengan yang lainnya. Kuberanikan diriku menyentuh wajah sosok yang sangat berarti untukku.
Wajahnya masih hangat. Kucoba menggenggam tangannya. Dan tak ada respon. Seketika setetes air mataku terjatuh.
"Al~" suaraku mulai bergetar saat menyebut namanya.
"Al maksudnya apa ini ? Jangan bikin aku takut Al. Bangun dong." wajahku sebisa mungkin menyunggingkan seulas senyum padanya. Namun gagal, air mata sialan ini yang menghancurkannya.
"Al kok diem sih ?! Bangun yuk, aku takut Al. Ayo kita pergi." tubuh itu masih diam.
Aku menangis saat tak ada respon apapun dari orang itu yang tidak lain adalah Albert. Dan tangisku semakin menjadi saat ada sebuah tangan yang menarikku untuk bangkit. Beberapa orang mengerubungi tubuh Albert yang tak berdaya.
Kulihat 3 tubuh lainnya diangkat seperti digotong oleh beberapa orang. Dan setelah itu kulihat tubuh Albert diperlakukan seperti itu juga.
'Apa-apaan ini! Kenapa Albertku juga diangkat seperti itu ??' Aku berbisik lemah pada angin yang berhembus.
Seketika tubuhku jatuh terduduk. Otakku kupaksa untuk mencerna keadaan yang sedang terjadi.
Namun lagi-lagi aku gagal. Perasaanku lebih mendominasi daripada logikaku. Dan aku hanya bisa menutup wajahku dengan kedua tanganku dan menangis tersedu-sedu.
'Apa yang terjadi Al ? Kenapa kamu secepet itu pergi ? Siapa yang membuatmu menjadi seperti ini ? Hiks.. Albert! Hikss.. siapa yang akan mengajakku pergi nanti ? Siapa yang bakal ndengerin keluh kesahku, kalo kamu pergi ? Bagiku kamu itu udah kek kakakku, saudaraku, pacarku, kamu segalanya buat aku. Please dont go!!'
Aku menangis sejadi-jadinya, sampai aku benar-benar lelah untuk menangis lagi. Kurasakan bibirku mulai memanas begitu juga dengan mataku serta hidung.
Ketika kubuka kedua tepak tangan yang menutupi wajahku. Seketika tubuhku menegang.
Sosok itu! Tubuh itu tersenyum padaku. Dia berjalan kearahku. Tangannya terangkat untuk mengusap wajahku.
"Jangan sedih." dia tersenyum hangat padaku seperti senyum-senyum yang selalu dia berikan padaku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me
Random- Sebagian cerita ini di privat - Seorang gadis manis yang harus terjebak dengan sikap perfeksionis ayahnya dan suatu fakta mengejutkan tentang pernikahan kedua orang tuanya. Dilain sisi dia hanya ingin menjadi seorang gadis remaja seperti yang...