2

3.5K 152 6
                                    


Aku menghubungi nomer 98765 dengan menggunakan handphone Baruni, yah... Hape ku sudah kubuang kemarin. Terdengarlah nada sambung. Tak beberapa lama, suara seorang wanita pun terdengar?

"Moshi.. Moshi..."

Aku gelagapan, "Ah ya... Perkenalkan saya Anohara. Apakah benar ini nomer telefon Akira Nakamura?" tanya ku ragu

Jangan-jangan dia sudah punya istri dan lupa menghapus data nya di biro jodoh, aku menepuk jidat, oh yaampun....

"Ya, benar. Dan apakah ini orang dari biro jodoh?"

Aku mengangguk setuju

"Hallo?"

Aku mengerjap, "Iya. Saya dari biro jodoh. Maaf, ini dengan?"

"Sanara. Sanara Nakamura. Kakak dari Akira Nakamura."

"Oh.. Apa saya bisa bicara dengan Tuan Akira?"

"Maaf, dia sedang bekerja. Apa ada suatu hal?"

"Saya mengambil Tuan Akira dari Biro jodoh itu. Dan bermaksud untuk bertemu serta membicarakan hal ini lebih lanjut."

"Untuk hari ini?"

"Ya, pukul 2 siang. Apa bisa?"

"Aku akan mengabari nya dulu. Nanti kau akan ku beri tau lebih lanjut."

"Baiklah. Terimakasih."

"Ya."

***

"Maaf, hari ini Akira sedang sibuk. Mau janjian di hari lain?"

Aku sedikit berpikir, aku juga ada waktu hari sekarang, kalau besok-besok nya aku tak yakin

"Apa Nona bisa memberitahuku alamat kantor nya?"

"Bisa. Aku kirim lewat sms."

"Baiklah, karena ini sesuatu hal yang penting dan saya tidak bisa menundanya, jadi saya pikir saya harus bertemu dengan nya hari ini dikantor." jelas ku

"Ya."

***

Aku memasuki sebuah gedung yang tidak terlalu tinggi, ya, menuju kantor Akira.

"Apa benar ada pegawai dengan nama Akira Nakamura?"

"Iya, Nona. Dia bekerja di bagian editor. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita muda itu

"Aku bisa bertemu dengan nya?"

"Sebentar Nona."

Dia lalu menghubungi Akira, seperti nya.

"Silahkan masuk keruangan nya di sebelah sana." ujar nya sambil tersenyum dengan tangan yang menunjuk sebuah ruangan

Aku tersenyum, "Terimakasih."

***

Aku membuka pintu perlahan, dan mendapati dua pria didalam ruangan. Aku mengerutkan dahi, apa Akira itu yang disebelah sana?

"Kau Anohara?" tanya pria yang menurutku adalah Akira

"Ya. Tuan Akira?" tanya ku

"Ya benar."

Aku menoleh ke seorang pria yang posisi kerja nya tepat di depan pintu, aku tersenyum sopan padanya. Lalu aku berjalan kearah meja Akira yang dekat dengan jendela.

"Perkenalkan nama saya Anohara. Saya mengambil formulir anda. Dan ingin membicarakan hal itu lebih lanjut." Aku sedikit melirik kearah teman Akira, serius kami akan berdiskusi disini?

[2] My Husbando ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang