Selera makan ku hancur sudah. Aku memilih untuk tidak makan dan membiarkan nya makan sendirian. Lebih lebih aku mencuci baju ku dan baju nya.
Setelah selesai mencuci aku lalu menjemur nya tentu saja. Aku mendapatinya sedang berkutat pada komputer ketika aku berjalan kearah dapur dan berniat untuk mencuci bekas sarapan pagi nya. Aku memang yang memasak makanan ini, tapi aku malah tidak berselara. Akhirnya, aku membuka kulkas dan mengambil buah untuk menganjal perut ku.
Ini benar-benar buruk. Belum satu minggu menikah, hubungan kami sudah serenggang ini.
Aku berjalan kesofa dan memilih untuk menonton tv. Setelah itu aku bersyukur karena aku telah tenggelam dalam acara itu.
***
Aku menaruh nampan yang berisi makanan dengan kesal. Si Akira itu sedang sakit, dan lihatlah ia bahkan tidak mau makan. Yang lebih parah adalah dia mendiami ku dan menutup diri dengan selimut begitu saja. Oh ya Ampun!! Sebenarnya siapa yang pantas marah disini?
"Moshi.. Moshi.."
"Hallo kak, ini aku Anohara."
"Ohya... Ada apa adik ipar?"
"Eum.. Akira sakit." aku agak tidak enak mengucapkan nya. Baru juga menikah, mempelai pria nya sudah sakit. Orang-orang pasti akan menuduhku
"Memang nya berapa ronde kalian semalam?"
Aku terbelalak. Ronde? Ronde?! Bahkan adik mu itu tidak tertarik dengan ku kakkk!!
"Mungkin Akira kelelahan dan sakit. Dia jika kelelahan memang seperti itu. Eum tapi... Jika dia sedang tertekan, biasa nya juga sakit."
Aku mengangguk mengerti
"Tapi kak. Dia tidak mau makan. Bagaimana bisa minum obat?"
"Nah! Itulah. Aku tidak suka Akira yang sakit. Dia itu berlagak sok kuat dengan tidak makan, tidak buang air, dan tidak melakukan apapun. Masalah makan, cobalah terus membujuk nya. Berbaik hatilah. Juga mengalah pada nya."
"Oke kak akan kucoba."
"Dan pesan ku, karena Akira sedang sakit, nanti malam jangan melakukan hal hal yang lain dulu ya. Biarkan Akira istirahat." aku memandang telepon ku tidak percaya
"Iya. Eum... Aku tutup ya kak."
"Oke.."
Tit.
Segera aku menghubungi dokter untuk datang kesini. Setelah itu aku makan makanan yang sebenarnya buat Akira ini. Hahh... Perutku juga lapar.
***
Aku masuk kekamar Akira -maksudku kamar ku juga. Aku meletakkan obat nya diatas nakas. Tadi Dokter sudah memeriksa nya. Dan ini hanya demam biasa. Setelah itu aku menerima resep obat dari nya. Itulah mengapa aku baru saja sampai dirumah setelah menebus obat di apotek terdekat.
Aku keluar dari kamar dan menyiapkan makanan untuk nya. Kali ini dia harus benar-benar makan!
Aku memegang dahi nya yang cukup panas. Dan membangunkan nya. Aku berusaha membujuk nya. Memasang wajah tersedih ku. Heii bagaimanapun aku memang sebenarnya sedih, apa kata orang nanti jika Akira sedang sakit? Pasti orang menuduhku telah menyiksa nya. Padahal Akira lah yang telah menyiksaku.
Tadi aku memang memarahi nya, masalah mimpi basah. Dan mungkin Kak Sanara benar, Akira akan sakit bila dia sedang tertekan. Yah... Mungkin memang salah ku juga
Akhirnya, Akira mau makan. Dia mengambil makanan nya begitu saja dan makan sendiri. Hei.... Tidak biasa jika orang sakit tidak manja. Jadi, aku merebut sendok dan mangkuk nya, lalu akulah yang menyuapinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[2] My Husbando ✔
Romance#BUKAN FANFICTION ANIME# [2/2] Aku berasal dari keluarga yang tercela Mereka terus mencari keberadaan ku Dan aku terus berlari Menjadi hacker beberapa data Untuk menghapus identitas diriku Aku menikah Karena aku masih ingin menjadi wanita terhormat ...