Epilogue

3.3K 166 20
                                    


Aku mencicipi kaldu yang aku buat dipanci. Setelah merasa bahwa rasa nya pas, aku lalu mematikan kompor nya. Bertepatan dengan itu, bel rumah pun bunyi. Aku melirik sebentar kearah jam, sudah pukul 6 malam rupa nya.

"Aku pulang..." teriak Tuan Rumah dengan riang, aku tau apa yang membuat nya bahagia ketika pulang kerumah, sudah beberapa bulan ini Akira tambah senang berada dirumah. Kerja pun selalu tepat waktu pulang nya

"Selamat datang, Akira." sambut ku

Aku lalu membantu melepas dasi nya, membuka dua kancing atas kemeja nya. Akira memberikan tas kerja nya pada ku, aku menerima nya kemudian berjalan kearah sofa, menaruh dasi dan tas kerja nya disana.

Sementara Akira sedang membuka sepatu dan menaruh nya rapih di rak sepatu, aku pun duduk santai disofa. Makan malam pun masih jam 7 nanti. Dan barusan aku sudah selesai memasak. Aku tau, setelah ini Akira akan bermanjaan dengan ku.

Akira duduk disamping kanan ku, lalu menidurkan kepala nya diatas paha ku dengan nyaman. Kini ia tengah berbaring, dengan kepala yang menghadap ke arah perut ku. Ia mengecup nya lama, memberikan kasih sayang seorang ayah kepada calon bayi nya

"Selamat datang, Chichi.." sambut ku seolah calon bayi kami yang berbicara

"Tidak sabar melihat mu. Tiga bulan lagi, dan setelah itu Chichi dan Haha akan mencubit pipi mu." celoteh nya sambil mengelus perut ku yang membuncit.


Terimakasih.. Ayah, Ibu... Aku sayang kalian.






Rencana Tuhan itu memang indah. Lebih indah dari apa yang kita pikirkan. Lebih indah dari apa yang kita minta. Disini aku tidak menyalahkan siapapun lagi. Sekarang aku sungguh berterimakasih pada Ayah dan Ibu. Selama ini aku bilang cinta mereka terlarang. Padahal dari cinta mereka lah lahirlah Akeno dan aku. Lalu aku bisa hidup seperti ini, dan bertemu pria bernama Akira. Sehingga kini aku bisa saling mencintai dengan Akira Nakamura.

Dan Akira... jangan khawatir lagi mengenai kekurangan mu, karena aku akan selalu menerima mu. Menunggu mu. Dan berada disamping mu. Aku tidak pernah menyesal bahwa aku pernah bersabar menghadapi mu. Karena pada akhirnya semua akan indah pada waktu nya.

Akira Nakamura, bagaimana pun kamu, kau adalah suami ku.


Amanat:
Tidak diketaui Akira. Anohara memilih nya karena marga Nakamura nya. Berharap marga itu dapat melindungi keberadaan Anohara dengan aman. Jauh sebelum kasus penempakan itu, dimana Akira berusaha melindungi Anohara, ternyata Akira telah melindungi Anohara sejak awal.

Mengenai kekurangan Akira yang kita tau di awal cerita, yang dilakukan Anohara adalah benar. Dia berusaha mendapat hak nya sebagai wanita terhormat setelah dia menikah, namun Anohara tidak memaksakan itu pada Akira. Sebagai istri ia harus menerima Akira. Dan bersabar dalam menunggu suami nya.

Semoga ada extra ya, heheheh. Doa kan aja.

[2] My Husbando ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang