13

2.9K 172 7
                                    


Hari-hari ku berjalan dengan begitu saja. Dengan hati yang mulai sedikit tenang, belum ada hari dimana aku tidak tertekan selain ketika bertemu dengan keluarga ku ini. Bersama kakek, dan Kak Akeno.

Fikiran ku melayang jauh, teringat kembali keadaan Akira.

Pasti pria itu juga sudah bahagia kan? Ini sudah empat minggu sejak penembakan itu. Mungkin dia sudah pulih. Dan kurasa dia juga bahagia telah terlepas dari ku. Pria mana yang bahagia setelah mengetahui bahwa istri nya keturunan Nikki?

Pria mana yang bahagia setelah mengetahui istri nya berasal dari keluarga yang tidak baik?

Pria mana yang tetap bahagia setelah mengetahui bahwa istri nya selama ini telah menyembunyikan rahasia besar?

Pria mana yang setuju istrinya membohongi nya selama pernikahan?

Akira itu orang yang baik. Dan kurasa dia akan mendapatkan jodoh yang baik pula. Lebih baik dari diriku.

TAK!

"Daritadi hanya melamun." ujar Kak Akeno setelah menyentil jidatku

"Sakit." sinis ku pada nya. Kenapa tidak menepuk bahuku saja ketika mendapati aku melamun? Kenapa harus melakukan kekerasan sih!

"Kau ini jadi ikut atau tidak?" Kak Akeno mengambil kunci mobil, kemudian berjalan pergi

"Iya iya." aku langsung bangkit kemudian menyusulnya ke luar

Hari ini Tim Hacker mengadakan perayaan. Mereka membuka bisnis berupa percetakan. Seperti menerima layanan membuat poster, brosur, mencetak buku, banner, dll. Karena kakak ku ini seorang cheff dan memiliki resto kecil dikota sana, jadilah aku menyarankan Tim Hacker untuk mengunakan jasa kakak ku. Mengadakan perayaan di resto milik kakak ku.

Dan begitulah hari ini aku akan pergi ke kesana, pergi kekota. Pergi ketempat ku yang dulu.

***

"BARUNI!" teriakku kencang setelah bertemu dengan nya, aku langsung memeluknya begitu rindu

"Yaampun, sudah satu bulan kau menghilang. Kau tampak bersinar saja Anohara!" bisik Baruni dengan mempererat pelukan nya

Setelah beberapa saat, aku lalu melepas pelukan kami, "Hei.. Aku tidak menghilang. Eum... Hanya mencoba kembali hidup bersama kelurga ku saja."

"Lalu?" Baruni melirik ke arah Kak Akeno

"Lalu apa?" tanya ku heran

"Jadi sudah melupakan yang itu ya? Dan sekarang dia pacar baru mu?" komentar Baruni sambil menaik turunkan alis nya lucu

Aku tertawa pelan kemudian merangkul Akeno, "Apa kau tidak memperhatikan wajah kami?"

"Iya kudengar memang kalau mirip itu jodoh." balas nya sambil melipat kedua tangan nya didepan dada

"Dia kakak ku, Baruni. Kenalkan, Akeno." aku menepuk pundak kakak ku

"Ah?!" shock Baruni, ya ekspresi itu juga sama seperti ku ketika mengetahui kenyataan itu

"Akeno. Nikki Akeno." Akeno menjulurkan tangan nya ke Baruni kemudian Baruni membalasnya, "Baruni, Baruni Kotoko."

"Kak, dia sahabatku. Dia juga yang berbagi apartemen dengan ku. Dan terlebih, dia juga menolong ku. Sangat sangat menolong." kenal ku pada kakak

"Ya, terimakasih Baruni. Kau telah menjaga dia. Semoga aku bisa membalas mu." kakak ku lalu berojigi pada Baruni, heii.. Itu terlalu lebay

"Sebagai sahabatnya sudah sewajarnya kan aku menolong nya, hei kak tidak usah membalasku, itu terdengar sangat berlebihan. Terimakasih." balas Baruni tidak enak hati

[2] My Husbando ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang