Setelah insiden aku menangis didepan Akira tadi malam. Hari ini malah aku dibuat kesal dengan Akira, dia seenak jidat saja memelukku ketika aku sedang memasak. Dan pada akhirnya aku mengerjai nya balik. Dan apa ini selanjutnya? Aku telah membereskan dan membersihkan rumah sendiri, SENDIRI. Si Akira tidak membantu sama sekali. Ya aku tau, ini adalah tugas istri, tapi~ sungguh.... Biasakah dia tidak menonton tv dengan keenakan seperti itu... Rasa nya aku seperti pembantu...Ketika aku beristirahat dengan tiduran disofa yang telah Akira jadikan seperti ranjang, aku dan Akira berbincang sebentar. Aku memberitahu nya mengenai nginap-menginap dirumah Mama.
Yaa... Aku juga sempat menegur Akira karena tidak sopan memanggil kakak ipar hanya 'Sanara' saja.
"Ayo berciuman." ujar ku begitu saja.
Yaampunn apa yang aku katakan barusan?! Sekarang pasti aku telah menjadi wanita yang agresif sekali....
Dan tiba tiba saja benda kenyal mengecup bibir ku. Apa? Apa Akira menyetujui perkataan ku tadi? Yap, aku begitu terkejut. Ini hanya kecupan Anohara, jangan berlebihan.
Tidak!
Ini bukan kecupan. Akira melumat bibir ku. Melumat. Oh astagah. Aku tertegun dan terus terdiam selama Akira mencium ku. Okee Anohara... Akira telah belajar untuk berani, bukan kah ini kemajuan dari keluguan nya?
Baiklah.
Aku membalas lumatan nya.
Hingga beberapa waktu yang lama. Ciuman kami bisa sepanasss ini. Aku sudah lupa diri. Akira sudah menindihku seperti ini, dan aku mendesah disela ciuman kami. Tunggu... Apa Akira telah siap? Haruskah malam pertama ku di sofa seperti ini?
Ting... Tung... Ting... Tung...
Apa itu? Kami memberhentikan ciuman kami tanpa melepas pagutan bibir.
Ting.. Tung... Ting... Tung..
Ini bunyi BEL!
Kami dengan segera melepas diri. Akira membenarkan rambut nya yang acak-acakan karena ulah tangan ku. Akira lalu bangkit pergi untuk membuka pintu.
Yaampun, bahkan nyaris saja kami akan melakukan....
Ah sudahlah, permainan tadi sudah selesai. Kuharap aku bisa bermain seperti itu lagi hingga game over.
"Kau memesan kue?"
Aku lalu bangkit dengan mengatakan iya. Ternyata ada kerjaan untukku dari tim hacker. Yah... Maaf kan ya Akira, acara kita jadi terganggu
Aku segera kedapur, mengambil kertas kertas yang tersembunyi di kue itu lalu ke komputer Akira untuk bekerja. Aku menoleh kearah Akira, aku tertawa pelan. Karena nyata nya ia sedang kesal dan memberengut sekarang. Kesal karena ciuman nya berakhir eh?
***
Hari itu aku menginap dirumah mertuaku, ya orang tua Akira. Kak Sanara memang menyuruh kami untuk sesekali menginap. Dan yah, sepertinya ini pertama kali nya untuk memperkenalkan kue buatan ku.
Hmm.. Sejujurnya, aku agak membenci keahlian ku ini. Kalian tau? Ibuku pembuat kue juga, dia sangat pandai. Penghasilan membuat kue nya itu untuk biaya persalinan nya ketika melahirkan ku, Ayah ku juga mencari pekerjaan lain demi aku, dan sejujurnya memang kesalahan mereka berdua. Hal terlarang bila sesama nikki bercinta dan menghasilkan keturunan, menikah pun juga demikian. Keahlian ku membuat kue itu kudapat dari ibuku. Dan aku sedikit membenci fakta ini.
"Sudah tidur." tegur Akira karena mendapati ku berkutik dengan ponsel terus, baiklah, aku langsung meletakkan ponsel ku dan bergerak menata selimut untuk menutupi badan ku juga memposisikan diriku di ranjang senyaman mungkin.

KAMU SEDANG MEMBACA
[2] My Husbando ✔
Romance#BUKAN FANFICTION ANIME# [2/2] Aku berasal dari keluarga yang tercela Mereka terus mencari keberadaan ku Dan aku terus berlari Menjadi hacker beberapa data Untuk menghapus identitas diriku Aku menikah Karena aku masih ingin menjadi wanita terhormat ...