8

2.3K 119 1
                                    

.

Hari ini adalah hari nya, aku sudah berjanji malam itu, berjanji membalas kelakuan Baruni, dan berjanji akan membatalkan novel itu. Aku tidak habis pikir, kenapa semua ini tambah begitu rumit. Membayangkan bahwa novel itu akan dibaca oleh masyarakat, apalagi penulisnya Baruni Kotoko, oh ayolah, dia seorang jurnalis, tulisan nya pasti menarik. Yang lebih parah lagi, jika novel itu meledak dipasaran, maka pasti akan dibuat film nya. Dan masyarakat pun mulai mencari tau, keberadaan seorang Nikki. Terlebih di novel itu sepertinya Baruni menceritakan tentang aku, sahabatnya.

Aku memasuki apartemen Baruni dengan mudah, tentu saja, aku pernah tinggal disini juga. Bukan nya aku tidak tau terimakasih, memang Baruni telah menampung dan menyembunyikan ku dari Elite Mucikari, tapi jika berujung seperti ini, sama saja dia menyerahkan ku juga pada mereka. Dan sebenarnya dia itu ikhlas menolong atau tidak. Menyebalkan!

Nah bagus sekali....

Baruni tidak ada di apartemen nya.

Aku segera membuka laptop yang tergeletak di atas tempat tidur, ya, dia sering meletakkan nya disitu. Aku mencari-cari naskah novel itu disini. Ah sial! Ternyata tidak ada.

Aku berlanjut ke komputer nya, melakukan hal sama yaitu mencari naskah tersebut. Dan... Berhasil!

Tapi tunggu, ini hanya softcopy, dan naskah ini sudah banyak yang memiliki tentu saja, seperti Akira. Bukan kah penerbit juga mempunyai hardcopy nya? Bagaimana ini?

Tidak butuh waktu lama, aku segera melakukan tindakan. Aku sudah mengerti apa yang harus aku lakukan. Pertama-tama aku hack naskah ini, beberapa salinan naskah ini dilain perangkat akan sama sama terhubung dengan yang ini, sama seperti ketika aku menghapus data data mengenai ku di beberapa orang, karena itulah, keberadaan ku belum ditemukan.

Ceklek!

Oh sial! Dia sudah datang. Aku ambil posisi

"An-nohara~~" gugup nya setelah melihat ku

Aku tersenyum miring, lalu mempersilahkan dia untuk melihat apa yang aku lakukan pada komputer nya.

"Apa yang kau lakukan pada ku heum?" aku memulai

"Dari awal melindungi ku namun sampai disini akan memberikan ku pada elite mucikari? Aku tau, setelah cerita itu terbit, para elite mucikari akan cepat menemukan keberadaan ku. Memang nya apa yang kau lakukan ini? Apa kau telah dibayar oleh mereka huh? Berapa milyar? Sampai kau menjual sahabat mu ini?" kulihat dia gelapan mendengar kata-kata ku

"Sekarang begini saja. Kamu ingin menerbitkan cerita itu atau tidak? Jika iya, aku akan menekan tombol B, dan seketika semua dokumen mu di komputer ini, di laptop mu itu, atau bahkan dokumen dokumen yang pernah mampir di perangkat keras mu ini akan benar benar musnah. Data-data penting mengenai jurnalis mu, atau riset-riset yang kau tulis disini, hilang."

"Tolong, jangan lakukan itu..." dan akhirnya dia angkat bicara

"Atau.... Kau menelfon pihak penerbit untuk membatalkan novel mu itu, kemudian aku akan menekan tombol A, yang akan membuat naskah cerita mu disini, dan di perangkat-perangkat yang lain musnah. Tapi kau bisa berpikir, setelah pembatalan itu, pasti akan ada ganti rugi untuk pihak penerbit, mungkin cukup besar." jelas ku

Kulihat dia melemas dan merosot jatuh ke lantai, "Jadi bagaimana? Kuberi kau waktu berpikir 10 detik. Tekan tombol A atau B?"

"1..." aku mulai menghitung nya

"2..."

"3..."

"Aku akan telfon!" teriak nya histeris membuat ku sedikit terkejut, dengan cepat ia mengambil ponsel nya, kemudian menghubungi seseorang

[2] My Husbando ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang