Hari berganti. Setelah mendengar cerita Beby, Ghaida menyadari sesuatu. Bahwa orang-orang yang mengejar Beby dan Nabilah kemungkinan sudah tahu siapa keduanya.
Kenapa Ghaida bisa mengira itu? Itu karena mereka datang ke tempat dimana grup idola Beby sedang melakukam sebuah acara. Beruntung Beby sedang menjadi Boby. Dan tentunya pulang sebagai Boby. Sehingga mereka tak bertemu.
Akhirnya setelah mendengar analisa Ghaida, Beby dan Nabilah setuju untuk menyampaikannya pada Indra Bekti. Atasan mereka itu harus tahu.
"Kenapa mukanya pada tegang gitu?" Tanya Indra.
Saat ini ketiganya sudah duduk di hadapan Indra. Indra mengerutkan dahinya. Heran. Wajah ketiganya tampak tegang.
"Sebelumnya Beby mau minta maaf lagi, Om."
"Buat?"
"Muncul jadi Boby di acara handshake jekate."
"Oh, itu. Gak apa, kok. Si Ghaida juga jadi Farish kemaren ke ATS. Terus? Kamu nembak si Shania lagi?"
"Hah? G-gak. Gak kok. Gak." Jawab Beby gelagapan.
"Malah Beby yang ditembak sekarang sama si Shania, Om." Ledek Nabilah.
"Oh, ya?"
"Ish. Nabilah kok lu bocor sih."
"Lah ogut cuma nyampein fakta, Beb."
"Duh, Om beneran itu Beby juga gak tahu. Si Nabilah juga tuh, Om. Habis ditembak Sinka."
"Lah? Kok lu nyeritain soal gw, sih?"
Lalu terjadilah keributan kecil antara Nabilah dan Beby. Indra hanya menggeleng. Melihat kedua temannya tak bisa diandalkan, Ghaida mengambil alih omongan.
"Jadi kami sebenernya kesini mau bicarain soal para pengejar Beby sama Nabilah."
"Kenapa sama orang-orang itu?"
"Sepertinya mereka sudah tahu siapa yang mengambil data mereka."
"Data?"
"Ya, ada SD Card di dalam boneka yang Nabilah ambil. Sekarang aku lagi minta bantuan temen untuk nyari tahu itu data apa."
"Hmm, lalu? Kenapa bisa kamu ngira mereka udah tahu?"
"Kemunculan mereka di ATS mungkin wajar. Tapi saat mereka muncul di Ok banget radio dan acara jekate kemaren itu udah gak wajar." Ghaida berhenti sejenak, "itu artinya mereka udah tahu jati diri Beby, kan?"
Nabilah dan Beby yang sudah tidak bertengkar terdiam. Begitu pula Indra Bekti. Ghaida benar. Kini ia harus bertindak. Menyelidikinya dan mencari tahu.
~~~
Masih ada dua hari santai untuk FBI. Di ruang televisi, Ghaida dan Beby sedang memainkan permainan sepakbola di game console mereka. Tampak begitu seru.
Permainan mereka terhenti karena Nabilah muncul di hadapan mereka sebagai Nabilo.
"Dek? Lo mau kemana?" Tanya Ghaida heran.
Nabilah tersenyum, "mau jalan, lah."
"Sama siapa?"
"Sinka." Jawab Nabilah singkat.
Kedua rekannya langsung menatap Nabilah tak percaya.
"Serius, Nab?"
"Udah jadian sama Sinka, Dek?"
Nabilah menjitak kepala kedua orang yang lebih tua darinya itu bergantian.
"Gak, ngaco aje dah."

KAMU SEDANG MEMBACA
Ikemen Idol (JKT48 Version)
FanfictionBagaimana jika 3 orang gadis remaja tidak lolos saat audisi JKT48 dan justru malah mendapatkan tawaran sebagai boyband? Ff adaptasi dari drama berjudul sama yang diperankan oleh 3 member AKB48 yang tergabung dalam sub-unit No3b/No Sleeves