" Jangan munafik, Kakak sendiri yang berjanji pada ku sebelumnya bahwa Kakak akan menlindungi ku dan Riccel!" seruku. " Munafik? Sebelumnya lihat dulu cermin siapa yang sebenarnya munafik dan tidak," ujar Kakak dengan pelan ekspresinya kini kembali normal menjadi serius. " Berkali-kali aku melewati perjalanan waktu, aku terus melihat Kakak berusaha melindungi ku dan Riccel Kakak tidak pernah bersifat kasar seperti ini," tuturku perlahan. " Jika kau yang merasa demikian, aku justru sebaliknya aku sangat tidak peduli dengan nasibmu. Percuma saja membantu orang yang pada akhirnya hanya akan berakhir menjadi seorang pengkhianat sepertimu," jawab Kakak sambil menatap langit. " Pada kenyataannya kau hanyalah bintang yang sendirian di langit malam yang gelap ini," lanjutnya. " Benar aku hanyalah bintang yang sendirian tapi masih ada bulan yang menemaniku dengan cahayanya, bintang yang hanyaseorang diri tanpa bintang-bintang lainnya tidak akan pernah merasa kesepian karna masih ada bulan yang menemaninya," jawabku dengan dingin kali ini. " Ekspresi mu berubah jadi dingin sifat yang terbentuk akibat dipaksa keadaan membuatmu jadi orang yang dingin, aku ingin bertanya padamu siapa bulan yang menemanimu itu?" Mendengar pertanyaan dari Kakak aku langsung menatap lurus kearah Kakak memberikan isyarat bahwa jawaban yang kuberikan tidak akan main-main nantinya. "RICCEl!" seruku. Ekspresi Kakak yang serius berubah jadi marah bercampur dengan rasa terkejut. "DOR!" Sebuah peluru melesat kearahku. " Semuanya dimulai dari sini, jadi jangan jawab pertanyaan terakhirku tadi dengan terburu-buru!" ucap Kakak dengan nada yang sangat serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paper Plane
FantasiaSinopsis Ashley gadis yang dijuluki iblis atau malaikat maut karena, kedatangannya yang membuat semua orang menderita. Walau sebenarnya Ashley bukan iblis, ia hanya berniat menolong seseorang yang disayanginya.Namun niat baiknya itu akhirnya berujun...
