Cerita ini hanya tambahan saja,ceritanya tentang Ashley dan Kakaknya saat masih kecil.
Musim panas telah tiba,udara terasa sangat panas akhir-akhir ini banyak orang yang hanya diam di dalam rumah selama musim panas orang malas untuk pergi keluar rumah dengan udara sepanas ini begitu juga denganku dan kakak. "Kakak ayo kita main petak umpet," seruku sambil menarik-narik tangan kakak. Kakak tidak menghiraukan ku dia hanya diam saja di kasurnya. "Kakak...kakak...kakak..," Aku terus memanggil kakak tapi kakak tetap tidak menjawab.Aku mulai penasasaran dengan kakak yang tidak meenghiraukan panggilanku terus.Karna rasa penasaran akhirnya aku mendekati kakak dan aku melihat wajah kakak,disana aku melihat kedua mata kakak tertutup.Aku yang melihat kedua mata kakak tertutup mendadak merasa khawatir dari tadi aku memanggil kakak terus tapi dia tidak menghiraukanku,dan sekarang kedua matanya tertutup jangan-jangan.... "Kakak bangun!" Aku berteiriak di kedua kuping kakak tapi kakak juga tidak bangun aku semakin khawatir kalau kakak tidak bangun juga aku akan sendirian aku tidak mau sendirinan. Karna merasa sedih aku meloncat ke kasur memeluk tubuh kakak sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya dan menangis sekencang-kencanngya. Taku yang tanpa kusadari kakak bangun "Eh ada apa ini?" kata kakak sambil mengucek matanya.Mendengar suara kakak otomatis aku mengencangkan pelukanku.Merasa heran kakak melihatku "Kau kenapa? kau terlihat sedih,kau menangis?" kakak penasaran dengan mataku yang sembab.Aku melepaskankan pelukanku dan turun dari kasur."Kupikir kakak tadi sudah meninggal jadi aku menangis aku takut sendirian kalau kakak pergi," jawabku polos."Tenanglah tadi aku tertidur musim panas membuatku jadi mudah lelah jadi aku tertidur.Tapi menurutku kau sangat berlebihan seolah-olah aku ini mau meninggal."Tentu saja,kakak konyol aku takut kamu pergi," kataku kesal mendengar tanggapan cuek dari kakak.
"Wow adik kecil marah,tenang dulu aku tidak akan meninggal dengan semudah itu jadi percaya lah," ucap kakak seraya tersenyum."Kalau begitu apa kau menganggap ku sebagai adikmu dan kau menyayangiku?" Aku meraju.Melihat aku meraju kakak tersenyum manis wajahnya terlihat semakin tampan kakak tiba-tiba menarik tanganku dan dia memelukku."Mungkin aku bukan kakak yang baik dan tidak bisa jadi seperti yang kau harapakan,tapi aku sangat menyayangimu kau keluarga satu-satunya yang kumiliki,tidak ada lagi tempat aku mencurahkan kasih sayang selain adikku,selain itu juga aku bersyukur punya seorang adik agar aku bisa selalu melindungimu," Kakak melepaskan pelukannya lalu menepuk kepalaku pelan"Kau boleh marah padaku tapi aku tidak boleh marah padamu,kau boleh membenciku tapi aku tidak boleh membencimu," ucap kakak. Mendengar ucapan kakak hatiku terasa jadi hangat . "Nah sekarang apa yang kau inginkan?" tanya kakak."Aku ingin main petak umpet lalu main pesawat kertas dan main kereta-keretaan jangan lupa bacakan aku dongeng saat tidur siang nanti."Baik putri manja!" kakak membentuk huruf o dari jarinya.Akhirnya aku dan kakak bermain bersama lalu setelahh itu kakak membacakanku dongeng aku tidur di pangkuan kakak. "Ah aku ingin bahagia selamanya seperti ini bersamamu adik,tapi aku tidak tahu apakah hal seperti ini bisa terus berlangsung karna kita hidup di dunia yang kejam tapi setidaknya aku bisa melindungimu sebagai kakak walau aku bukan kakak yang baik untukmu," gumam kakak sambil mengipasi adiknya yang tertidur.
SELESAI
KAMU SEDANG MEMBACA
Paper Plane
FantasiSinopsis Ashley gadis yang dijuluki iblis atau malaikat maut karena, kedatangannya yang membuat semua orang menderita. Walau sebenarnya Ashley bukan iblis, ia hanya berniat menolong seseorang yang disayanginya.Namun niat baiknya itu akhirnya berujun...
