-020- [Ending: Part 1]

264 30 0
                                        


Dua hari berselang, Mina dan Gongchan harus kembali ke Jepang untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Pernikahannya akan dilaksanakan di hotel Peninsula. Awalnya, Mina meminta mereka untuk menikah di Seoul, tapi kemudian Gongchan berhasil merayu Mina kalau pernikahannya akan dilangsungkan di Tokyo, Jepang.

Lagi-lagi, Nayeon harus mengucapkan selamat tinggal pada Gongchan dan Mina. Di bandara internasional Incheon, Mina dan Gongchan siap berpisah untuk beberapa hari kedepan dari Nayeon dan Jinyoung.

"Datanglah, arra? Aku benar-benar menanti kedatanganmu dan Jinyoung," ucap Gongchan kemudian mengecup pipi Nayeon dengan lembut.

"Tentu saja, oppa," ujar Nayeon. "Jadilah suami yang mencintai wanitanya selama-lamanya, arasseo?" bisiknya.

"Semoga kebahagiaan selalu berpihak pada kalian, Gongchan hyung.. Mina noona." Jinyoung menambahkan senyum di ujung kalimatnya.

"Ah, jangan lupa untuk Himchan, kekasih barunya dan juga Chansung. Kuharap mereka benar-benar bersedia untuk hadir," kata Mina.

"Baiklah kalau begitu, kami harus pergi. Annyeong!"

Mina dan Gongchan pun perlahan hilang dari pandangan. Jinyoung menggenggam tangan Nayeon dengan erat. "Kita juga akan selamanya bersama, aratji?"

****

Jadi, seseorang yang diceritakan Nana saat itu.. dan cincin yang dia pakai.. dia adalah Chansung hyung, Himchan membatin sambil menyanggah kepala dengan kedua lengannya. Himchan masih tidak bersemangat untuk beranjak dari ranjang, sedangkan Chansung sudah tidak berada di apartemen karena dia pergi untuk latihan.

Drrt.. drrt..

Ponsel Himchan bergetar tepat di sampingnya. Dia meraih dan membuka pesan yang ternyata datang dari Nana.

 Dia meraih dan membuka pesan yang ternyata datang dari Nana

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Dengan rambut yang sedikit berantakan dan pakaian piyama abu-abu, Himchan segera pergi keluar untuk menemui Nana. Ini adalah kali pertama Himchan tampil tidak siap, dan matanya masih menyesuaikan dengan terpaan sinar matahari pagi itu.

"Hari ini kita akan sarapan bersama!" seru Nana seraya mengangkat kedua bekal yang dibawa di kedua tangannya.

****

"Bagaimana? Enak tidak?"

"Hmm," Himchan menganggukkan kepalanya sambil terus menyuapkan sendok demi sendok sarapan yang dibawakan Nana. "Lagipula, kau seharusnya tidak perlu repot-repot membawakanku sarapan seperti ini."

"Itu kan hanya dak-juk­ (bubur ayam korea)," timpal Nana.

Kemudian mata Himchan mengarah pada cincin yang masih tersemat di jari manis Nana. "Cincin itu.. boleh aku membicarakannya lagi?"

"Eh?"

"Seseorang yang memberikan cincin itu padamu adalah Chansung, kan?"

Tangan Nana yang saat itu memegang sendok akhirnya mematung. Dia bahkan tidak memandang Himchan, dan meletakkan sendoknya dengan pelan. Cincin itu kini mendadak jadi topik hangat untuk dibicarakan.

U GOT ME [FanFiction]Stories to obsess over. Discover now