Ini cerita yang keee-tiga. Wish nya semoga banyak yang minat. Banyak yang suka. Banyak yang vote comment. Banyak ya banyak lah pokok nya🙏.
Amin.
Happy Reading🙋
✔✖✔✖
Ada ruang hatiku Yang kau temukan
Sempat aku lupakan kini kau sentuh
Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hatiKu terpikat pada tuturmu
Aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu
Cara mu melihat dunia
Kuharap kau tau bahwa ku
Terinspirasi hatimu
Ku tak harus memilikimu tapi boleh kah ku selalu didekatmuAda ruang hatiku yang kini kau sentuh
Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati
Katanya cinta memang banyak bentuk nya
Yang ku yakin sungguh aku jatuh hatiSuara riuh tepuk tangan di cafe setelah aku selesai bernyanyi salah satu lagu milik raisa-jatuh hati-
Ku edarkan senyuman terbaikku dan membungkuk"Terimakasih"ucapku lalu membenarkan posisi yang tadi membungkuk.
Namaku Rahmana Yudatari banyak yang memanggil ku Ana, tapi disekolah aku biasa di panggil Tari. Aku menyanyi di cafe sejak aku kelas tiga smp, yang berhubung cafe ini punya paman ku. Aku menyanyi di cafe ini hanya untuk menyalurkan hobi ku aku mempunyai hobi menyanyi memang dari kecil Mama Papa hanya mendukung saja aku bekerja disini asal tidak mengganggu mengenai sekolah ku.
Berhubung aku kerja disini sudah dari kelas sembilan, dan sekarang aku sudah kelas sepuluh berarti aku sudah berkerja disini sekitar setahun.
"Ana"
Aku yang sedang menuruni panggung menoleh kearah kiri berhenti sejenak lalu tersenyum dan menuruni panggung yang sempat tertunda
Liam.
Liam Pamungkas , sepupu lelakiku yang terrr-nyebelin. Liam berlari dengan mengibaskan tangan nya di udara.
"Ana, lo enggak ada cita-cita kangen sama gue gitu? Secara gue baru pulang dari rumah nenek"
Aku terkejut. Pasalnya aku tidak mengetahui kalau Liam pergi kerumah Nenek. Ah, Liam kenapa tidak mengajakku.
"Lo seriusan?gue fikir lo sibuk akhir-akhir ini jadi kita jarang hang-out minggu ini"kataku lalu berjalan keruangan ganti dan duduk di hadapan meja rias, Liam pun sama dia duduk di samping ku dengan tangan nya menopang dagu
"Enggak, gue juga lagi libur kuliah yaudah gue kesana sekalian refreshing"kata Liam terdengar santai di telingaku
"Intinya gue sebel sama lo, kenapa enggak ngajak gue?seengak nya ngasih tau lah."kataku sok merajuk , Liam menatapku tak enak lalu mengusap tengkuk leher nya yang ku yakini tidak gatal itu
"Yah maaf dah An, kan lo baru masuk sekolah masa iya lo mau ikut gue kesana"katanya, dan benar juga sih perkataan nya aku baru masuk sekolah. Apa kata guru kalau aku ikut dengan Liam ke rumah nenek?
Aku bangkit dari duduk setelah selesai menghapus make-up di wajah ku"Mau kemana?"tanya Liam mencekal tanganku
"Gue mau ganti baju, masa iya elo ngikut! Udah sini aja!"
✔✖✔✖
Setelah dipaksa oleh manusia di sampingku ini, akhirnya aku duduk dengan manis di samping nya walau dihati masih dongkol.
Liam itu ganteng, baik, dan juga hurmonis. Tapi dia itu gak mau punya ikatan, dia bilang gak penting toh lebih baik sahabatan kan? Gabisa putus?'
Tapi dia itu ngejones hampir lima tahunan, mantan terakhirnya itu mencampakan nya membuat Liam tidak mau mempunyai ikatan dengan makhluk yang namanya Perempuan.
"Dih Na lo ngapa ngediemin gue sih?"tanya Liam tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan
"Bodoamat dah"kataku pas sudah sampai di perkarangan rumah ku lalu beranjak keluar dan berlari menghindari pertanyaan Liam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tari
Teen Fiction"Kalo jalan tuh pake mata. Sradak-sruduk aja kalo jalan! Lo fikir ini jalanan punya nenek moyang lo!" Cowok itu terkekeh"Maaf ya, judes banget. Kenalin nama gue Sela!" Aku mendengus kesal, apa coba? Siapa juga yang nanya siapa nama nya. "Gue ga nany...