HAPPY READING!!!
.
.
.
* * *
Pintu kamar yang didominasi oleh warna pink itu terbuka, menampakkan pandangan bertanya Jinki kepada seseorang yang berada di dalam."Ada apa?" Tanya Gweboon, orang yang ada di dalam kamar itu.
"Tidak ada apa-apa." Jinki melangkah memasuki kamar itu setelah menutup pintu itu dengan pelan. Takut menganggu malaikat kecilnya.
"Lalu kenapa kau kemari?" Gweboon melayangkan tatapan bertanya.
"Apakah pertanyaanmu itu tidak keterlaluan?" Jinki memutar bola matanya kesal.
"Keterlaluan dari sisi mana?"
"Kau menanyakan pertanyaan itu seolah-olah aku ini orang asing dan bukan appa dari bayi yang sedang kau tepuk-tepuk dengan lembut itu." Jinki menggerutu sambil menunjuk Jieun yang tidur di dalam kotak bayi.
"Aku tahu, tapi aneh saja jika jam segini kau masuk kemari. Bukankah jam tugasmu menjaganya sudah selesai? Dan sekarang ini giliranku."
"Jadi tidak bolehkah aku masuk ke kamar putriku sendiri jam 12 malam seperti ini, Kim Gweboon sayang?"
"Bukan begitu. Aku hanya curiga kau ada maunya." Gweboon merapikan selimut Jieun yang sedikit tersingkap, mengecup dahi putri kecilnya dan beranjak dari duduknya.
"Jadi, apa yang kau inginkan, Jinki sayang?" Mendekati Jinki dan berdiri dengan jarak yang dekat, ah tidak, sangat-sangat dekat. Bahkan Jinki bisa merasakan sebuah benda menyentuh tubuhnya.
"Jangan memancingku, Gwe."
"Tanpa aku melakukannya pun, kau sudah bernafsu padaku."
"Wow! Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Jinki kagum.
"Tentu saja aku tahu. Aku ini istrimu, Pak Tua Mesum yang bodoh." Menekan-nekan dahi Jinki dengan telunjuknya. "Sejak kau membuka pintu itu, aku sudah tahu apa niatmu sebenarnya."
"Lalu untuk apa kau tadi bertanya?"
Gweboon mengedikkan bahunya. "Entahlah. Mungkin hanya ingin memastikan."
"Jadi bagaimana?"
"Apa?" Dan Gweboon masih berpura-pura tidak mengerti.
"Tentu saja program bayi kilat jilid 2." Jawab Jinki dengan santai.
Gweboon mundur satu langkah, memberi jarak padanya dan Jinki. Membuat suaminya itu sedikit kecewa.
Pletak!
"Ya! Kim Gweboon!" Jinki mengelus kepalanya yang baru saja mendapat hadiah dari tangan mungil istrinya.
"Berhenti mengatakan hal-hal konyol, Lee Jinki!" Menyilangkan tangannya di depan dada. Menatap Jinki dengan tatapan tajam sedangkan yang ditatap masih saja menatapnya penuh nafsu. "Dan apapula itu jilid 2? Kau kembali terobsesi dengan program konyolmu itu?"
"Program konyol yang bisa menghasilkan Jieun." Cengiran lebarnya membuat Gweboon semakin kesal dengan suaminya. Oh, tidakkah dia lihat jika Jieun baru saja berusia 2 bulan? Dan apa itu? Membuat bayi lagi? Oh, tidak! Terima kasih. Gweboon benar-benar akan menundanya kali ini. Dia hanya ingin fokus mengurus Jieun.
"Aku tidak ingin hamil lagi, Jinki-ya."
"Jadi kau hanya ingin punya satu putri?"
"Tidak. Aku masih ingin punya putra juga. Tapi tidak sekarang. Tidak dalam waktu dekat." Tolak Gweboon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mendesah 'The Series'
FanficAku gak nyangka kalau masih ada yg baca sampai sekarang. Jadi aku coba buat ngerapihin pelan2. Dan jangan aneh ya sama bahasanya, ini ff aku buat sekitar 2013-2015. Oneshot ataupun drabble yang berkesinambungan. Oleh karena itu bacanya harus urut. T...