LTH [06]

5K 262 16
                                    

[VotMen Please]

Pak Dirga memasukkan beberapa pakaian kedalam tas besarnya, dia berencana untuk pergi jauh hari ini. Pergi jauh bersama istri tercintanya ketempat yang sangat diinginkan oleh istrinya tersebut. Tidak lupa juga dia memasukkan beberapa setel pakaian Echa kedalam tas besarnya. Setelah selesai, dia beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah setengah jam dia membersihkan diri dikamar mandi, dia menenteng tas besarnya dan tangan satunya membawa nampan yang masih berisi nasi, lauk pauk dan dua gelas air putih yang belum tersentuh sama sekali. Membawanya kedapur dan meletakkannya didalam rak, ditutup serapat-rapatnya agar tidak ada siti alias si tikus yang mencicipi masakan buatannya. Sungguh tragis bukan? Seharusnya kegiatan tersebut dilakukan oleh sang istri, mulai dari mengemas pakaian dan menyiapkan sarapan. Tapi, itu semua dilakukan oleh sang suami. Tidak ada yang memaksa Pak Dirga untuk melakukan itu semua, semua dia lakukan hanya untuk Echa seorang dan meminta Echa hanya menjadi ratu di apartemennya, cukup duduk manis dan ongkang-ongkang kaki saja.

"Ayo Cha, kita jalan sekarang" ajak Pak Dirga, melihat Echa yang masih duduk manis disofa. Echa yang mendengar titah Pak Dirga langsung berdiri dan berjalan mendahuluinya tanpa berkata sepatah katapun.

💛💛💛💛💛

Dr. Fadil sedikit mengerutkan dahinya saat tanpa sengaja melewati kamar Pak Romi yang terbuka. Melihat Pak Romi mengemas beberapa pakaian kedalam tas besar.

"Mau kemana Rom? Apa kamu berniat untuk menemui keluarga kamu hari ini?" ujar Dr. Fadil masuk kedalam kamar dan duduk ditepi ranjang.

"Bukan Fad, aku ingin pergi ke Bandung hari ini"

"Bandung?? Ohhh...kamu ingin menemui orangtua kamu disana?"

Pak Romi menggeleng tanpa menoleh sedikitpun kearah Dr. Fadil.

"Lalu?"

"Kamu tau kan Fad? Aku bertahan dari koma selama 2 tahun untuk siapa?"

"Untuk wanita yang kamu cintai bukan?" Pak Romi mengangguk, lalu membawa tas yang telah terisi beberapa pakaian. Meletakkan diatas ranjang, menarik resleting tas untuk menutupnya.

"Wanita itu ada Bandung?" sekali lagi Pak Romi mengangguk.

"Darimana kamu tau, wanita itu ada di Bandung? Sementara selama ini, kamu belum menemui orang-orang yang kamu kenal?" Pak Romi tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Dr. Fadil dan duduk disebelahnya.

"Hmmm...apa kamu lupa, kalau selama 4 tahun setelah sembuh dari koma aku selalu mengekorinya kemanapun dia pergi? Jadi, secara tidak langsung aku tau siapa saja teman dan sahabatnya bukan? Aku bertanya kepada teman-temannya dikampus. Dan mereka bilang, kalau sahabatnya mengadakan perjalanan ke Bandung. Jadi, aku mengambil kesimpulan kalau dia pasti ikut ke Bandung juga"

"Apa kamu yakin dia ikut sahabatnya ke Bandung?"

"Ya, aku sangat mengenalnya. Terlebih dia sudah lama tidak bertemu dengan sahabat SMA-nya"

"Darimana kamu tau?"

"Sudah aku katakan, aku sangat mengenalnya lebih dari..."

Sahabat kamu, suami Echa

"Apa??" tanya Dr. Fadil meminta kelanjutan kata-kata dari Pak Romi. Tapi, Pak Romi hanya menggeleng tidak melanjutkan ucapannya.

"Oh iya, siapa nama wanita itu? Selama ini kamu selalu bercerita kepadaku. Tapi, kamu tidak pernah menyebutkan namanya"

Apa aku harus menyebutkan namanya? Sudah pasti dia mengenalnya. Lalu, apa reaksinya jika dia tau wanita yang aku cintai adalah istri dari sahabatnya?

[03] Love Two Heart [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang