LTH [31]

5.8K 311 42
                                    

[VotMen Please]

"Jadi... kamu yang menyuruh istriku untuk bersembunyi dan mengerjaiku habis-habisan?" Dirga berjalan mendekati mereka dengan memasukkan kedua lengannya ke saku celana.

"Ma... Mas Dirga?" ujar Echa sedikit kaget melihat Dirga yang hanya selangkah dibelakang Fadil. Echa beranjak mendekati Dirga tanpa menghapus sisa-sisa air mata yang basah dikedua pipinya.

"Ka... kamu tidak apa-apa Mas?" Echa mengamati tubuh Dirga dari ujung rambut hingga ujung kaki, memutar tubuh Dirga, memeriksanya secara detail.

"Iya, My Freizh... aku gak apa-apa" ujar Dirga sedikit jengah dengan perlakuan Echa dan mengeluarkan kedua tangannya dari saku celana.

"Syukurlah... Mas Dirga tidak apa-apa... jangan tinggalkan aku Mas... hikhikhik..." Echa memeluk erat tubuh suaminya dan pria itu-pun membalas pelukan Echa dengan sangat erat, mendekapnya dalam-dalam.

"Aku gak akan pernah meninggalkan kamu sayang..." Dirga melepaskan pelukannya sebentar, tangannya menyapu wajah Echa yang telah sembab dengan air mata.

"Sekarang katakan, siapa yang mengajari kamu bersembunyi dariku?"

"Dokter Fadil yang menyuruhku..." rengek Echa dan menundukkan wajahnya sedalam-dalamnya karena rasa bersalah yang mengerjai suaminya mulai menjalar didirinya. Pria itu menatap Fadil dengan senyum miring, sementara pria yang ditatap itu mengedarkan pandangannya ke sekitar, cuek.

"Fadil? dia yang menyuruhmu? Apa kamu juga tahu soal kecelakaanku dua minggu yang lalu?" Dirga mulai menyelidiki.

"Iyaa... aku tahu semuanya. Dr. Fadil yang mengatakannya... sebenarnya, waktu itu aku ingin menemui Mas Dirga... tapi, dr. Fadil melarangku. Dia... dia..." Echa menceritakan semua kejadian beberapa hari lalu dengan nada terputus-putus, dimana Fadil menyuruhnya untuk bersembunyi dari Dirga.

"Dia menyuruhku untuk pulang ke apartemen tanpa sepengetahuan Mas... dan membiarkan Mas Dirga mencariku kesana kemari" awalnya Fadil cuek-cuek saja dengan sepasang sejoli itu. Tapi, kali ini? Dia memicingkan matanya melihat sepasang sejoli yang ada didepannya. Dimana Echa sedang mengadu kepada suaminya sambil menyeka air mata dikedua pipinya, pemandangan seperti itu bagi Fadil bukanlah dimana seorang istri mengadu kepada suaminya. Melainkan, pemandangan itu dimatanya terlihat seperti seorang anak yang mengadu kepada ayahnya. Dan Dirga bersikap seperti seorang ayah yang tengah menginterogasi anaknya yang sedang menangis.

Fadil geleng-geleng kepala melihat Dirga memeluk Echa dengan menepuk-nepuk punggungnya, memberikan sedikit hiburan.

"Dan... soal pakaianku?" Dirga melepas pelukannya, dia mengamati manik mata yang masih basah.

"Itu aku... aku yang membuang semua pakaian Mas Dirga. Aku tidak suka melihat pakaian Mas berwarna gelap semua, jadi..."

"Jadi, ini salah satu kemauan anak kita?" potong Dirga. "Jangankan pakaian... kalau anak ini menyuruhku berjalan diluar dengan bertelanjang dadapun... aku pasti akan melakukannya" sambung Dirga dengan mengelus perut Echa yang sudah membesar dan tersenyum hangat melihat perut besar milik istrinya.

Senyum itu sedikit memudar, saat pria itu menemukan senyum miring diwajah istrinya. "Mas serius? Mas mau berjalan dengan bertelanjang dada?" pria itu menjauhkan sentuhannya dari perut Echa dan mencium aroma yang mencurigakan dari istrinya, sepertinya... Echa memiliki rencana licik untuk dirinya.

"Jangan macam-macam deh Cha, aku kan hanya bercanda" ujar Dirga, tidak bisa mengartikan arti senyuman istrinya tersebut.

"Tidak sekarang Mas, lain kali saja Mas berjalan dengan bertelanjang dada... Hehehe" wanita itu tertawa puas melihat tampang suaminya yang sudah menciut "iya kan sayang..." Echa menyentuh perutnya sambil tersenyum.

[03] Love Two Heart [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang