[VotMen Please]
"Mau sampai kapan kau menciumiku seperti itu?" ujar Dirga dengan nada dingin, matanya menatap tidak suka kepada Marissa saat pria itu mencoba menjauhkan bibir Marissa darinya. "Apa kau tidak malu mencium suami orang lain?" sambung Dirga, melangkah mundur menjauhi Marissa.
"Kau?"
"Kenapa? Apa kau pikir aku kehilangan ingatan dan melupakan istriku?" Dirga tersenyum miring melihat wajah kebingungan yang diberikan oleh wanita yang ada didekatnya.
"Awalnya, aku memang berniat untuk berpura-pura hilang ingatan dan melupakan semua kenanganku bersama istriku. Tapi, aku sama sekali tidak menyangka kalau kau dan Mamaku mengambil kesempatan ini untuk menghancurkam rumah tanggaku"
"Dan aku... tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan rumah tanggaku, sekarang jelaskan... apa tujuanmu menghancurkan rumah tanggaku?" Dirga berdiri beberapa langkah darinya dengan melipat kedua tangan didepan dadanya, menatap Marissa tajam.
"Itu... itu..." jawab Marisaa gugup, memainkan kedua bola matanya.
Fuuuuhhh...
Dirga menghela napas dalam, menurunkan kedua tangannya dari depan dada.
"Sudahlah tidak usah dijelaskan. Yang jelas aku tidak suka jika ada orang lain yang berusaha merusak rumah tanggaku" dia berjalan membelakangi Marisaa dan membuka pintu kamar tamu, melihat Erin tengah membenahi pakaiannya ke dalam lemari.
"Apa yang Mama lakukan?" tanya Dirga berdiri menyandarkan tubuhnya didinding dekat pintu dan memasukkan kedua tangannya di saku celana.
"Apa yang Mama lakukan? Ya tentu saja merapihkan pakaian Mama kedalam lemari. Karena Mama akan tinggal disini bersam -" Erin menaikkan alisnya, melihat Marissa yang berdiri dibelakang Dirga. Memanggilnya dengan nada berbisik dan memberikan isyarat kepada Erin. Tapi, Erin terus menaikkan alisnya dan menaikkan dagunya seakan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Marissa.
Dirga berjalan mendekati Erin dan mengeluarkan kedua tangannya dari saku celana. Lalu, mengeluarkan kembali pakaian Erin dari dalam lemari dan memasukkannya ke tas besar milik Erin.
"Apa Mama pikir, aku akan mengijinkan seseorang yang berusaha menghancurkan rumah tanggaku untuk tinggal disini?"
"Apa kamu bilang? Siapa yang ingin menghancurkan rumah tangga kamu?" tanya Erin pura-pura tidak mengerti.
"Sudahlah Ma, tidak usah pura-pura lagi. Sekarang keluar dari rumahku, aku tidak akan mengijinkan oranglain tinggal dirumahku tanpa seizin Echa. Jadi, kalau Mama ingin tinggal disini Mama harus -"
"Dirga, ingatan kamu..."
"Mama kaget? Apa Mama pikir semudah itu aku akan melupakan Echa?" Dirga tersenyum miring sambil menarik Erin keluar dari kamar tamu dan menenteng tas besar ditangan kanannya.
"Dan sekarang... aku tahu kalau Mama tidak menyukai Echa dan berusaha menghancurkan rumah tangga kami"
"Bukan itu maksud Mama Dir, Mama hanya ingin kamu mendapatkan keturunan. Apa kamu tidak berpikir, kalau Echa mandul? Sudah tiga tahun kalian menikah, tapi Echa sama sekali belum memberikan keturunan kepadamu" ujar Erin panjang lebar berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Dirga yang memaksanya untuk keluar dari apartemennya.
Dirga kembali menarik napas, mendengar perkataan Erin. Geleng-geleng kepala, haruskah dia mengatakan kepada Erin kalau Echa tengah mengandung anaknya dua bulan. Tentu saja, tidak. Dirga tidak akan mengatakan kehamilan Echa kepadanya, dia harus memberikan pelajaran kepada Mamanya yang telah mengambil kesimpulan bahwa Echa mandul. Terlebih lagi... Echa belum diketahui keberadaannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[03] Love Two Heart [Complete]
De TodoLanjutan CSD (Cinta Semanis Duren) & Kasih Tak Sampai. Kehidupan rumah tangga Echa-Dirga, tidak seindah seperti yang mereka bayangkan. Satu-persatu masalah kembali bermunculan. Pria dari masa lalu Echa kembali hadir dalam kehidupannya. Romi Adrian...