LTH [10]

4.9K 269 38
                                    

[VOTMEN PLEASE!!!]

Pak Dirga menepikan mobilnya tepat di depan kampus Bumi Pertiwi. Dia keluar dari dalam mobil, disusul dengan Echa dan berdiri disebelah Pak Dirga.

"Belajar yang benar ya sayang, jangan nakal di kampus" ujar Pak Dirga sambil mencubit gemas kedua pipi Echa.

"Ihhhh... Mas, apaan sih? Aku bukan anak kecil pake dicubit segala pipi aku" gerutu Echa berusaha melepas cubitan yang diberikan oleh Pak Dirga.

Pria itu tertawa tipis melihat reaksi Echa, lalu dia melepaskan cubitannya dan berpindah mengacak-acak rambut Echa. Kemudian mengecup keningnya.

Cuuuppp...

"Nanti sore aku jemput ya, mungkin agak terlambat. Karena sebelum menjemput kamu, aku harus meeting dulu dengan beberapa klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan aku"

"Iya Mas, gak apa-apa" jawab Echa.

"Aku jalan dulu ya sayang..."

"Hati-hati dijalan Mas..." Pak Dirga masuk ke dalam mobil, melambaikan tangan dari dalam mobil dan Echa membalas lambaian tangan tersebut. Tidak berapa lama, mobil tersebut melaju meninggalkan Echa ditempat.

Echa berjalan memasuki halaman kampus, tanpa dia sadari seorang pria mengikutinya dari belakang. Namun, pria itu berbelok arah menuju ruang dosen saat Echa menemui beberapa temannya yang sedang berkumpul di taman kampus.

"Kalian lagi apa?? Kelihatan asyik banget" tanya Echa, begitu mendekati beberapa temannya dan duduk disebelah Shasa yang masih kosong beralaskan rumput.

"Ini lho Cha... Dengar-dengar di Kampus kita ada dosen baru lhooo... Ganteng pulaaaa, mirip artis indo..." ujar Kezia.

"Tahu darimana Kez?"

"Dari Lita, mamanya dia bagian administrasi kan? Dia bilang beberapa hari yang lalu, ada panggilan kerja buat dosen baru. Bukan dosen tetap sih... Dosen pengganti, pengganti Bu Shania yang lagi hamil"

"Ohhhh" gumam Echa dengan mengangguk dan hanya menikmati cerita-cerita dari Kezia mengenai dosen pengganti tersebut.

💛💛💛💛💛

Suasana ruangan 301 sama seperti biasanya, suara hiruk pikuk yang terdengar dari beberapa mahasiswa dan mahasiswi didalamnya selalu mengisi ruangan tersebut. Dimana ruangan itu tempat berbagi matakuliah sastra inggris yang akan diajarkan oleh dosen baru atau dosen pengganti yang belum mereka kenal.

Hanya dalam hitungan beberapa menit, ruangan tersebut menjadi sunyi senyap saat mereka menyadari seorang pria baru saja masuk kedalam ruangan tersebut, pria yang kemungkinan besar adalah dosen pengganti.

Beberapa siswa memandang kagum kepada dosen pengganti tersebut, hanya satu siswi yang begitu tidak memperhatikannya dan tidak begitu perduli dengan dosen pengganti yang saat ini telah berada didalam kelasnya dan tengah memperhatikann dirinya. Echa, satu-satunya siswi yang tidak perduli dengan kehadirannya.

Dia masih asyik duduk menghadap ke belakang, hingga membelakangi dosen pengganti yang ada didepannya. Satu tangan Echa menumpu pada bahu bangku dan asyik berbincang ria kepada temannya yang duduk dibelakangnya dan kini tengah berhadapan dengannya.

"Ehem" Dosen pengganti tersebut berdehem, berharap siswi yang masih duduk membelakanginya dapat mengubah posisi duduknya dan dapat menyadari kehadirannya. Tapi, sayang sekali... Echa tidak menggubrisnya, entah disengaja atau tidak.

"Ehem!!" sekali lagi, dia berdehem agak keras.

"Cha, dosen pengganti udah datang tuuhhh..." Shasa seakan mengerti deheman tersebut untuk Echa, dia-pun mencoba memberitahukan Echa tentang kehadiran dosen pengganti.

[03] Love Two Heart [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang