Cuma Gue Yang Bisa - 2 (The Most Perfect Guy of Citra Bangsa)

7.4K 249 3
                                        

Part 2: The Most Perfect Guy of Citra Bangsa

MOS SMA Citra Bangsa berakhir, jujur Ify merasa sangat kecewa karena cuma saat MOS itu, Ify bisa melihat Rio dari dekat, tapii..gimana mau lihat dari dekat?? Rio yang baru aja ngeliat Ify langsung kabur entah kemana, Ify semakin merasa kecewa.

Tapi Ify masih berpegang teguh pada mottonya, yaituu.. "Tak ada kata "NGGAK" yang ada hanya kata "BELUM"" Ify tetap tidak mau menyerah untuk mendekati Rio, dengan semangat 45 bahkan 2012, ia tetap berjuang untuk mendekati Rio.

Jam pelajaran ke 3 dan 4, merupakan jam pelajaran Fisika, pelajaran yang paling membosankan, apalagi kalo gurunya adalah Bu Dina, guru yang dikenal paling jutek, tak pernah senyum, membuat hawa kelas yang panas menjadi tambah panas. Bu Dina mengakhiri materinya yang ia tulis di papan dan berbalik badan.

"Bagaimana? Ada yang mau bertanya?" Tanya Bu Dina. Semua diam, bukannya karena sudah mengerti materi tapi karena udah takut duluan ngeliat muka Bu Dina yang kayak singa mau makan orang. Bu Dina memandang ke sekeliling kelas, dan tiba-tiba matanya mulai melotot begitu melihat Ify yang sedang senyum-senyum sendiri.

***

Rio dan Ify sedang berpiknik di taman yang penuh bunga. Di taman itu dipenuhi oleh sepasang kekasih yang sedang berdua termasuk Ify dan Rio.

"Kak Rio, coba ini deh! Ify yang masak lho!" Ify menyodorkan sebuah kotak makan kepada Rio.

"Ini beneran kamu yang buat?" Tanya Rio tak percaya. Muka Ify memerah dan mengangguk.

"Dicoba dong, Kak..jangan dipelototin doang.." Rio mengambil kotak makan itu dari tangan Ify. Rio terus memandang kotak makan itu.

"Kenapa, Kak?" Tanya Ify.

"Aku gak mau makan kalo kamu gak mau suapin.." Kata Rio cemberut.

"Iiih banyak maunya deh, sini aku suapin.." Ify menyuapi Rio.

"Fy, top markotop!" Puji Rio sambil mengacungkan ibu jarinya.

"Hihii..makasih Kak Rio..!" Kata Ify. Saat itu mereka sedang bahagia sekali, tapi tiba-tiba ada seorang Ibu mendekati mereka berdua dengan tatapan tajam memandang mereka, tatapannya bagaikan monster yang mau melahap Ify.

"Alyssa Saufikaa Umarii!!!"

"KYAAAA!!!!ADAA MONSTEEER!!" Teriak Ify yang kemudian membuyarkan lamunannya yang sangat indah (??).

Semua mata tertuju padanya, Ify menjadi malu dan Bu Dina sudah berada di depan mukanya. Ify hanya cengar-cengir saja. Bu Dina kembali melotot. Muka Ify mulai pucat.

"Alyssa!! Daritadi melamun terus!! Pake ngatain saya monster lagi!!"Seru Bu Dina.

"Yah, Bu maaf bukan maksud ngeledek Ibu, saya khilaf, tadi saya lagi melamun terus saya ngeliat monster di depan saya, tapi mukanya agak mirip Ibu gitu.." kata Ify. Sivia yang mendengarnya menepok jidat.

"Cari mati lo, Fy..gue doain lo selamet deh.." bisik Sivia.

"Heeehh, apa kamu bilang?? Kamu bilang saya mirip monster??"

"Bu..bukan Bu..Bukan Ibu yang mirip monster, tapii monsternya yang mirip I..bu.." gumam Ify sambil nyengir.

"BERDIRI KAMU DIDEPAN KELAAS!!" Suara Bu Dina menggemparkan kelas X-3. Ify pun sampai terkejut di buatnya.

"Yah, yah Bu jangaaan!! Muka saya mau ditaro dimanaa??" Tanya Ify.

"Kamu taro aja di kantong, supaya gak malu!!"

"Sekarang, Bu?" Tanya Ify.

"SEKARANG!!" Dengan lunglai Ify berjalan menuju luar kelas dan berdiri di sana.

CUMA GUE YANG BISACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang