Cuma Gue Yang Bisa - 10 (Itulah Yang Membuat Alvin Jatuh Cinta Pada Sivia)

4.5K 169 3
                                        

Part 10: Itulah yang Membuat Alvin Jatuh Cinta pada Sivia

"Ini siapa ya?"

"Gue..Rizky"

Rio terdiam,

"Elu, Ky. Ngapain lu nelpon Ify? Lu kan udah punya Zahra, masih aja godain anak orang!"

"Yeee..sembarangan lu, Yo! Gue kan bilang sama Ify kalo gue mau balikin bukunya dia. Eh, kok malah lu yang ngangkat hapenya Ify? Ngapain lu, Yo??"

"Lo lupa apa? Sekarang kan pengurus OSIS lagi jalan-jalan ke Puncak. Si Ify sakit, gue lagi nungguin dia, Vianya lagi keluar."

"Ooh, gitu salam aja deh buat Ify. Thanks yaa!"

"Oke!"

Rio mengakhiri pembicaraannya.

'Ternyata si Rizky, gue kirain siapaa..'

Riopun melanjutkan membaca bukunya sambil menunggu Sivia datang.

***

Pagi hari di Puncak memang sangat menyegarkan, udaranya masih sangat sejuk dan menyegarkan badan. Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, jadi daerah di sekitar Villa masih begitu sepi. Sivia memang sudah berencana untuk bangun pagi-pagi. Ia ingin merasakan udara yang segar dan ingin menenangkan pikirannya dari masalah yang terjadi antara Sivia dan Papanya. Sivia merenggangkan badannya yang pegal-pegal.

"Aduuuhh, badan gue pegel bangeeet, gara-gara Ify niih, manipulasi tempat tidur, ngungsi deh gue di kursi.." keluh Sivia sambil memutar-mutar kepalanya.

Kemudian Sivia melihat seorang cowok yang sedang berkutat dengan kamera analognya, cowok itu sedang mengambil objek-objek pemandangan di sekitar villa. Sivia pun tertarik untuk menghampirinya. Sivia menepok pundak cowok itu.

"Eh, elo Vi..."

"Kak Alvin, lo lagi ngapain? Ngambil foto yaa?" Tanya Sivia.

"Nggak, lagi nyangkul! Udah tau lagi ngambil foto, heu.." kata Alvin sambil membidik sasarannya.

"Gue kira cuma gue doang yang bangun
pagi, kok lo bangun pagi, sih?"

"Bangun pagi itu menyegarkan, lo sendiri kan juga bangun pagi, kenapa? lagipula gue pengen ngambil foto pemandangan Puncak dipagi hari, siapa tau gue bisa ngirim fotonya buat lomba," kata Alvin.

"Alasannya sama sih Kak, hehee,Kak, jalan-jalan yuk, mumpung masih pagi!" Ajak Sivia. Alvin terbelalak.

"Ntar dulu deh, Vi. Ntar kalo pada nyariin gimana?" Tanya Alvin.

"Kan masih pagi inii..ayolaaah.." Kata Sivia sambil menarik tangan Alvin. Jantung Alvin pun berdebar-debar. Alvin pun menerima ajakan Sivia.

***

"Waaah, ternyata dibelakang villa ada kebun teh, keren banget lagi pemandangannya." kata Sivia takjub. Alvin tak kalah takjubnya dengan Sivia, ia pun mengabadikan pemandangannya dengan kamera analognya.

Saking takjubnya, Sivia berlari-lari sendiri, tapi tiba-tiba..Sivia tersandung dan terjatuh. Alvin pun yang melihatnya langsung berlari kearah Sivia.

"Vi, lo gak papa?" Tanya Alvin panik, Alvin melihat dengkul Sivia yang terluka. Sivia meringis kesakitan.

"Sakit tau, Kak!!" Ringis Sivia. Alvin pun membopong Sivia dan duduk di sebuah gardu kecil.

"Gue ngobatinnya pake apaan nih?" Gumam Alvin. Akhirnya Alvin mengeluarkan saputangan dari kantongnya, dan membersihkan luka Sivia.

"Kak, gue bawa plester nih," kata Sivia.

"Yeuuh bilang kek daritadi lo bawa plester, kan gue jadi gak panik!" Kata Alvin. Sivia hanya nyengir. Alvin pun memasang plester di dengkul Sivia.

CUMA GUE YANG BISACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang