Cuma Gue Yang Bisa - 21 (Sivia kabur?)

5.7K 179 4
                                        


Di kantin...

"Fy, lo gak mau dateng ke pertandingan perempat final?" Tanya Shilla. Ify hanya menghela napas.

"Kak Rio gak mau liat gue lagi, kemaren aja dia buang muka sama gue," ujar Ify.

"Kok lo gitu sih, Fy? Kak Rio butuh banget support lo," kata Shilla.

"Gak tau deh, gue pikir-pikir dulu," kata Ify. Kemudian Agni dan Cakka datang dan duduk di meja Ify dan Shilla.

"Widiih, kemajuan pesat nih, kok lo bisa dateng berdua?" Tanya Shilla.

"Aaaahh, kurang gaul lo, Shil! Lo gak liat infotainment? Kan ada berita gue!"

"Hah? Lo yang bikin video mesum sama Luna Maya?" Tanya Shilla.

"Kampret!! Ya nggak lah! Gue kan good boy! " kata Cakka.

"Emang ada apaan?" Tanya Shilla heran.

"Gue udah jadian sama Agni!" Ify yang sedang minum langsung nyembur ke muka Cakka.

"Sialan! Ify jorook!!!" Seru Cakka sambil mengelap mukanya. Ify hanya nyengir.

"Kak Agni? Beneran? Gak salah? Sumpah? Suer? Gak boong?" Tanya Shilla.

"Iya, gue jadian sama si curut satu ini," kata Agni.

"Ceritain dong!" Kata Ify.

"Dari sudut pandang gue aja ya!" kata Cakka.

"Nggak, kalo dari lo, pasti dilebih-lebih kan Kak!" kata Shilla. Cakka cuma manyun.

"Oke, gini ceritanya..."

Agni sedang belajar di kamarnya, tapi tiba-tiba terdengar seseorang yang sedang mengamen di depan rumahnya. Agni merasa sangat terganggu, dan ia segera turun kebawah.

"Siapa sih yang ngamen malem-malem gini??" keluh Agni.

Agni membuka pintu dan pengamen itu masih tetap bernyanyi.

"Maaf, bang!!" Seru Agni. Tapi pengamen itu tetap bernyanyi, Agni sudah mulai kesal, ia kembali ke dalam rumah dan mengambil seember air, dan segera ia lempar ke pengamen tersebut.

BYUUURRR!!!

"Astagfirullah!!" Seru sang pengamen. Agni melotot.

'Kayaknya gue tau nih suara!' batin Agni. Ia membuka pagernya dan mendapati seseorang dengan muka ditutupin ember dan baju basah kuyup berdiri di depan pagar.

"Cakka??" Agni tak percaya kalo pengamen itu adalah Cakka. Cakka mengangkat ember yang sudah bersarang di kepalanya.

"Kejam banget lu, Ag, kasian kan guee..." Cakka memasang wajah cemberut. Tawa Agni meledak.

"Lo ngapain sih, ngamen di depan rumah gue??" Tanya Agni yang mempersilahkan Cakka untuk duduk di teras rumahnya.

"Gue mau ngomong sesuatu sama lo, tapi gue mau nyanyi dulu ya," Cakka bersiap-siap dengan gitarnya.

I've always known you were the best
The coolest girl I know, So prettier than
All the rest the star of all the show.
So many times I wish you could be the one for me
I never knew you'd be like this girl, what you do
To me.

Your who I'm thinking of
Girl you're my runner up no matter what, your
Always number one, My prized
possesion, one and
Only, adore you girl I want you.
The one I can't
Live without, that's you, that's you.

You're my precious little lady, the one that
Make's me crazy, Of all the girls
I've ever Known , It's you, it's you.
My favorite, my favorite, my
favorite, my Favorite girl, my favorite girl,

CUMA GUE YANG BISACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang