Ryn dan lainnya berkumpul di lapangan indoor, guru-guru ketakutan. Bahkan beberapa satpam yang hendak mencari bantuan keluar mati saat baru keluar dari pintu utama sekolah.
Duvado High School juga membawa seluruh muridnya untuk berkumpul di lapangan indoor Tiffany High School, agar mereka bisa melindungi satu sama lain.
"Apakah kita akan mati?" Tanya Hye Ran menangis, ini sudah kedua kalinya baginya dan saudara kembarnya mengalami ini.
"Tidak akan" Jawab Ryn datar, dia berdiri di dekat jendala untuk memastikan sesuatu
Ponselnya bergetar, ada yang menelpon.
Eung Sang? bukannya seluruh panggilan tak bisa dijangkau? Sial.
Ternyata Assisten Presiden yang ada di balik semua ini, Ryn sudah curiga dari awal.
Sejak pertama kali bertemu, Eung Sang meninggalkan mereka di rumah presiden dan beberapa saat kemudian mereka di serang, Eung Sang juga tau rumah presiden di serang padahal tidak ada yang akan memberitahunya karena semua penjaga rumah telah meninggal. Licik. Dia hebat menyusun rencana. Yang penting presiden tidak akan mati dalam waktu dekat ini karena dengan sengaja Ryn menambah beberapa bodyguard dari markasnya dan Eung Sang tidak tau. Ini hanya Presiden yang tau.
Ryn menghubungi Zac, ponselnya sudah terlindungi dari apapun. Tak ada yang bisa menyadap atau memanipulasi sinyal pada ponselnya.
"Zac, ini sedikit bahaya"ucap Ryn
"I Know, aku sedang memata-matai mereka saat ini. Mereka bilang gedung sekolah akan di runtuhkan dan di buat gedung baru" ucap Zac pelan
"Mereka akan membunuh orang yang keluar"ucap Ryn
"Ya aku tau. Mereka akan mengirim orang untuk masuk, aku akan masuk. Aku akan bilang ehm aku murid Duvado, apakah itu tak mencurigakan?" Tanya Zac
"Tidak, katakan saja jika kamu anak asrama yang sedang bolos" ucap Ryn
"Oke aku akan kesana, aku mencintaimu" ucap Zac girang, hal teror seperti ini jelas-jelas tidak meresahkan mereka yang bahkan pernah mengalami lebih parah dari ini
Beberapa guru menghampiri Ryn, karena ponsel mereka tidak dapat digunakan untuk menelpon tapi dengan segala upaya Ryn bungkam dan tidak memberikan ponselnya.
3 Orang Pria besar masuk menggunakan pakaian orang yang bekerja di konstruksi dan membawa pistol. Ryn langsung berlari ke arah mereka dan berkelahi dengan mereka, setelah ketiganya di jatuhkan Ryn mengikat mereka dengan rantai dan mengambil pistol mereka. Amatiran! mereka bahkan tidak punya waktu untuk syok melihat Ryn. Ini mudah jika ternyata mereka amatiran, mereka bukan orang yang sama seperti orang yang melakukan penyerangan di rumah presiden.
"Ms. Kim Claeryn. Ap-apa yang kau lakukan?" Tanya salah satu guru dengan gugup, Ryn memegang pistol kali ini.
"Jika aku tak melakukan ini kalian bisa mati" ucap Ryn santai, dan dia memeriksa saku 3 orang yang datang itu
dan dia menemukan 3 pistol lagi, dia tidak mungkin menggunakan 9 pistol bersamaan.
"Ada yang bisa nembak?" tanya Ryn dengan polosnya
Walau takut beberapa murid dari Duvado mengangkat tangan, yah pastinya . Laki-lali yang hobi main games.
Ryn memberikan pistol itu pada mereka satu persatu, untuk jaga-jaga. Jika ada yang terjadi nanti.
"Apa yang terjadi? kenapa murid memegang pistol" Tanya Kepala sekolah Duvado
"Hanya untuk jaga-jaga, bagaimana jika mereka datang lagi? apakah bapak pikir aku yang akan menghajar mereka terus?" sindir Ryn membuat mulut kepala sekolah itu berhenti
Zac datang dengan santainya, entah dari mana dia masuk.
"19 orang, 5 Pro dan sisanya amatiran. Dikurang dengan mereka bertiga yang kau pukul 11 orang amatiran" ucap Zac datang sambil memenggang pistol
"Bawa peluru?" Tanya Ryn, Zac langsung membuka tas yang dia bawa dan banyak sekali senjata serta peluru yang ada di dalamnya
"Pasti ada salah satu dari Mereka gamers yang sering mengalahkan Evan saat bermain" ucap Zac terkekeh
"WBD124?" tanya Ryn
"Darimana? Ka—" tanya seseorang yang memegang pistol
"Kami tau segalanya"ucap Ryn
"Kita bisa biarkan mereka naik ke lantai 5, disana adalah tempat teraman untuk amatiran seperti mereka" ucap Zac
"Sekolah kami dan Tiffany hanya memiliki 3 lantai" ucap sih WBD124 itu
"Kalian punya, Bisakah kami menggunakan tempat itu? jika kalian ingin selamat tentunya" ucap Zac pada salah satu guru
Setelah tiba di lantai 5, lantai rahasia yang hanya diketahui sedikit orang. Ryn dan Zac memberitahu untuk langsung menembak di leher mereka, dan setelah posisinya sudah teratur semua mereka berdua turun dan akan menghadapi mereka langsung.
"Kim Claeryn mau kemana kalian?" Tanya guru
"Keluar, mereka harus di beri pelajaran" ucap Ryn sebelum berlari keluar
"Oh yah, Bu, Tolong pastikan semua jendela dan pintu kekunci yah, semuanya pokoknya yang bisa di akses dari luar"ucap Ryn saat dai sudah di luar pintu
Ryn dan Zac sedang ada di semak-semak belakang sekolah, mereka berpencar rupanya jadi tak masalah.
Mereka berdua berlari dan menerjang beberapa orang, 2 Pro dan 4 amatir. Pasti sisanya di luar, cukup mudah mengalahkannya.
Sisa 3 Pro dan 7 Amatir, mereka mengendap-ngendap untuk menuju bagian depan sekolah, terlihat mereka yang telah jatuh ada sebanyak 9 orang, murid-murid amatiran itu bisa diandalkan dengan baik. Berarti sisa 1 Pro.
"Dia bagian hackers, dia ada di fan itu" ucap Zac mereka berduapun mengendap-ngendap agar bisa dekat dengan fan itu.
Setelah sampai mereka membuka paksa pintunya dan terlihat seseorang berkacamata melakukan sesuatu dengan komputernya.
"Shit" umpatnya
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Ryn mengintimidasi
"Sampai matipun aku tak akan memberitahukannya pada kalian!" ucapnya yakin
Zac menarik paksa pria berkacamata itu agar keluar dari fan.
Mereka menyeret Pria itu untuk masuk ke dalam sekolah.
Orang-orang yang ada di lapangan indoor itu terkejut, bahkan ada yang menangis karena pintu terbuka kasar oleh tendangan Zac.
Zac melempar Pria berkacamata sehingga jatuh tersungkur di lantai, murid-murid dan guru-guru perempuan bahkan berteriak histeris. Zac terlihat sangat kejam jika seperti ini.
"Ricky Andara. Hacker kelas atas, kau pikir aku tak tau namamu? jangan karena orang-orang memanggilmu Kiky dan kau bisa mengelabuhiku"ucap Ryn sinis
"Siapa yang menyuruhmu? katakan saja sebelum kepada Andira kupenggal"ucap Ryn lagi, sebelumnya beberapa murid yang histeris telah di ungsikan ke ruangan lain, hanya tertinggal si kembar, beberapa guru dan murid dari sekolah laki-laki.
"Jangan sentuh Andira, aku akan beritahu semuanya" ucap pria berkacamata tang bernama Kiky itu
Sial. Sial.
Benar dugaan Ryn jika dalang di balik semua ini adalah assisten Presiden, katanya orang tua kandung assisten Presiden itu berasal dari Korea Utara sehingga saat mereka di temukan di Korea selatan, mereka langsung di bunuh.
Shit. Shit. Shitt
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl
AçãoGadis cantik yang terlibat dalam kehidupan gelap ayahnya yang adalah seorang . . . Gangster 7/8/16 Rank 3, Genre Action 9/8/16 Rank 2, Genre Action
