#19

15.5K 672 7
                                        

yang di mulmed itu Joy versi Author ❤️❤️

---——————————————————–

Banyak penumpang yang baru turun dari pesawat atau yang menjemput terkejut dan ketakuan dengan apa yang terjadi.

Banyak polisi sudah berjaga di luar bandara, mereka tidak bisa masuk sama sekali. Akses masuk di jaga oleh penjahat bersenjata.

"Zac, kita harus pergi dari sini" ucap Ryn, sesungguhnya dia ingin membantu tapi melihat Joy yang sudah sangat ketakutan dia tak tega.

Zac mengerti, dia juga tak ingin anaknya ketakutan seperti itu. Mereka berdua tak ingin Joy Trauma dengan kejadian ini, atau dengan pistol sama seperti Ryn.

Zac berganti posisi dengan Ryn, Zac yang menggendong Joy. Mereka memang selalu siaga, Ryn dan Zac selalu memakai pakaian anti peluru bukan rompi yang tebal, tapi seluruh pakaian mereka memang di desain khusus. Joy juga selalu begitu, mereka tetap harus mempersiapkan segalanya kan apalagi jika dalam situasi darurat seperti ini.

Ryn juga selalu membawa hoodie yang anti peluru untuk Joy, dan sekarang Ryn memakaikannya pada Joy agar kepalanya juga tertutup hoodie anti peluru itu, seandainya jika negosiasi mereka gagal.

Mereka keluar dari persembunyian, kepala Joy menghadap dada Zac.

"Kenapa kalian menyerang kami?" tanya Pria bersenjata itu

"Karena kalian yang menyerang duluan, kami ingin bernegosiasi. Kami akan keluar dari sini tanpa halangan dari kalian, dengan begitu kalian tidak punya serangan dari dalam bukan"ucap Ryn

"Kalian sudah membuat banyak anggotaku cidera" ucapnya lagi

"Setidaknya kami tidak membuat mereka mati, kami hanya ingin menawarkan saja" goda Ryn dengan menaikkan salah satu alis

"Biarkan saja mereka keluar bos, mereka profesional, dari tadi tembakan mereka tak pernah meleset" ucap salah satu anak buahnya

"Oke, pergilah" ucap pria itu dengan mau tak mau

"Pilihan yang bagus" ucap Ryn, lalu mereka bertiga keluar dari bandara dengan selamat tapi tidak dengan para sandera lainnya yang masih setia didalam

Saat mereka keluar banyak polisi yang menyambut mereka. Dengan banyak pertanyaan tentunya.

"Anak kami sakit jadi mereka mengizinkan kami keluar, jika kalian ingin tau apa yang terjadi di dalam, pakai ini" ucap Zac lalu memberikan sebuah ponsel

"Jika kalian menekan 1 kalian akan terhubung dengan semua ponsel penjahat di dalam, dan jika kalian menekan 2 kalian bisa mengakses CCTV di dalam. Saya mengambilnya dari salah satu penjahat di dalam sana" ucap Zac

Polisi itu terdiam dengan penuturan Zac.

"Apakah kami bisa segera pergi pak? anak saya sedang sakit" ucap Ryn menginterupsi

"Ah.. Iy-iya, terima kasih atas bantuannya" ucapnya, polisi itu pasti bingung kenapa ada sandera yang masih memikirkan sandera lainnya ketika dia sudah keluar

Zac mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, mereka tidak berbohong ketika mengatakan anak mereka yaitu Joy sakit. Badan Joy memang hangat, dan ini karena ketakutan. Ryn juga begitu dulu, jika dia terlalu takut akan sesuatu badannya akan panas.

"Mommy, Joy takut" ucap Joy menangis

"Kitakan udah keluar sayang, nggak apa-apakan? Joy nggak perlu takut yah sayang, katanya mau kayak paman Jason" ucap Ryn lembut, dia memeluk anaknya dengan sangat erat.

"Joy harus berani yah sayang" ucap Zac mengelus rambut Joy penuh kasih sayang

"Iya"ucap Joy pelan

"Joy kan harus jagain Mommy" sambung Zac

"Siap. Joy akan berani. Tapi daddy kemarin Mommy muntah-muntah" ucap Joy polos, sekarang dia sudah tak seperti tadi yang ketakutan, sekarangdia terlihat lebih berani

Zac langsung menghentikan mobilnya.

"Kamu sakit sayang? sejak kapan kamu muntah-muntah?" tanya Zac melihat Ryn khawatir, wajah Ryn memang sedikit pucat dari biasanya tapi sikap dan tingkah lakunya sama seperti biasa

"Nggak sakit, muntah doang" elak Ryn

"Sejak kapan?" tanya Zac

"2 bulan yang lalu mungkin, entahlah" ucap Ryn cuek

Zac langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat, dia khawatir pada istrinya. Bagaimana jika istrinya memiliki penyakit dalam, atau penyakit berbahaya.

"Zac, kok ke rumah sakit?" tanya Ryn bingung

"Kamu harus diperiksa sayang, aku nggak mau jadi apa-apa nantinya sama kamu. Iyakan Joy?" ucap Zac lalu meminta persetujuan Joy

"Iya, Joy sayang Mommy"ucap Joy lalu memeluk erat Ryn

Dengan terpaksa Ryn mengikuti kemauan 2 orang yang dia sayangi itu, karena jika menolak akan sia-sia.

Setelah melakukan pemeriksaan yang paling Ryn benci, akhirnya hasil tesnya sudah keluar.

"Istri saya sakit apa dok?" Tanya Zac dengan wajah penuh dengan kekhawatiran

"Istri bapak tidak sakit" ucap Dokter itu

"tapi mommy muntah-muntah dokter" ucap Joy dengan mata berkaca-kaca

"Istri bapak pasti mengalami morning sickness. Itu biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama" ucap Dokter itu tersenyum

"heh?" tanya Ryn kaget

"Istri saya hamil dok?" Tanya Zac dengan nada senang tak tertahankan

"iya pak, usia kandungan baru jalan 9 minggu" ucap sang dokter

Zac langsung memeluk Ryn dan Joy bersama.

"Makasih sayang, makasih" ucap Zac

"Daddy mom hamil? berarti Joy mau punya adik kan?" ucap Joy dengan wajah ceria

"Iya, Joy mau punya adik jadi Joy harus berani terus jagain mommy yah sayang" ucap Zac

"Siap kapten" ucap Joy lucu

kebahagiaan meliputi keluarga kecil itu, tak menyangka jika kehamilan datang lagi pada Ryn.

****

Ryn hanya diam terus di rumah, tidak bekerja. Bahkan Joy selalu di antar jemput baby sitternya. Zac jelas-jelas melarangnya untuk berkegiatan lebih, padahal Ryn sudah tidak muntah-muntah karena sudah melewati trimester pertama. Usia kandungannya sudah 16 minggu atau 4 bulan.

Zac memang lebih protektif pada Ryn saat kehamilan kedua, karena pada kehamilan pertama Ryn tidak merasakan mual apalagi mengidam, tapi sekarang Ryn sangat suka mengidam. Bahkan mudah capek dan malas bergerak, Zac tidak masalah dengan semuanya.

Apalagi Ryn yang biasanya sangat mandiri sekarang jadi sangat manja pada Zac, seorang Ryn bisa manja itu patut diberi penghargaan.

"Mommy udah minum susu?" tanya Joy, dia sangat perhatian pada Ryn dan tentu saja calon adiknya

"Udah sayang, Joy mau tidur?"

"Nggak. Joy mau nemenin mommy sama calon adik Joy aja" ucap Joy dengan cengiran khasnya, sangat lucu.

"Nanti kalo adiknya Joy udah lahir, janji sama mommy kalo Joy bakalan jaga adik Joy nanti" ucap Ryn, dibalas anggukan bersemangat dari Joy

Zac baru pulang dari kantor langsung masuk dan menghampiri istri dan anaknya.

"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Zac mengelus perut Ryn

"Mereka baik-baik saja"

-----------------------------------------------

update cepatttt karena awal kuliah masih banyak lowonggg..

Tapi hari minggu tetep update ❤️❤️

Minggu depan, akan dimulai minggu-minggu kesibukan mahasiswa baru yang sebenarnya. So, nggak akan ada lagi part bonus di tengah minggu.

See you on sunday guysss

Bad GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang