"Kak Joy tidak terlihat seperti seorang gengster, dia bahkan tidak pernah memarahi kami" ucap Jeremy
"Dad dan Mom juga, tidak terlihat berbahaya. Kalau Grandpa dan Grandma Lady kami sudah bisa menerima." Sambung Jessica
Joy datang dengan satu tas plastik besar ditangannya yang berisi banyak cemilan, wajahnya tidak menunjukkan bahwa dia seorang yang keras dan kejam
"Disitulah kelebihannya, dengan wajah yang menipu misi akan lebih muda" ucap Joy
"Kalian harus berhenti dari Kanz, jika kalian yakin mau jadi seperti kami, kalian harus punya tekad dan usaha keras. Jadi profesional tidak mudah" ucap Ryn
Jeremy dan Jessica mendengarkan dengan seksama dan dengan yakin mengangguk mengiyakan.
"Sebelum itu kalian harus di tes dahulu" ucap Joy tersenyum miring
Akan dilakukan beberapa tes untuk mengecek level para traine akan memulai. Ryn dan Joy yang mengawasi tesnya secara langsung.
"Jika kalian gagal, kalian harus berlatih lebih giat untuk masuk dalam tes selanjutnya" ucap Joy sebelum memulai tes
Pertama Tes perakitan pistol, Jessica mendapat poin 82 dan Jeremy 70.
Kedua tes ketahanan tubuh dalam cuaca, semua jenis cuaca dihadirkan dalam bentuk animasi dan teknologi digital terbaru sehingga mereka dapat merasakan suhu cuaca tersebut secara nyata. Jeremy 91 dan Jessica 77.
Ketiga tes mata dalam kegelapan, Jessica 95 dan Jeremy 97.
Keempat tes berbahasa, Jessica 83 dan Jeremy 83.
Kelima tes renang dan parkour, Jessica 80 dan Jeremy 80.
Keenam tes pertarungan tangan kosong, Jeremy 96 dan Jessica 70.
Ketujuh tes peretasan, Jessica 96 dan Jeremy 72.
"Lulus Mom. Level 7" ucap Joy setelah selesau mengetes kedua adiknya
"Okay" ucap Ryn.
* * *
"Mom ini tempat apa?" tanya Jeremy
"Dulu kalian sering kesini, ini markas besar" ucap Joy
"Sekarang kita ke bawah, kalian harus mendaftarkan nama kalian" ucap Ryn, walaupun Jeremy dan Jessica adalah anaknya tapi dia harus tetap adil.
Kedua anaknya harus mengikuti training seperti yang lain, tidak ada tindakan khusus walaupun para instruktur juga sedikit segan dan takut untuk berbuat berlebihan.
"Ryn kenapa kesini?" tanya Daniell terkejut melihat kedua cucunya datang bersama Ryn, yang dia tau Ryn tidak mau jika kedua anaknya ikut terjun dalam dunia gengster
"Mereka ikut tes Dad"4 kata dari Ryn, membuat Daniell langsung mengerti
"Level?"
"7"
"Sedikit dibawah dari Joy, tapi tak masalah. Jeremy, Jessica silahkan masuk lewat lorong sana sayang. Lihat ruang sebelah kanan tertulis se7en, masuk dan berikan kertas hasil tes kalian" ucap Daniell, Keduanyapun berjalan penuh kehati-hatian ke arah yang ditunjukan Grandpanya
Daniell memang sedang mengawasi langsung traine level pro yang akan dia tugaskan untuk melakukan misi penting.
Ryn berjalan berkeliling tempat traine dan dorm para profesional, sudah lama dia tidak turun kesini. Biasanya dia akan menjadi instruktur atau berlatih disini.
"Mom, aku pergi ke level 13 yah" ucap Joy lalu pergi ke ruangan berlatih level 13
Ryn pergi ke tempat latihan menembak, disana sedang tidak ada latihan. Dia mengingat kejadian dulu, ketika dia sangat membenci pistol dan Zac selalu menenangkannya dan mengatakan jika itu bukan salahnya.
Zac datang entah darimana dan langsung memeluk Ryn dari belakang.
"Aku mencarimu. Kamu tak menjawab teleponku tadi" ucao Zac dengan nada merajuk
Ryn membalikkan badan dan menatap Zac.
"Mereka berdua kesini?" tanya Zac
"Ya. Mereka ada di level 7. Mereka sedikit berbeda dari Joy, hal itu membuatku sedikit takut untuk melepaskan mereka ke dalam dunia gengster. Walau bagaimanapun mereka sudah 15 tahun dan baru memulai di level 7" ucap Ryn pelan
"Itu sudah bagus sayang. Traine lain memulai latihannya pada level 3 saat diusia mereka" ucap Zac menenangkan
"Jika dalam 2 bulan mereka tidak naik ke level 11 aku akan memaksa mereka untuk berhenti" ucap Ryn lalu meninggalkan Zac, Zac tau Ryn khawatir jadi sebisanya dia ingin agar anak-anaknya memiliki kemampuan yang hebat sehingga dia tidak akan khawatir.
* * *
Setelah berlatih tanpa istirahat selama 9 jam akhirnya Jeremy dan Jessica mendaoat istirahat selama 5 jam sebelum melanjutkan latihan yang lain.
"Jeremy, Jessica daddy memanggil kalian" ucap Joy, Jeremy dan Jessica yang masih kelelahanpun berjalan ke arah ruangan daddynya sesuai perunjuk Joy
Mereka masuk dan hal pertama yang mereka rasakan adalah terkesan, ruangannya sangat besar dan nyaman.
"Kalian berdua baru selesai ikut trainingkan? duduklah dan beristirahat" ucap Zac menatap kedua anaknya, dulu waktu Joy yang mengikuti training sikapnya sangat berbeda, karena Joy memang dari awal sudah mengetahui semuanya dan mengikuti training saat masih berusia 6 tahun
"Kalian harus naik 4 level dalam waktu 2 bulan, jika ingin tetap ingin menjadi profesional" ucap Zac serius
"APA??"
"Mommy kalian yang mengatakannya pada Daddy. Jika tidak? kalian harus berhenti dan tidak boleh menjadi traine sampai kapanpun" ucap Zac lagi, membuat ekspresi Jeremy dan Jessica campur aduk mendengarnya
"Apakah Mommy sejahat itu?" tanya jessica
"Mommy kalian hanya ingin yang terbaik untuk kalian, dia takut membiarkan kalian masuk dunia hitam tanpa kemampuan yang sangat hebat" sambung zac
"Tapi Daddy, kata instruktur kami, kenaikkan level itu hanya jika kami telah mengikuti training selama 6 bulan" ucap Jeremy
"Ya itulah yang menjadi standar, dan itu hanya untuk traine biasa dan tidak berlaku bagi kalian berdua" ucap Zac
"Bagaimana caranya? latihan tadi saja kami sudah sangat kewalahan" ucap Jessica
"Pilihan kalian hanya itu. Latihan lebih keras atau hilangkan tujuan itu dalam hidup kalian" ucap Zac
Jeremy dan jessica pun susah payah menelan salivanya setelah mendengar perkataan Zac.
"Beberapa jam lagi pelatihan kalian akan dimulai lagi, lebih baik kalian istirahat sekarang agar mendapat tenaga lebih untuk latihan nanti, agar naik level lebih cepat" ucap Zac lalu meninggalkan ruangannya membiarkan kedua anaknya beristirahat
Vomment jangan lupa guyss
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl
ActionGadis cantik yang terlibat dalam kehidupan gelap ayahnya yang adalah seorang . . . Gangster 7/8/16 Rank 3, Genre Action 9/8/16 Rank 2, Genre Action
