18+
"Apakah kau yakin ini akan berhasil dan tidak berbahaya Taehyeon-ssi?" tanya Soojin
Mereka memasuki Mall milik Chungha Group untuk memancing perhatian mereka yang mencari Soojin, di tempat umum seperti ini Jessica yakin jika mereka tidak akan bertindak gegabah dengan menculik Soojin.
"Sayangku kau sudah lama disini? Maaf aku baru datang" Ucap Jeremy yang berpura-pura menjadi pacar Jessica, karena Soojin yang adalah seorang yang terkenal sangat tidak mungkin jika Jeremy menyamar jadi pacarnya
"Tidak apa-apa. Kenalkan dia Soojin temanku"
"Choi Min Hyuk" ucap Jeremy karena Jessica sudah terlebih dahulu menggunakan nama aslinya, nama mereka akan sangat mirip jika menggunakan keduanya bersamaan
"Oh Soojin"
"Oppa kau tidak mengenalnya? dia seorang artis" ucap Jessica pura-puta merajuk
"Benarkah? Maafkan aku Taehyeonku, aku sudah lama berada di Amerika jadi aku tidak begitu tau artis Korea"
Mereka berjalan berputar-putar di Mall dan banyak penjaga sudah memperhatikan Soojin, mereka sudah saling kode.
"Aku harus ke toilet, Oppa bisa kau menunggu kami disini?" ucap Jessica saat mereka sudah berada di depan toilet yang memiliki pintu darurat bersebalah dengan toilet, alasannya? agar para orang suruhan Chungha group lebih mudah menculik mereka
"Dengarkan aku Soojin sih, anggap aku hanya temanmu yang tidak bisa apa-apa. Dan jangan anggap seseorang akan menolong kita! Camkan itu" ucap Jessica berbisik di telinga Soojin
Soojin yang benar-benar gugup dan ketakutan hanya mengangguk.
"Relax Soojin-ah" bisiknya pada dirinya sendiri
Sesuai dugaan Jessica, para penjaga itu langsung membius mereka berdua saat keluar dari toilet dan langung menuju pintu keluar darurat yang tersedia.
Sesuai dengan skenario yang telah diatur, Jeremy langsung khawatir dan melaporkan hilangnya mereka berdua langsung ke pihak polisi yang sudah mereka telusuri dan bisa dipercayai.
Karena alasan sudah tidak lama di Korea, Jeremy tidak melapor ke pihak pengamanan Mall yang mungkin akan membuatnya kebingungan.
Sementara itu Jessica dan Soojin dibawa ke ruang bawah tanah Mall dan disekap di sebuah jeruji yang berseblahan dengan jeruji Leeyeon, Jessica tidak mudah pingsan saat diberi bius. Dia dan kedua kakaknya keturunan Ryn yang tidak mempan terhadap bius, dan itu sangat menguntungkan bagi mereka apalagi dalam misi.
"Permisi siapa kalian?" tanya Jessica pura-pura baru sadar dari bius dengan ketakutan yang dibuat-buat
"Kami tidak berniat membawamu nona tapi karena kau bersama Soojin jadi kami tidak punya pilihan lain" ucap salah satu penjaga dengan bedan kekar
"Soojin? Apa salah Soojinku pada kalian? dia gadis yang baik" ucap jessica mulai melancarkan serangan
"Tapi dia mengambil sesuatu yang penting bagi bos kami nona"
Tak lama ada lelaki yang muncul dan dia adalah CEO Chungha Group.
"Aku tidak tau menikmatimu bisa hampir membawa petaka bagi kerajaanku Im Leeyeon-ssi?" ucapnya menatap Leeyeon yang sedang mendekam disana sejak beberapa hari lalu
CEO itu dengan santainya masuk ke dalam sel Leeyeon dan menampar pipinya keras.
"Seharusnya aku benar-benar langsung membunuhmu setelah menidurimu seperti jalang yang lain. Kau membuatku sial sayang" ucap CEO Chungha Group lalu mencium Leeyeon yang masih terkapar dengan kasar sembari menjambak rambutnya keras
Kemarin mereka sudah melakukan penyelidikan tentang CEO Chungha grup yang ternyata memiliki gangguan tentang hormon yang berlebih, sehingga dia sangat kecanduan seks kasar dan disaksikan.
"Kumohon jangan bunuh aku tuan" ucap Leeyeon dengan sekuat tenaga tanpa membalas perlakuan fisik yang berikan CEO itu padanya
Jessica benar-benar muak, ingin sekali menampar orang tua gila itu tapi sayangnya dia benar-benar haru menunggu waktu yang tepat agar semua berjalan dengan lancar.
"Kau sangat manis dan nikmat sayangku, karena itu aku akan memberikan hadiah kecil untukmu. Kau tidak akan kubunuh! tapi kau akan terus mendekam disini dan menjadi pemuas napsuku" ucapnya lalu tertawa kencang membuat Leeyeon jadi lebih takut dengan gemetaran hebat disekujur tubuhnya
CEO itu menatap Jessica, dan sepertinya dia tertarik.
"Kau" Tunjuknya pada Jessica
"A-aku?" aktingnya benar-benar pantas diacungi jempol
"Ya Nona kau. Kau sangat cantik dan err.... seksi" ucap CEO itu mendekati Jessica perlahan
"..............mungkin aku juga harus mencicipimu" ucapnya lalu menyuruh salah satu anak buahnya untuk membuka kurungan Jessica
Jessica tidak akan menunggu lebih lama, dia harus memulai rencana lebih dahulu. Biar Jeremy menyesuaikan nanti, yang penting dia tidak akan membiarkan pria tua menjijikan didepannya menyentuh dirinya.
Saat pintu kurungan terbuka, CEO Itu langsung masuk dengan tatapan menginginkan sesuatu dari Jessica.
Saat tangannya hampir menyentuh paha Jessica, dengan kuat dan cepat Jessica langsung memutar tangannya lalu mendorongnya hingga jatuh tersungkur.
"Sialan Kau. Bunuh dia" ucap CEO itu marah karena baru kali ini dia diperlakukan seperti itu
Para anak buah CEO itu langsung mencoba menangkap Jessica, tapi Jessica cukup hebat dalam berkelahi dengan mereka walaupun pada ujian tes masuk pelatihan dia mendapat nilai yang tidak baik dalam perkelahian fisik.
Perkelahian elok tak terhindarkan
1 orang perempuan vs 7 orang laki-laki
Saat 6 anak buah yang lain sudah tumbang, tertinggal satu yang bertubuh paling besar.
Dia tidak melawan Jessica, hanya menyunggingkan senyuman remeh lalu langsung mengarahkan pistol ke arah Jessica.
DORRR
DORRR
DORRR
TBC/END.
Plz vote guys..
Syarat yang lalu tidak tercapai sebenarnya dan author bimbang diantara post atau enggak, tapi kayaknya udah kelamaan.
Plz dont be sad karena author lama ga update.
80 Vote for next yahh..
Kali ini serius lohh guyss..
Saranghaeyo XOXO
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl
AçãoGadis cantik yang terlibat dalam kehidupan gelap ayahnya yang adalah seorang . . . Gangster 7/8/16 Rank 3, Genre Action 9/8/16 Rank 2, Genre Action
