Kepolisian Seoul mendadak gempar. Hyunjung dan bukti yang mendadak dimilikinya yang menjadi sebab. Sebelumnya, hampir semua polisi di sana-—kecuali Tim A—-berpikir jika kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan itu akan berakhir menjadi kasus dingin, lalu posisi Tim A terancam dan dipindahkan ke sektor lain di kota yang lebih kecil.
Sengaja dilakukan diam-diam, Hyunjung memberitahu Ketua Hwang soal bukti yang diperolehnya dari Yoonra, yang kemudian info itu disalurkan pada anggota timnya saja-—Ketua Hwang sudah tahu soal mata-mata di kepolisian. Mereka sepakat bertemu di Badan Forensik untuk memeriksa lebih lanjut soal bukti yang diperoleh.
Hyunjung dan Jimin mengikuti proses autopsi korban, sementara lainnya menunggu hasil pemeriksaan bukti keluar. Setelah yakin, baru mereka kembali ke kantor dan membongkar database hingga ditemukan data dari pemilik DNA yang cocok dengan darah yang melekat pada jaket almamater Yoonra.
"Lee Sunghwa. Usianya tiga puluh tahun. Pekerjaannya adalah DJ di salah satu kelab di Hongdae, Starlight."
Dalam presentasi di depan jajaran atas Kepolisian Seoul, Hyunjung membeberkan identitas terduga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan korban atas nama Baek Yeri, yang kemungkinan juga pelaku atas korban-korban sebelumnya.
"Dari mana kau mendapat bukti itu?" tanya Kepala Divisi Kriminal.
"Seseorang mengirimnya ke rumahku," bohong Hyunjung. Bagaimanapun juga, identitas Yoonra harus disembunyikan lebih dulu, demi kelancaran proses penyelidikan, juga demi keselamatan Yoonra. Woo Jiho saja terbunuh, apalagi Yoonra yang merupakan saksi kunci?
"Mengirimkannya padamu?" Kepala Divisi tertawa remeh, meragukan jawaban Hyunjung.
"Kenapa tidak? Saat di TKP, penjaga gedung flat tempatku tinggal menghubungiku, karena ada bingkisan yang dititipkan padanya untukku."
"Kau buru-buru pulang hanya untuk mengambil bingkisan yang belum jelas apa isinya? Kau bisa mengambilnya saat pulang kerja." Atasan menyebalkan itu belum mau menyerah.
"Kartu identitasku tertinggal. Jika bukan karena Jimin dan Taeyong, aku tidak akan bisa mendekati TKP tadi pagi." Hyunjung adalah perempuan dengan sejuta alasan. "Lagi pula, aku tidak mau disuruh mencari orang hilang yang jelas-jelas punya surat kematian, sebagai hukuman karena lalai meninggalkan kartu identitasku."
Di tempat duduknya, Jimin diam-diam mengacungkan ibu jarinya pada Hyunjung atas sindirannya barusan. Kepala Divisi mereka memang selalu memberikan hukuman seperti itu pada anggota yang ketahuan lalai tidak membawa kartu identitas. Disuruh mencari orang hilang, tapi faktanya orang itu sudah meninggal, bahkan dimakamkan oleh keluarga sendiri.
"Bisa saya lanjutkan?" pinta Hyunjung sopan, yang langsung dipersilahkan oleh Kepala Kepolisian.
"Kemarin malam, aku pergi ke Starlight. Dan aku menemukan sesuatu yang menurutku berhubungan dengan kasus ini. Juga sangat berhubungan dengan kasus kematian Woo Jiho."
Semua yang berada di ruang rapat saling pandang, kecuali tim Hyunjung sendiri. Mereka sengaja merahasiakan apa yang mereka temukan, berpolah seperti habis menemukan jalan buntu, namun kemudian memberikan kejutan yang tak terduga. Harus seperti itu untuk aman dari mata-mata.
Hyunjung mengeluarkan ponselnya, berkutat dengan benda persegi panjang itu sebentar, lalu meletakkannya ke atas podium di hadapannya. Tidak lebih dari dua detik, rekaman suara seorang perempuan pun terdengar.
"Kau tahu berita panas hari ini? Woo Jiho mati."
"Apa? Bagaimana bisa? Semalam dia habis 'bermain' denganku."
"Tidak percaya. Mayatnya ditemukan tenggelam di Sungai Han tadi pagi."
"Tenggelam? Jiho bunuh diri di sana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Past Future [Complete]
FanfictionTakdir memang tidak bisa dilawan. Dan takdir itulah yang kini melibatkan Hyunjung, Jaewon, dan Yoongi karena satu kasus besar yang tengah ditangani oleh tim detektif Hyunjung. Tidak ada yang akan tahu bagaimana akhirnya, namun dengan bekal apa yang...
![Past Future [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77581834-64-k582864.jpg)