8. New Victim

1.6K 250 17
                                        


Hyunjung masih merasa kacau, bahkan di hari yang sudah berganti, di saat ia sudah berada di area parkir kantor polisi. Apa yang terjadi semalam masih membayanginya. Bagaimana Yoongi menghimpitnya di lorong bar, menciumnya di sana, membawanya ke ruangan khusus yang remang-remang, berdebat, lalu menciumnya lagi. Rasanya seperti akan gila saja jika memikirkan semuanya.

Yang mengganggu Hyunjung adalah, bagaimana jika Jaewon tahu? Bisa semakin rusak hubungan mereka, kalau sampai Jaewon tahu Hyunjung pernah berciuman panas dengan pria lain di tempat macam bar. Di ruangan khusus, pula, yang biasa digunakan orang-orang untuk berbuat asusila.

Hah! Semua itu ulah Yoongi, akal-akalan pria itu yang memang mencari kesempatan dalam kesempitan, kenapa hanya dirinya yang frustrasi? Jika terjadi masalah akibat kejadian semalam, Hyunjung hanya tinggal melabrak Yoongi, menyalahkan semua padanya, kalau perlu menuntut semua penyelesaian darinya.

"Waktunya bekerja, Hyun. Jangan pikirkan yang semalam! Fokus saja pada bagaimana caramu membebaskan Jaewon secepatnya." Hyunjung bermonolog, menasihati dirinya sendiri. Fokusnya tidak boleh berubah, sehingga Jaewon bisa bebas secepatnya.

Selesai menasihati diri sendiri, Hyunjung keluar dari mobilnya, menguncinya, lalu masuk ke dalam kantor, menuju meja kerja timnya. Semua sudah datang, termasuk Taeyong yang tangannya sudah sepenuhnya pulih setelah kecelakaan kecil pada malam penangkapan Jaewon. Semua sedang sibuk dengan urusan masing-masing, namun begitu Hyunjung masuk, semua mengalihkan perhatian padanya. Tidak pernah seperti itu, Hyunjung pun dibuat terheran.

"Kenapa?" Bukan pada semua, pertanyaan itu Hyunjung tujukan pada Jimin, yang duduk di sebelahnya.

"Ikut aku!" kata Jimin, yang kemudian ia berdiri dan melangkah menuju ruang rapat, dan diikuti Hyunjung di belakangnya. Ada apa sampai Jimin mengajaknya bicara di tempat yang memiliki privasi? Omong-omong, ruang rapat itu kedap suara.

"Ada apa?" Hyunjung kembali bertanya. Sedangkan yang ditanya, malah duduk di atas meja kaca, bersidekap, lalu menatapnya penuh selidik.

"Ada hubungan apa sebenarnya antara kau dan Min Yoongi?" Jimin balik bertanya.

"Ha? Aku dan Min Yoongi?" Hyunjung bingung sendiri. "Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya."

"Lalu kemarin kau pergi ke mana setelah kita selesai latihan?"

"Kemarin ...," harus jawab apa Hyunjung? "Kemarin itu aku--"

"Pergi ke kelab, 'kan?"

Mata Hyunjung membulat. "Bagaimana kau bisa tahu?"

Tanpa menjawab, Jimin segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel, yang kemudian diserahkan pada Hyunjung setelah mengotak-atiknya sebentar. Jimin menunjukkan jawaban, dari mana ia tahu kemana Hyunjung pergi semalam.

Sedangkan Hyunjung, hanya bisa membelalakan matanya begitu melihat apa yang ada di layar ponsel Jimin. Foto dirinya saat di kelab bersama Yoongi semalam. Bukan hanya satu, tapi beberapa foto yang membuat Hyunjung mengerti kenapa Jimin sampai menanyakan ada hubungan apa antara dirinya dan pengacara publik itu.

"Apa yang kalian lakukan di ruangan itu?" Jimin bertanya seperti sedang menginterogasi tersangka.

"Aku tidak melakukan apa-apa dengannya, Jimin."

"Kau pikir aku percaya? Di lorong yang bisa dilihat banyak orang kalian berciuman, 'kan? Bagaimana mungkin kalian tidak melakukan apa-apa saat berada di dalam ruangan yang hanya ada kalian berdua?"

Hyunjung menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Ia bingung bagaimana harus menceritakannya pada Jimin atas apa yang terjadi semalam. Hyunjung sudah janji pada Yoongi, jika apa yang mereka rencanakan semalam belum boleh ada yang tahu, sebelum mereka mengetahui siapa 'tikus' dalam kepolisian yang membuntuti Hyunjung semalam.

Past Future [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang