Hyunjung tidak punya waktu untuk mempedulikan tatapan aneh beberapa polisi yang sudah siaga di kantor, karena pakaian yang melekat pada tubuhnya. Tidak terpikir untuk ganti pakaian lebih dulu, makanya ia mengajak Jimin supaya bisa masuk—-tanpa kartu indentitas akan cukup sulit.
Tujuan utama Hyunjung adalah ruang CCTV. Di sana ada petugas yang baru berganti shift. Mengatakan keadaan Taeyong, akses bisa mereka peroleh dengan mudah.
Jimin ikut fokus pada layar yang menampilkan hasil rekaman kamera tiga semalam. Kamera itu terarah pada jalan dari pintu masuk divisi kriminal sampai pintu ruang interogasi. Pintu ruang rapat berada di antara keduanya, sedikit lebih dekat dengan pintu ruang interogasi.
Rekaman dipercepat sampai pada jam di mana Hyunjung memutuskan untuk pergi makan malam keluarga. Kantor masih cukup ramai dan tidak ada yang mencurigakan, maka Hyunjung kembali mempercepat rekaman sampai jam di mana kantor mulai sepi.
Jimin diam saja karena tahu apa yang Hyunjung lakukan.
Satu per satu polisi pulang, namun belum ada tanda-tanda Taeyong akan keluar ruang rapat tempatnya bekerja. Berhenti di sekitar jam sebelas malam, ada seseorang yang sebelumnya berada di luar jangkauan kamera mendekati ruang rapat. Tidak terlalu dekat, namun kentara sekali jika ia tengah mengawasi apa yang ada di dalam. Lee Taeyong.
Yoo Sejin, pria yang terekam dalam kamera CCTV kembali menjauh. Keluar dari jangkauan kamera.
Rekaman kembali dipercepat, berhenti lagi di sekitar jam dua belas. Yoo Sejin mendekat lalu menjauh lagi. Terus begitu setiap jamnya, hingga jam lima pagi. Memeriksa Taeyong sebentar, lalu kembali menjauh, namun kali ini ia keluar ruangan. Dipercepat lagi, Yoo Sejin tidak mendekat lagi. Malah Taeyong yang keluar dari ruang rapat lima belas menit kemudian.
Dengan tas di punggungnya. Taeyong membawa tasnya.
"Jadi Yoo Sejin Sunbae?" Jimin agak terheran. Timnya-—terutama Hyunjung-—memang jarang akur dengannya, tapi menjadi mata-mata geng sebesar Block Buster, Jimin tidak menyangka. Selama ini kinerjanya juga bagus, meski didominasi tugas 'pembersihan' saja.
"Kita harus membuktikannya, tapi aku sangat yakin jika dia memang 'tikus' yang selama ini mengganggu tugas kita."
Hyunjung mengeluarkan ponsel, lalu membuka aplikasi kamera. Sebelumnya, rekaman CCTV itu sudah di-reverse ke bagian di mana Yoo Sejin muncul dalam gambar, lalu di-pause. Hyunjung memotret bagian itu.
"Boleh aku minta salinan rekaman ini?" pinta Hyunjung pada petugas yang langsung disetujui.
Sementara menunggu salinannya selesai dibuat, Hyunjung kembali menggunakan ponselnya. Kali ini untuk menelepon seseorang.
"Em ... Yoo Jaerim?"
Mata sipit Jimin sedikit melotot mendengar nama yang baru saja Hyunjung sebut. Yoo Jaerim, anak dari Yoo Sejin. Hyunjung tahu bagaimana harus bertindak.
"Aku Yoon Hyunjung, rekan kerja ayahmu di Kepolisian Seoul. Maaf mengganggu pagi-pagi, tapi apa aku bisa bicara dengan ayahmu? Ada berkas kasus penting yang ingin kutanyakan padanya. Tapi nomornya tidak bisa dihubungi. Oh? Belum pulang? Sejak kemarin? Tidak, ayahmu tidak ada di kantor. Ya sudah. Mungkin nanti kutanyakan langsung saja padanya. Terima kasih."
Hyunjung menutup teleponnya. "Sejin Sunbae tidak ada di rumah sejak kemarin. Kemungkinan alibinya berkurang satu."
"Ini rekaman yang kauminta," ujar seorang petugas seraya menyerahkan sebuah flashdisk pada Hyunjung.
"Terima kasih."
"Sudah?" tanya Jimin.
"Saat ini iya. Kita perlu memberitahu Ketua Hwang dan Dongwon Sunbae tentang ini. Setelah ini kau mau ke mana? Kembali ke rumah sakit?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Past Future [Complete]
FanfictionTakdir memang tidak bisa dilawan. Dan takdir itulah yang kini melibatkan Hyunjung, Jaewon, dan Yoongi karena satu kasus besar yang tengah ditangani oleh tim detektif Hyunjung. Tidak ada yang akan tahu bagaimana akhirnya, namun dengan bekal apa yang...
![Past Future [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77581834-64-k582864.jpg)