Itaewon, Korea Selatan.
Disinilah, di kota daerah terpencil di Itaewon, Mina membawa Masoon ke dalam sebuah villa yang lumayan besar.
" Bibi.. Ini dimana?? " tanya Masoon lugu.
" Ini dirumah nenekmu, nak. " jawab Mina lembut.
" Nenek?? Nenek siapa, bi?? " tanya Masoon lagi.
" Nenek dari appa Junhoe. Kau tahu Junhoe kan?? " ucap Mina.
" Appa.... " gumam Masoon dengan wajah antusiasnya.
" Nde, appa mu, appa Junhoe. Kau ingin bertemu appa Junhoe bukan?? " tanya Mina merayu.
" Nde.. Aku ingin beltemu appa.. " jawab Masoon antusias.
" Kajja, kita bertemu dengan appamu, sayang. " ajak Mina.
Eun Hee tidak dapat tidur malam ini, bahkan makan dan minum pun tidak. Ia selalu memikirkan dan terlamun memikirkan Masoon anaknya.
" Eun Hee-ya.. " panggil Chanyeol lembut sambil membawa nampan berisi nasi dan lauk pauk.
" ...... " Eun Hee tak bergeming.
" Eun Hee-ya.. Kau harus makan. Sudah 2 hari kau belum makan dan minum, eoh. " ucap Chanyeol segera duduk disamping Eun Hee.
" Ani, Chanyeol. Apa Masoon sudah makan dan minum sekarang?? Aku tidak ingin makan dan minum. "
" Kita sudah melaporkannya pada polisi, dan polisi akan mencarinya dengan maksimal. Kau tidak perlu khawatir, Eun Hee-ya. " jawab Chanyeol.
" Mwo?? Aku tidak perlu khawatir katamu?? Dia anakku, Chanyeol. Aku sangat khawatir bila akan terjadi apa-apa pada Masoon!! " bentak Eun Hee.
" Baiklah. Maafkan aku sudah salah memberimu saran. Sekarang lebih baik kau makan dulu, akan lebih baik jika kau makan agar besok kita bisa mencari Masoon lagi. " ucap Chanyeol.
" ...... " Eun Hee tak menjawab perkataan Chanyeol dan kembali terlamun.
" Aku taruh di atas meja, ne. Aku berharap kau akan makan. Aku tidak ingin kau sakit, Eun Hee-ya. " ucap Chanyeol segera berdiri dan keluar dari kamar Eun Hee.
Mina POV
Masoon merasa nyaman tinggal dengan Mina. Dan Masoon juga sudah tahu siapa neneknya. Ibu Junhoe selalu memperlakukan Masoon dengan baik.
" Masoon-ya. " panggil ibu Junhoe. Masoon saat ini sedang sarapan pagi bersama Mina dan ibu Junhoe.
" Ne, halmeoni?? " jawab Masoon.
" Kau ingin berbicara dengan appa mu?? " tanya ibu Junhoe.
" Mwo?? Jeongmal?? Aku boleh belbicala dengan appa?? " tanya Masoon antusias.
" Tentu, nak. Kau pasti merindukan appa Junhoe, kan? " ucap ibu Junhoe sambil mengelus puncak kepala Masoon.
" Ne.. Aku sangat lindu dengan appa. Ayo halmeoni, aku igin menelfon, appa. Kajja, halmeoni.. " ajak Masoon antusias.
" Baiklah, akan halmeoni telfon dulu. " ucap ibu Junhoe dan segera menelfon Junhoe.h hhhhh
" Ne, eomma?? Yeobseo?? " ucap Junhoe.
" Appa!!!!! " teriak Masoon antusias.
" Mwo?? Ini Masoon kah?? " ucap Junhoe tak percaya.
" Nde, appa. Neomu bogoshipo, eoh. " jawab Masoon.
" Masoon?? Kau benar Masoon anak appa, kan?? tanya Junhoe masih tak percaya.
