"Kau... siapa ya?" aku berpura-pura melupakannya, supaya menunjukkan bahwa aku benar-benar tak ingin kenal dengan orang sepertinya. Kenyataannya aku memang sedang tidak ingin melihatnya. Kuakui, dia memang tampan dan kelihatannya lembut tapi, dalamnya bejat.
"Kau lupa aku? Kita baru saja bertemu kemarin" dia berjalan mendekatiku. Astaga, berada di dekatnya akan membuatku sulit bernapas apalagi, dia sedang bertelanjang dada seperti itu. Ayolah, bernapaslah!
"M-maaf sekali tapi... aku benar-benar tidak tahu kau siapa" aku menyelesaikan ucapanku dalam satu tarikan napas. Ryan sekarang sudah berada tepat di hadapanku, hanya berbeda sepuluh senti dari wajahku.
"Aku sedih kau melupakan aku" dia melemparkan tatapan penuh arti yang membuatku nyaris mual "Kau benar-benar lupa hah?"
"Ya, aku lupa. Maaf tapi aku sedang mencari seseorang dan sedang tidak punya waktu untuk berbasa-basi denganmu" aku memerhatikan sekeliling dengan seksama, mencoba mencari wanita cantik dengan rambut pirang lembut. Tapi pikiranku tidak sepenuhnya menuju kesana. Kepalaku masih sibuk memikirkan lelaki menawan yang sedang menatapku ini.
"Mencari siapa? Aku bisa bantu" tawarnya.
"Aku sedang mencari Rosallyn siapalah itu" aku lupa nama belakangnya! Membuat malu saja. Ryan pasti sedang terkikik geli mendengar ucapanku barusan.
"Oh, Rossalyn" dia mengucapkannya dengan suara menggoda, "Kurasa kau bisa bertanya dengan nyonya yang sedang membaca majalah di meja di sudut sana" dia menunjuk meja di sudut sebelah kananku. Wanita itu sungguh cantik dengan rambut hitamnya yang bervolume, nampak seperti sutra. Mengapa semua makhluk didalam sini begitu menawan?!
"Sejujurnya aku sendiri juga tidak tahu kemana dia pergi, kurasa kemarin dia ijin akan mengunjungi neneknya yang tinggal di jepang. Kau tahulah, orang tua" Ryan melanjutkan tapi aku sudah tidak mendengarkannya. Semua pikiranku sudah fokus pada wanita di ujung sana.
Aku berjalan mendekati wanita itu, meninggalkan Ryan yang masih menatapku dengan tatapan menggelikan. Well, tidak menggelikan sih hanya saja, aku risih dipandang begitu intens olehnya.
"Permisi" kataku pada wanita cantik itu yang langsung mendongak, "Aku mencari Rossalyn Vallerie" akhirnya aku mengatakan nama belakangnya dengan benar tapi, wanita itu menatapku dengan tatapan prihatin.
"Maaf sekali, dia menghilang sejak kemarin. Aku tidak tahu alasannya tapi kurasa, dia ijin ingin pergi menemui neneknya di jepang" jawabnya. Kupikir si Ryan itu berbohong tapi ternyata dia benar juga. Mungkin dia sebenarnya berniat baik dan hanya bermain-main saat menanyakan hal itu padaku kemarin. Seharusnya aku tak boleh begitu curiga padanya.
"Benar kan kataku?" suara orang yang selama beberapa hari ini terngiang di kepalaku muncul dari belakang pundakku. Aku menoleh untuk menatapnya. Aku memang tak mau mengambil jalan gila ini tapi, mungkin aku bisa meminta bantuannya. Aku tak punya pilihan lain, oke? Semakin lama aku merawat bayi ini bersamaku, semakin besar kemungkinan Mom akan mengetahuinya. Dan Audrey tak akan lagi mau menerima bayi ini di apartemen kami lebih lama lagi setelah apa yang terjadi semalam.
"Ya, maaf. Aku hanya bingung apa yang akan kulakukan setelah ini. Teman sekamarku tak akan sudi menerima bayi ini dan lambat laun, ibuku akan mengetahui tentang bayi ini. Aku harus menemui Rosalyn dan memberikan bayi ini padanya dengan cepat. Aku bingung kemana aku harus menempatkan bayi ini sampai aku menemui ibunya" aku mengatakan kata-kata terkutuk barusan pada lelaki ini. Aku hanya berharap dia mau mengambil bayi ini dan menempatkannya di rumahnya. Setelah itu aku akan bebas dari bayi itu untuk sementara waktu.
Ryan terdiam sambil memandangku, nampaknya seperti sedang menimbangkan sesuatu. Aku sempat melihat senyumnya mendadak keluar, membuatku merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Found The Baby & You
RomanceAlicia Bannet, seorang gadis polos yang tidak mengerti apa-apa, menemukan seorang bayi laki-laki imut didalam pesawat seorang diri! Alicia dapat mengira usia bayi itu baru saja beberapa bulan, tanpa sadar ia merasa kasihan dan tak tega meninggalkann...
