Lamaran

61 10 0
                                        

Aku hari ini lagi-lagi mendapat tugas dibidang komunikasi, karena Kenzi masih berada di luar kota.
Menurut informasi Kenzi sedang mengantar adiknya keluar kota.

"Mas Fariz bilang, gue nggak boleh kerja kalau udah nikah. Lo nggak marah kan Tha?" Jam pulang adalah quality time untuk kami. Sekarang, kami sedang menunggu jemputan sambil makan siang di restoran hotel.

"Dih, buat apa juga gue marah? Gue juga mau resign dari sini kalau gue udah nikah nanti." Kamilia menganga. Matanya membulat sempurna.

"Demi apa? Lo mau nikah? Kapan? Kok baru ngasih tau gue sekarang? Nikah sama siapa? Anaknya gimana? Ganteng nggak?" Kamilia sukses memberondongku dengan pertanyaan dalam satu tarikan nafas.

"Pelan pelan kek nanyanya. Gue itu udah nerima perjodohan dari Papa. Jadi gue nanti dilamar sama anaknya Pak Halim. Gue juga nggak tau sih anaknya Pak Halim itu kayak gimana. Bahkan gue nggak tau namanya." Masih dengan wajah watados, aku menjelaskan dengan tenang.

"Ckckck. Lo niat gak sih mau nikah?" Protes Kamilia.

"Ish, belum nikah. Cuma lamaran. Kalau gue sama dia nggak cocok selama masa pertunangan... Ya batal."

"Kerjanya dia apaan?" Tanya Kamilia penasaran.

"Belum kerja. Tapi katanya dia bakal punya kerjaan kalau udah lulus nanti. Dia baru masuk kelas tiga disekolahnya. Tapi dia empat tahun lebih tua dari gue." Aku menyampaikan apa yang disampaikan oleh Pak Halim semalam.

"Sekolah apaan? Masak 24 tahun baru masuk kelas 3? Gila! Jangan-jangan calon laki lu sering nggak naik kelas lagi. Ewh." Kali ini Kamilia menggebrak meja restoran yang mereka pakai.

"Udah deh jangan soudzon. Gak baik. Yaudah gue pulang duluan ya... Tuh mobil hotel udah nunggu soalnya. Selamat menunggu Mas Fariz alias calon suami tercintah." Ucapku seraya beranjak dan meninggalkan Kamilia yang duduk dengan wajah memerah.

Untuk para karyawan hotel, memang seperti itu. Jam makan siang mereka bukan jam 12 siang. Namun, jam 4 sore, ketika mereka pulang.

***

"Malam ini Pak Halim datang kerumah buat lamaran. Kamu jangan telat ya pulangnya." Mama berbicara dengan nada berapi-api diujung telfon.

"Iya, Ma." Aku mengangguk pasrah, lupa kalau Mama tidak bisa melihat aku.

"Just for your info ya Mbak, calon tunangan kamu itu namanya, Naufal Wiratama Armandani."

"Naufal Wiratama Armandani?" Aku mengulangi nama itu. Berusaha untuk mengingat nama yang bisa-dibilang-cukup-agak-lumayan panjang itu.

"Kalau kamu denger namanya, kira-kira ganteng nggak?" Uh, Mama menggodaku.

"Namanya sih keren, tapi nggak tau orangnya." Jawabku jujur.

"Pokoknya jangan pulang telat."

"Iya, Ma. Ini juga lagi dijalan. Iyakan Pak Jo?" Aku menyodorkan handphone bututku kearah Pak Bejo, salah satu supir hotel yang biasa mengantarku pulang, "iya. Ini lagi dijalan. Sebentar lagi nyampai."

"Take care dear. Mom love you."

"Lankey love mom too."

***

Rezka's POV


4:33 PM

Zayn Malik: L dmn?

Rezka Arga: Udh didpn. Cptan keluar

Moon & BackTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang