DUAPULUHENAM

14.5K 247 26
                                        

"Rin....jawab aku" ucap Aditya lagi sambil menangkup pipi Ririn.

Ririn hanya menatap matanya Aditya. Dia tidak tau menjawab apa. Bibirnya seakan kelu untuk mengeluarkan kata kata.

"Rin please, sorry. Aku benar benar mencintaimu, aku gatau apa yang bakalan terjadi kalau kamu gak ada dihidupku Rin. Aku menyesal Rin sungguh aku menyesal". Kini Aditya berlutut didepan Ririn sambil mengeluarkan air matanya. Dia putus asa karena Ririn tidak menjawabnya.

"Ditt.." suara itu mengejutkan Aditya. Ternyata Ririn ikut berlutut. Ririn menyentuh wajahnya. Dia mengusap air mata Aditya.

"Kamu laki lakikan? Apa juniormu tidak ada lagi sampai kamu menangis seperti ini?" Kata Ririn itu membuat Aditya menatap Ririn bingung.

"Ya kamu memang bersalah , kesalahanmu itu pun tidak dapat dimaafkan oleh perempuan manapun. Kamu uda menyakiti aku Dit. Apa kamu tau sebesar apa rasa sayang aku sama kamu? Kamu tega enaena sama perempuan lain, kamu gamikirin aku. Ya aku terima semuanya aku gapapa Dit." Kata Ririn lagi sekarang dia lah yang sudah mengeluarkan air matanya. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis.

Aditya langsung memeluknya dan mencium keningnya.

"Iya sayang aku salah tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang uda aku buat. Aku menyesal. Maafin aku maafin aku sayang" lirih Aditya, dia tidak tega melihat istrinya yang cantik ini menangis seperti ini.

"Aku gabisaa aku gamau sama kamu lagi aku serius" ucap Ririn dengan nada dingin dan langsung berdiri. Itu membuat Aditya ikut berdiri dan menatap Ririn dengan tatapan tidak percaya.

Ditaman itu bukan ada Aditya saja, melainkan ada mamanya Aditya, orangtuanya Ririn, anak kembar mereka begitu pula ada--- Sya dan Rey. Mereka semua juga tidak percaya apa yang dikatakan Ririn. Mamanya Ririn langsung berjalan kearah Ririn diikuti yang lainnya.

"Nak, jangan gegabah seperti ini. Kamu gabole mengambil keputusan terlalu cepat" kata mamanya Ririn itu membuat Ririn sangat tekejut dan langsung berdiri. Mamanya berada disini , Devan Devin, papanya, mertuanya dannn Sya Rey.

"Gak ma keputusan aku uda bulat aku gamau sama Aditya lagi. Dia uda buat aku kecewa ma." Lirih Ririn

"Ririn kamu jangan gitu dong sayang, mama gamau kamu pisah sama Aditya" ucap Mamanya Aditya sambil mengelus rambutnya Ririn

"Maafin Ririn ma, tapi Ririn bener bener gabisa sama Aditya lagi." Jawab Ririn

Mereka semua terdiam , tidak ada yang bicara lagi. Ririn berbalik badan. Mama Ririn dan Mamanya Adityaa saling bertatapan. Aditya hanya merenungi nasibnya dia tidak tau lagi harus membujum Ririn bagaimana. Dia tertunduk lesu. Airmatanya pun keluar tanpa dia sadari.

"Aku mau cerai sama Adit" kata kata Ririn seakan membuat jantung Aditya berhenti berdetak. Tidakk...tidakk ini tidak boleh terjadi aku gaakan menceraikan Ririn batin Aditya.

"Rin aku mohon aku gamau pisah sama kamu aku sayang sama kamu pleaseee" ucap Aditya

"Engakk pokoknya aku mau pisah sama kamu. Kamu itu gatal gapantes jadi ayah dari anak anakku." Hati Aditya semakin mencelos dia merasakan sangat sakit. Dia seperti ingin mau mati saja.

"Rin kamu jangan pisah sama Aditya. Aa..aku minta maaf sama kamu. Aku tau apa yang aku lakuin sama Aditya itu salah besar. aku gabakalan ganggu kehidupan kalian lagi Rin, soalnya aku uda ada Rey. Aditya itu benar benar sayang sama kamu. Aku juga minta maaf Rin." Ucap Sya yang akhirnya angkat bicara karena dia juga merasa bersalah. Rey hanya mengelus bahu Sya.

"Aku uda maafin kamu kok Sy. Kamu itu gasalah, dianya aja yang emang gak setia sama aku" ucap Ririn dingin tanpa melihat kearah Sya dan yang lainnya.

Devan dan Devin menangis digendongan orangtuanya Ririn. Lalu Aditya mengambil mereka berdua dan mengendongnya dengan kedua tangannya. Devan disebelah kanan dan Devin disebelah kiri (kuat juga si Adit :D). Aditya langsung mendekati Ririn.

"Aku mohon Rin demi anak anak kita, aku gamau kita pisah. Jangan tinggalin aku" kata Aditya dengan suara yang serak.

Tiba tiba saja Ririn berbalik badan dan langsung senyum sumringah dan mengusap airmatanya sekali lagi. Semua yang melihatnya seperti itu hanya menganga. Mereka semua bingung terutama Aditya.

"Hahahaha , muka kamu lucu banget deh Dit sumpah" kata Ririn sambil tertawa kecil dan itu membuat Aditya semakin cengo. Yang lainnya juga kebingungan.

Ririn langsung mendekati Aditya dan memeluknya bersama anak mereka.

"Gimana? Akting aku bagus gak?" Tanya Ririn sambil tetap memeluk Aditya.

"Ririn kamu maafin aku?"

"Aku uda maafin kamu kok. Tapi aku mau ngetes kamu aja tadi. Reaksi kamu apa? Ternyata muka kamu lucu banget tau gak. Aku juga gamungkin sanggup pisah sama kamu. Aku emang sakit ingat semua yang uda kamu lakukan tapi aku akan beri kamu kesempatan Dit, aku harap kamu gaakan ngecewaiin aku lagi." Ririn melepas pelukannya dan menatap mata Aditya dalam.

"Aku janji aku gabakalan nyakitin kamu lagi. Kamu pegang kata kata aku. Aku sayang kamu Rin" ucap Aditya mengecup kening Ririn. Mama Aditya tersenyum lebar melihat anaknya dan menantunya berbaikan walaupun sempat merasa tegang saat Ririn meminta berpisah. Begituu pula dengan orangtua Ririn mereka merasa lega melihat keluarga kecil yang ada didepannya ini bersatu. Sementara Sya dan Rey bertatapan dan tersenyum hangat

"Rin jadi kamu gamarah lagi sama aku?" Tanya Aditya lagi dengan polosnya

Ririn mendecak sebal dan menjewer telingaAditya."kan aku uda bilang aku uda maafin kamu berarti aku uda gamarah lagi"

" Aaa.aaww sakit Rin ampunn" teriak Aditya. Setelah itu diikuti tawa dari mereka semua.

"Rin I LOVE YOU" kata Aditya dengan penekanan disetiap kata katanya lalu Aditya mencium bibir Ririn dengan lembut. Aditya juga masi mengendong anak mereka (jagoo). Orangtua Ririn dan Mama Aditya hanya tersenyum malu dan menunduk. *biasa kalau orangtua kan tabu hal hal kekgtu yagak? Cobak kalian peragain didepan ortu masing2* ehh juskid. Back....

......


Haloooo maaf updatenya terlalu lamaya? Hahahahaha maaf maaf.

Jangan lupa vote dan koment ya.

LOVE ME!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang