SBM Chapter 41 (Cinta tidak memandang Fisik)

4.2K 229 3
                                        

Seketika wajah ali terasa memanas,mata nya membulat sempurna.

Dug!!dug!!dug!!
tiba-tiba jantungnya berdetak tak beraturan,rasanya tumbuh ali melemah begitu saja.

di dapati nya seorang gadis mungil terbaring di atas kasur rumah sakit dengan lemah dengan selang infusan yang menancap di punggung tangan nya,Alat bantu oksigen yang menutupi hidung dan mulut nya.

"enggak,di..dia bukan prilly gue"ucap ali bergetar sembari menggelengkan kepalanya tak percaya.ali mengusap.mata nya dan menutup nya.ali yakin ini hanya mimpi nya.namun saat ali kembali membuka mata nya.sama saja,dia prilly nya.

tuhan!!Siapa kah dia?benarkah dia gadisnya?

ali mengerutkan keningnya,air mata nya berlinang membasahi pipi nya.wajah nya menjadi memerah seketika,ali mengatur pernafasannya yang terasa sangat menekan.

"prii..prilly"ucap nya dengan nada bergetar juga kecil hampir tak terdengar.

Ali masih tak percaya bahwa itu gadisnya,Ia pun memutuskan untuk masuk meski dengan tubuh yang bergetar.

kini ali menatap jelas prilly yang terbaring lemah,perlahan ali berjalan mendekati prilly.bau obat-obatan menyambut ali,Suara alat pendeteksi jantung mengiringi satu demi satu langkah ali.

ali sampai di ujung kasur prilly,Air mata nya kembali membasahi pipi ali,ali meremas ujung sprei kasur prilly.rasa nya ali di hantam bebatuan tajam menusuk hati nya,tubuh nya bergetar.tuhan?sebelum nya ali tak pernah melihat prilly selemah ini,meski ali sering melihat prilly sakit namun tidak sama seperti sekarang.wajah prilly pucat hingga seperti manusia tak bernyawa.tuhan ali membutuhkan pegangan tuhan,rasanya kaki ini tak mampu berdiri.

ali terduduk di kursi yang berada di sisi kasur prilly,ali perlahan mengenggam tangan kanan prilly,ali mencium tangan prilly sambil menutup mata nya kembali buliran bening keluar dengan berlomba-lomba,tangan prilly terasa sangat dingin.

"prill.."panggil ali pada gadis nya dengan lirih dan sedikit bergetar.

"hey..kamu kenapaa,kenapa bisa kaya gini?"

"sayang,jawab aku?hey?sayang ini aku pacar kamu,ini aku?kamu kenapa
sayang?"

ali kini terdengar terisak,prilly sebelumnya tak pernah membiarkan ali berbicara sendiri seperti saat ini,ia sama sekali dulu tak pernah sedikitpun mengabaikan ali,tapi saat ini apa yang dapat prilly lakukan?Prilly hanya menutup matanya dan tenggelam dalam tidur panjangnya.

ali menundukukan kepalanya sambil memegang tangan prilly,ali menggigit bibir bawahnya.merasakan nyeri di dadanya,ali tak percaya ini akan terjadi pada prilly di saat Hari spesial untuk mereka.

Impian ali musnah sudah,di dalam mimpi nya hari spesial ini akan dilewatinya bersama dengan prilly.bukan ini yang ali mau.
ali saat ini ingin melihat prilly tersenyum bukan membungkam.saat ini ali ingin melihat mata indah prilly menatapnya bukan menutup mengabaikan ali.Ali ingin mendengar suara halus prilly bukan suara pendeteksi jantung.

"aku pengen ngelewatin hari ini sama kebahagian sayang bukan kesedihan,a..a..aku pengen kamu bales genggaman ini sayang,bukan diem terus,Aku tadi mau ngajak kamu untuk jalan-jalan,karna aku kangen sama kamu,udah lama kita gak ketemu tapi..tuhan nuntun aku kesini!liat kamu kaya gini"

"kamu sadar yaa..bangun?Aku udah nunggu kamu disini dari tadi,hari ini kita baru ketemu sayang,masa kamu biarin aku sendiri?Aku..tadi kerumah kamu,aku bawa coklat buat kamu aku bawa boneka buat kamu,dan aku bawa sebucket bunga ini buat kamu,liat bunganya ada doraemonnya,seperti yang kamu minta sayang,,kamu bangunn"Ucap ali semakin meringkuk,ali semakin terisak tak dapat menahan rasa nyerinya,hati ali serasa di tusuk-tusuk pisau berkarat,tubuhnya pun tak berhenti bergetar.

STAND BY METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang