Maaf :'(

97 8 3
                                        

"Gila, panas bener sih tadi!" Cerocos Feny setelah pembubaran upacara bendera tadi.

"Sama. Hampir aja gue pingsan tauga." Tambah Hepy.

"Udah lah. Nikmatin aja. Bentaran lagi kita ngga di sini lagi. Huaa ;'( !" Kata Neni.

"Okky, gimana belajar bareng yang buat try out besok?" Tanya Alma kepada Okky yang sibuk mengelap keringatknya yang seember.

"Emm.. tanya Olla aja deh yang lebih tau. Gue jarang di kelas kan.." jelas Okky.

"Gimana La? La? Hei! Lo kenapa sih dari kemaren ngelamun mulu?" Alma melambaikan tangannya ke muka Olla.

"Eh. Hah? Kenapa? Gue cantik? Mmakasih!" Kata Olla PD.

"Yee.. ditanya ini jawabnya itu." Sungut Alma.

"Tadii, Okky tanya gimana belajar bareng yang buat persiapan try out? Jadi ngga? Getooh." Ulang Via.

"Oo.. gue juga bingung terserah kalian aja sih mau ato ngga nya. Gue mah iya aja." Jawab Olla.

"Oo ke dah."

***

Jam pelajaran di mulai. Siswa kelas 9g tampak lebih sedikit rapi dari sebelumnya. Semua tersusun di meja kursinya masing-masing. Suatu peningkatan yang lumayan. Tapi, Olla masih dengan lamunan-lamunan tanpa arti di otaknya. Entah apa yang dipikirannya saat ini. Rasanya hampir semua rasa tercampur kaya sambel. Ralat, kaya ramuan obat. Pahit.

"Sutt, La.. lo kenapa sih? Ngelamun mulu. Ntar kesambet loh!" Bisik Via yang tengah membuka buku fisikanya.

"Hah? Eh? Engga kok. Gue ngga kenapa napa." Olla menampilkan senyum yang sangat terpaksa. Via yang makin penasaran terus memandang Olla dengan tatapan mengintimidasi. "Ish, gue nggapapa Vi, udah deh ngga usah care sama gue!" Suara Olla naik satu oktav dari sebelumnya. Temen sekelas melempar tatapan garang. Semua tertuju pada Via dan Olla. Tatapan mereka seolah mengisyaratkan "lo pulang lewat mana hah? Mau gue anter ato mau gue eksekusi disitu juga." Ngeriii permisah. Alhasil Olla dan Via hanya menampilkan cengiran perdamaian untuk mereka.

"Ish.. lu sih. Pake acara tanya tanya segala. Kek ngga tau mereka ja." Sungut Olla pada Via.

"Ya elah. Lunya aja kelez yang bengong mulu dari kemaren. Ya, gue bingung lah. Takutnya lu kesambet lagi!" Sanggah Via.

"Vi, ntar gue pengen cerita deh sama lu. Bisa kan?"

"Mmm.. bisa sih, tapii gue udah janjian sama Alfin mo ketemu." Via mengetuk dagunya bingung. "Haa.. ato ngga gini aja deh!!" Via membisikkan kalimat pada Olla.

"Mm.. okeh gue setuju!" Kata Olla sumringah.

Kriiingg..

Bel pergantian jam telah dibunyikan. Itu pertanda jam matematika akan dimulai. Jantung berdegub semakin kencang. Semuanya terasa semakin kencang ketika pak Midi datang.

"Ulangan kan?" Tanya pak Midi dengan senyuman khasnya.

"Hah!!"
"Omagot!"
"Tidaak!"
"Belum belajar pak!"
"Tarik napas buang napas!!"

"Soalnya gampaang!" Tenang pak Midi. Bukannya semakin tenang, jantung malah semakin berdegup kencang. "Siapkan kertas!"

"Bentaran pak!"
"Sabar pak!"
"Siap pak!"

*ulangan*
*selesai*

"Baiklah. Pertemuan hari ini cukup, saya tutup Assalamualaikum wr. wb." Pak Midi mengakhiri pelajaran matematikanya.

JHS Love StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang