Makasih buat yang udah ngevote ya, maaf kalo updatenya lama, mahasiswi semester 7 ya begini deh:' dimengerti aja ya hehehe, love💜
-------------------------------------
"Aro" Kenan memanggil Alvaro dengan suara paniknya, lalu menyentuh Alvaro yang sedang menyembunyikan wajahnya di atas lipatan tangannya.
Alvaro mengangkat wajahnya tanpa menyahuti panggilan Keenan. "Maafin gue ya, semua gara-gara gue" Ucap Kenan seraya menarik rambutnya dengan kasar.
"Salah gue juga, kenapa gue gak bisa jagain dia, gue mau ngasih dia kejutan karena gue sebenernya udah sampai jakarta dan lagi menuju rumah lo pas gue nyuruh dia pulang sama pak Ardhi, eh ternyata malah gue yang dapet kejutan kalau dia diculik, gue takut dia kenapa-kenapa Kenan, siapa yang berani menculik dia? untuk apa? setau gue Ara gak pernah punya musuh" Jelasnya sembari menyembunyikan wajahnya lagi di atas lipatan tangannya.
Kenan merasakan apa yang di rasakan Alvaro. Menyesal dan merasa dirinya sangat bodoh karena tidak bisa menjaga Ara. "Aro kita gak bisa diem aja disini, kita harus coba cari tau dimana Ara" Ucap Kenan seraya memegang erat lengan Alvaro.
"Iya tunggu temen gue dulu ya, jadi tadi pak Ardhi ngasih tau ke gue nomer plat yang menculik Ara, terus gue langsung hubungin temen gue dan minta tolong dia untuk cari tau semua informasi tentang si penculik itu dari nomer plat yang gue kasih ke dia, terus gak lama kemudian temen gue telpon dan dia bilang udah dapet data diri si penculik Ara dan dia lagi menuju kesini, karena gue gak sabar nunggu, pas diperjalanan kesini gue telpon temen gue lagi dan nanya ke dia siapa nama yang menculik Ara, dan ternyata gue gatau dia siapa, gue gak pernah denger nama itu" Jelasnya.
"Siapa namanya?" Tanya Kenan sembari mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Raffi Ilham namanya" Ucap Alvaro.
"Udah gue duga! Damn!" Kata Kenan sembari menendang meja di depannya. Kenan merogoh saku nya dan mencari ponselnya. Kenan membuka kontak di HP-nya lalu menghubungi Satria. "Sat lo udah dimana? Cepet kesini gue tau siapa yang nyul..." Jedanya "iya dia sialan! Udah gue duga sebelumnya, lo hati-hati nyetirnya, nanti ke lantai 20 ya"
"Maksud lo apa udah lo duga? Siapa Raffi? Kenan jawab gue!" Tanya Alvaro sembari bangkit dari tempat duduknya.
"Ceritanya panjang Alvaro, dia itu dul.."
"Gue gak peduli Kenan!, dia siapa? Tolong kasih tau gue" pintanya sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
"Tenang bro, jadi gini ceritanya, lo inget gak waktu gue minta lo untuk fokus kuliah aja pas lo minta nomer Ara? terus dua tahun kemudian lo bilang sama gue kalo lo mau ke Jakarta dan saat itu gue minta ke lo untuk gak ketemu Ara dulu kalau lo jadi pulang ke Jakarta?" Tanya Kenan seraya mencoba untuk mengingatkan Alvaro.
"Iya gue inget itu, gak mungkin gue lupa, and then?" Alvaro menganggukan kepalanya seraya mengingat kejadian itu.
"Ara sejujurnya sedih banget pas ditinggal lo kuliah di Inggris, di tambah lo ga pernah ngehubungin dia, Ara beranggapan kalau lo lupa sama dia, terus sebulan kemudian dia mulai ceria lagi dan mulai terbiasa tanpa lo, terus waktu Ara baru masuk SMP dia bilang ke gue kalau dia pengen masuk kelas akselerasi kaya lo. Saat itu gue sadar ternyata dia masih inget dan menyukai lo, hingga akhirnya Ara bisa masuk kelas akselerasi" Jedanya sembari mengatur pernafasannya.
"Selama Ara sekolah yang anter jemput dia itu gue atau Satria, tapi lebih sering gue, setiap jemput Ara gue selalu merhatiin sekitar dia, dan gue selalu liat ada cowo yang ngikutin Ara, awalnya gue gak curiga dan berpikiran kalau dia kebetulan aja jalan di belakang Ara, tapi lama-lama gue curiga, setiap kali jemput Ara pasti ada dia lagi jalan sambil ngeliatin Ara dari belakang, sampe udah pergi pun gue liat dari kaca spion dia tetep ngeliatin, akhirnya gue cari tau dia itu siapa" Lanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Disaster
RomantikPertemuan yang tidak sengaja dan sedikit insiden kecil seperti takdir yang memang dituliskan untuk mereka. Insiden tersebut membuat rasa penasaran itu datang dan karena insiden tersebut munculah rasa benci. Cinta dan benci itu beda tipis bukan? 18+ ...
