Makasih banyak yang udah vote sebelumnya! Maaf lama updatenya ya! Love u! 😚
---------------------------------
Author P.O.V
"Woy dek kok kamu pulang naik taxi? Kenapa lagi tuh muka nya di kerut-kerutin kaya nenek-nenek" Tanya Satria sembari menarik lengan Deevara.
"Minggir ah, aku mau ganti baju mau berenang" Sahutnya sembari melepas pergelangan tangannya dari tangan Satria.
Deevara menaiki tangga menuju kamarnya dengan perasaan kesal. Setelah mengganti baju, Deevara menuju halaman belakang rumahnya, ia butuh berenang untuk melepaskan emosinya.
"Dek jangan lama-lama berenangnya, kamu udah makan belum? Awas maag kamu kambuh" Ucap Satria sambil menaruh handuk yang dia bawa di kursi.
"Belum, makasih bang handuknya" Sahutnya sembari menyelamkan diri lagi. Satria menghela nafasnya dengan kasar. Kebiasaan adiknya bila dia sedang kesal pasti melampiaskannya dengan berenang tanpa peduli waktu.
"Udahan berenangnya dek, ini udah setengah jam, kalo kamu udah makan gapapa deh mau seharian juga" Perintah Satria sembari jalan mengelilingi kolam berenang.
"Ish udah deh sana bang, Ara lagi pengen sendiri" Sahutnya sembari memercikan air kepada Satria.
"Buset deh nih anak batu banget dibilangin, kalo kamu maag abang yang repot, gak ada orang nih dirumah, lagi pada pergi semua" Jelas Satria seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh jadi abang merasa di repotin kalo Ara sakit? Yaudah sana gausah ngurusin Ara, semua orang sama aja nyebelin hari ini" Jawab Deevara dengan kesal.
"Alah mak kok jadi kena semprot, bukan gitu adik abang yang paling cantik, masalahnya abang mau pergi ke luar mau futsal sama temen-temen abang dan si Bang-ke masih meeting di kantor " Jelas Satria
"O" Jawab Deevara singkat, padat jelas.
Satria menghela nafasnya dengan kasar. "Pokoknya abang ambilin makanan sekarang DAN kamu harus makan titik, gak ada bantahan."
"Serah bang serah" Sahutnya tanpa peduli dan kembali menyelamkan dirinya.
--
Satria menuju dapur mengambilkan makanan untuk adik kesayangannya. Tetapi ia mendengar bel rumahnya berbunyi, lalu dia memilih untuk melihat siapa yang membunyikan bel rumahnya tersebut.
"Eh Aro gue kira siapa" Sahutnya sembari membukakan pintu rumahnya.
"Mmm Deevaranya ada gak sat?" Tanyanya dengan gugup sembari menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Ahh gue ngerti nih kenapa, ada tuh lagi berenang belum makan dia, susah banget dikasih taunya, gue takut maagnya kambuh doang" Jelasnya sembari melihat seseorang di belakang Alvaro.
Alvaro mengusap wajahnya dengan kasar. "Gue ambil makanan buat dia ya? Gue samperin dia? Oh iya kenalin ini sepupu gue, woy Thalita kenalin nih calon ipar gue haha" Katanya seraya menepuk dadanya dengan bangga.
"Kiw cantik juga sepupu lo, boleh kali tuh" Goda Satria seraya mengedipkan matanya kepada Thalita.
"Ambil aja tuh dia available abis putus" Alvaro tertawa kencang.
"Ambil-ambil emang gue barang, Aku Thalita" Ucapnya sembari mengulurkan tangan kepada Satria.
Satria menerima uluran tangan Talitha "Satria, wih tangan kamu lembut banget" Godanya, Talitha tersenyum malu.
"Woy pegang-pegang lagi lo, gabisa banget liat cewe bening, haram-haram kalian bakalan jadi saudara" Ucap Alvaro sembari melepas tangan mereka.
Satria mengerucutkan bibirnya sebal mendengar apa yang dikatakan oleh kekasih adiknya. "Yaelah lo begitu amat, udah sana kasian itu adek gue yang paling cantik" Usirnya sembari mendorong bahu Alvaro, lalu Alvaro sedikit berlari menuju dapur mengambilkan makanan untuk kekasihnya dan segera menuju ke halaman belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Disaster
Roman d'amourPertemuan yang tidak sengaja dan sedikit insiden kecil seperti takdir yang memang dituliskan untuk mereka. Insiden tersebut membuat rasa penasaran itu datang dan karena insiden tersebut munculah rasa benci. Cinta dan benci itu beda tipis bukan? 18+ ...
