4th Mossaic

408 76 3
                                        

You're asleep in me, I can't help but smile

I'm just looking at you

♫ ♪ ♫ ♪

In Author's Eyes...

"Apa kau lupa, Hyunhee? Kalau aku adalah penyihir yang membuatmu terjebak di kerajaan sebagai selir raja? Ingatan lemahmu juga karena aku. Aku begitu bodoh berusaha membuatmu melupakan tentangku dan malah berakibat seperti ini pada kehidupanmu. Sekarang aku mengerti kenapa kau begitu membenciku."

"Memangnya... mengapa kau ingin membuatku lupa padamu?"

Hening beberapa menit mendominasi, sebelum akhirnya aku punya keberanian untuk menyahuti ucapan Jongdae padaku. Aku tidak tahu apa sebelumnya ia sudah pernah mengatakan pada Lady Jo tentang alasannya, tapi anggap saja jika sekarang Lady Jo yang dikenalnya sedang mengalami ingatan yang buruk lagi, sehingga ia harus mendengar pertanyaan yang sama dua kali.

"Mengapa baru sekarang kau menanyakannya?"

"Apa?" aku tersentak saat ia kembali bicara. Tatapanku bahkan tidak bisa beralih darinya. Apa sebelumnya Lady Jo tidak pernah menanyakan apapun padanya? Mengapa ia bertanya padaku dengan nada yang begitu sedih?

"Alasanku membuatmu lupa, kenapa kau tidak menanyakannya dari dulu?" ia mengulang pertanyaannya, kini tatapannya beradu denganku, tanpa ada kata, aku tahu ia menunggu jawabanku.

"Aku takut." bibir ini sontak berucap. Meski jika kupikir-pikir lagi, takut adalah alasan yang paling mudah diterima seseorang. Masuk akal jika Lady Jo merasa takut pada alasan Jongdae berusaha membuatnya melupakan pemuda ini, bukan?

Tak lantas menyahuti ucapanku, Jongdae malah bergerak mengikat simpul pada pakaian yang aku kenakan. Beberapa saat ia menatap diam cawan kayu yang ada di atas nampan, kurasa ia tengah berpikir.

"Apa ini benar-benar dirimu, Hyunhee?"

Lagi-lagi aku tersentak mendengar ucapannya. Apa caraku bersikap sekarang terlihat begitu berbeda? Atau karena ia seorang penyihir—seperti yang ia katakan tadi—maka ia bisa tahu?

Apa itu artinya ia sudah tahu siapa aku?

Lamat-lamat kutatap Jongdae, memperhatikan ekspresinya, mencari kebohongan yang mungkin ia sembunyikan, mencari ekspresi mengganjal yang mungkin bisa jadi petunjuk bagiku jika saja ia benar-benar tahu kalau yang sekarang bicara padanya bukanlah Hyunhee yang ia kenal sebelumnya.

"Apa yang sudah terjadi?" pertanyaannya kembali mengejutkanku. Benar. Dia pasti tahu kalau aku bukanlah Hyunhee yang dikenalnya. Karena ia bukan manusia biasa tentu ia bisa tahu bukan?

"Apa kau—"

"Hyung, kau di rumah?" sebuah suara terdengar, menghentikan tanyaku sekaligus mengalihkan perhatian Jongdae. Ia menghembuskan nafas panjang sebelum beranjak dari tempatnya sedari tadi duduk dan bicara denganku.

"Kita bicara lagi nanti. Istirahatlah. Aku tidak akan bilang pada Woo Ryung kalau kau sudah sadar." Jongdae berucap tanpa memandangku. Ia malah melangkah meninggalkanku sendirian, dalam rasa penasaran.

Satu lagi nama muncul. Woo Ryung. Dan Jongdae menyebutkan namanya padaku seolah aku mengenal Woo Ryung ini. Ugh. Lagi-lagi aku punya tugas yang harus kuselesaikan saat aku kemba—tunggu. Aku tidak bisa kembali begitu saja sekarang.

Aku ada di dalam tubuh Lady Jo, dan untuk bisa kembali ke kehidupanku, aku harus menyelesaikan satu masalah Lady Jo di kehidupan ini. Baiklah, mari berpikir tenang, Hyunhee.

SWITCH [finished]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang