12th Mossaic

193 53 0
                                        

I'm afraid I'll be forgotten

♫ ♪ ♫ ♪

In Hyunhee's Eyes...

Tidak ada perubahan spesifik yang terjadi lagi selama aku menghabiskan beberapa hari di sini. Aku tidak lagi punya keinginan untuk mengungkapkan keberadaan Jongdae, tidak juga punya rencana untuk menyelesaikan keinginan Lady Jo di sini.

Ugh. Semuanya terasa begitu membingungkan, sekarang. Mengapa aku masih terjebak di sini sementara masalah Jongdae sudah selesai? Apa Lady Jo masih ingin aku menyelesaikan masalahnya yang lain?

Tentang apa? Hyunwoo? Atau Jongdae?

Mengingat bagaimana Jongdae berkata jika ia dan Lady Jo tidak berhubungn dengan baik setelah kepergianku malam itu, kupikir Lady Jo tidak tahu jika Hyunwoo masih hidup, atau mungkin tidak. Aku sendiri juga tidak tahu keadaan Hyunwoo sekarang.

Lalu... tentang Jongdae? Memangnya masalah apa lagi yang—perasaan? Hal yang sejak beberapa hari lalu juga menggangguku?

Baiklah. Ada dua kemungkinan yang sekarang harus aku coba. Bertanya pada Jongdae tentang keadaan Hyunwoo, dan mencoba menyampaikan apa yang mungkin menjadi perasaan Lady Jo pada Jongdae.

Tapi, bagaimana jika aku tidak juga kembali setelah melakukan dua hal itu? Mengingat Jongdae mengatakan bahwa Lady Jo sebenarnya menderita sakit parah... apa ia akan mati?

Apa aku akan kembali ke kehidupanku saat Lady Jo mati?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Ah... aku tidak pernah tahu dunia akan terlihat seindah ini di malam hari. Mengingat bagaimana aku terus mengurung diri di dalam kediamanku ketika malam tiba, rasanya tidak pernah ada kesempatan bagiku untuk menikmati keindahan yang ada di sini.

Bahkan setelah sekian lama berada di sini, baru sekarang aku punya kesempatan untuk menyentuh alat-alat musik tradisional. Meski aku tidak tahu bagaimana cara memainkannya, setidaknya aku akhirnya bisa menikmati kehidupan dari tubuh seseorang.

"Apa kau ingin bermain musik?" aku menoleh, mendapati Jongdae berdiri di sudut bangunan kecil tempatku sedari tadi duduk, tersenyum padaku, padaku, bukan Lady Jo.

Aku menggeleng pelan, menepuk ruang kecil di sisiku agar Jongdae duduk di sana, dan ia menurutiku. Masih dengan memasang senyum yang sama, ia duduk di sebelahku.

"Mengapa mengajakku bertemu di malam hari? Kau tahu kan penjaga malam akan menemukan kita dengan mudah?" ucap Jongdae memperingatkan.

Penjaga malam. Ah, aku jadi teringat pada judul drama yang Jongdae berikan padaku. Night Walkers of Gwanghaegun. Drama itu pasti menceritakan tentang para penjaga malam di zaman ini, bukan?

"Biarkan saja," ucapku pelan, "bukankah mereka tidak akan membunuh siapapun? Lagipula... tahun akan segera berganti. Mereka tidak akan bertahan lama lagi." ucapku, mengingat benar bagaimana penjaga malam di sejarah sudah tidak ada di tahun 1924.

"Apa maksudmu?" tanya Jongdae membuatku menatapnya.

"Aku pernah katakan padamu kalau aku akan memberitahu sebuah rahasia, bukan?" ucapku malah makin membuat Jongdae menyernyit bingung.

"Dan apa yang akan kau beritahukan padaku?" ucapnya.

Aku terdiam sejenak. Bagaimana aku harus memulainya? Menanyakan Hyunwoo jadi prioritas saat ini. Jika dengan mengetahui keadaan Hyunwoo bisa membuatku kembali, itu artinya aku tidak perlu benar-benar menjelaskan apapun pada Jongdae.

SWITCH [finished]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang