"Nabila, Milk tea nya sudah siap," Watari tersenyum sambil menaruh segelas milk tea diatas meja.
"Ayah Watari, a..apa L tidak meninggalkan pesan apapun sebelum dia meninggal?" Nabila menatap Watari dengan wajah sedih.
"Memangnya kenapa?" Watari juga menatapnya dengan khawatir.
"Aku ini pacar yang aneh, ya."
Sebuah suara yang tak asing lagi untuk Nabila.
"Putus asa? Apa kamu pikir dengan bunuh diri, L akan senang?"
Nabila menoleh ke belakang. Beyond membawa toples selai strawberry lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.
"Sampai L-kun meninggal, aku tidak tahu alasan L-kun suka padaku."
"Kasihan sekali, kamu terlalu polos."
"Polos?" Nabila bingung.
"Baru kenal beberapa hari saja, tanpa pikir-pikir kamu langsung menerima cinta L, komedi murahan."
"Apa itu salah??? Lagipula aku suka dia saat dia main tennis dengan Light-kun."
"Oh." Beyond hanya ber-oh saja.
Nabila meraih saku celana jeans nya dan mengambil dompet lalu membuka dompetnya. Terlihat photo L berada didalamnya.
"Satu lagi, kamu bertemu L di ruang ganti pria, ya? Dasar mesum."
"Beyond-kuuuunn!!! Aku kan cuma salah masuk ruang!"
Beyond tersenyum usil.
"Bercanda."
"Huh!" Nabila tampak kesal.
Beyond beranjak dari sofa dan mendekati gadis itu. Nabila memandanginya dengan serius.
"Kau masih ingat dengan acara cerdas cermat mahasiswa?"
"Euhm, ya. Ada apa?" Nabila mengangguk.
"Tim kamu yang menang, kan?"
"Ya, tim A. Tim A dapat skor 1000."
"Kau tidak sadar ada L di tim B?" Beyond tersenyum.simpul.
"Eh?" Nabila terkejut.
#Flashback
"Baiklah, pemenangnya adalah Tim A dengan jumlah skor 1000 poin, sementara Tim B dengan jumlah skor 900 poin!"
Seorang gadis berambut pendek sebahu & berkacamata terlihat memeluk Nabila dengan gembira.
"Nabila-chan hebat! Kamu pintar sekali ya ternyata,Hebat!"
"Sora-chan, makasih! Tidak ah, biasa saja." Nabila tersenyum lebar.
L tersenyum kaku sambil berjalan mendekati Tim A. Ia juga mengulurkan tangan kanannya.
Kyaaa Hideki-saaannn
"Tim A, selamat ya, ternyata gadis-gadis disini tak boleh diremehkan, ya"
"Ini bukan masalah pintar atau tidak, tapi kecepatan menjawab. Terima kasih!" Nabila tersenyum.
Kyaaa dia tampan banget yaaa
L menyunggingkan senyumannya dan langsung bergegas menuju pintu keluar dari tempat lomba cerdas cermat mahasiswa.
"Kyaa tampan sih, tapi dia saja tertutup.seperti itu," bisik seorang gadis.
"Iya, padahal dia mahasiswa baru tapi tidak mau berbaur," bisik gadis yang lainnya.
Nabila memandangi L yang sudah jauh dari hadapan matanya.
"Hideki?" Lirihnya.
"Ya, itulah sebabnya L suka padamu, kamu mengalahkan dia di cerdas cermat mahasiswa. Sampai Watari bilang, dia tidak bisa tidur karena pertama kalinya kalah di cerdas cermat." Beyond tersenyum simpul.
"Anak-anak perempuan histeris begitu melihat L-kun."
"Luar biasa bagi seorang introvert seperti L bisa populer dikampus."
"Eh? Tapi mereka juga histeris waktu lihat kamu juga Beyond-kun." Ujar Nabila.
"Mereka belum tahu saja, kalaupun mereka tahu, pasti histeris ketakutan." Beyond menarik nafas panjang.
"Kamu sendiri kenapa?"
Beyond memicingkan kedua matanya.
"Kenapa apanya?"
"Kenapa bisa menyukaiku? Aku sampai bingung kalau mengingatnya..."
"Oh, aku tidak tahu..."
"Beyond-kuuun!!!"
"Aku menyukaimu karena..."
#Flashback
Beyond sedang menjilat sendok yang masih ada sisa selai strawberry. Nabila menghampirinya dengan nampan berisi sup ayam yang masih hangat.
"Beyond-san, aku buatkan sup ayam." Katanya sambil tersenyum.
"Aku tidak mau," tolak Beyond.
"Ah, yang benar? Sup ayam rasanya enak banget lho" Nabila masih membujuknya.
Beyond menatapnya sinis.
"Pergilah, memangnya kau pikir kamu ini siapa?! Sok ramah"
"Ma..maaf.." Nabila menundukkan kepala & beranjak pergi.
Beyond melirikkan matanya ke semangkuk sup ayam yang masih hangat dengan aroma yang menggoda.
"Sup ayam? Paling masakannya tidak enak, cih" batinnya.
Beyond cepat-cepat meraih sebuah sendok baru dan mulai mencicipi kuahnya diam-diam.
"Bagaimana rasanya?" Suara Nabila mengagetkannya.
"Ugh, sebaiknya kamu berhenti masak saja!" Beyond mulai gugup dibuatnya.
"Eh? Kenapa?"
"Sup-mu ini rasanya aneh!" Beyond berpura-pura tidak suka dengan sup-nya.
"Padahal garamnya seimbang, tapi tidak apa-apa aku mengerti." Nabila tersenyum dengan perasaan terluka karena masakannya yang tidak cocok.
"Buatkan aku sup ayam lagi." Pinta Beyond.
"Tidak mau, soalnya Beyond-kun bilang tidak enak." Nabila menggeleng.
"Hei, aku cuma pura-pura waktu itu," Beyond tampak kecewa.
"Abisnya," Nabila mengangkat bahu.
Beyond langsung memegang kedua lengan gadis itu dengan sorotan mata tajam.
"Buatkan aku sup ayam, atau..." ancam Beyond.
Nabila bergidik ngeri.
"Atau, aku tidak mau belikan ice cream lagi,"
"Beyond-kuuun!!!"
"Nah, apa pilihanmu?"
"Iya, iya tapi nanti. Aku mau tidur dulu."
Beyond memandanginya dengan senyumannya.
"Iya, nanti ku perbanyak wortel & kuahnya, tenang saja." Nabila mendengus.
Beyond menciumnya dengan lembut.
"Tidurlah, siapkan tenagamu untuk sup ayam nanti sore."
Nabila lekas memeluknya dengan erat.
"Aku bersyukur menemukanmu & L-kun!"
Beyond membalas pelukannya juga disertai ekspresi kaget.
"A..aku j..juga bersyukur menemukan gadis yang sangat peduli..."
Watari yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka mulai menangis terharu.
"Mereka manis sekali..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Death Note: Love Life
Mystery / ThrillerL. Lawliet jatuh cinta saat sibuk menyelidiki Kira, Light Yagami punya rencana licik. Kemunculan Beyond Birthday yg tidak diduga! Cerita fiksi dari Death Note drama series 2015
